jump to navigation

Merinding Bukan Karena Setan April 15, 2008

Posted by agusdd in Psikologi.
trackback

Diotak bagian sebelah kiri, darahku melancar dengan hebat. Di lutut kanan, terasa sangat dingin. Ulu hatiku melilit seperti lapar. Sakit sekali. Tanganku pun dingin. Jika aku rasakan keseluruh tubuh, pergelangan deket mata kakiku juga ngilu. Semua terasa dingin. Pikiranku melayang dan tidak pernah berhenti. Hampir setiap detik aku tidak bisa berhenti. Ada pikiran A, B, C hingga sampai Z menghampiri pikiranku. “Ini, itu, bagaimana y, oh kalo begini, g mungkin, tapi bisa, kok begitu, kenapa aku begini si, ah kenapa hidup ini…..dst” Aku jadi kurang tidur. Apa penyakitku ini?

Aku berpikir belajar diawal memang sulit. Suatu pekerjaan membuat aku bisa berpikir ribuan kali dan akirnya pekerjaan itu terasa berat sekali. Aku menjadi stress karena pikirnku sendiri. G rileks gt.

Dalam pikiranku terpikir, aku bukan tipe orang yang gampang untuk bergaul. Itu baru kusadari setelah berjumpa banyak orang. Ada alasan takut, males ngomong, basa-basi, buat apa cari perhatian dan berbagai jurus pengenalan lainnya. Aku benci itu dan sangat tidak suka cara ini. Bagiku orang yang tidak kukenal adalah makhluk asing. Masa bodo’ mereka mau apa. Sendiri itu lebih baik. Aku males cas cis cus basa-basi. Lebih enak langsung ke inti masalahnya. Trs, harus ada perlunya. “Aku membutuhkan gt” tp bukan keterpaksaan lo ingat y, itu beda. apalagi masalah kerja. Karena pada prinsipnya aku sangat tidak bisa memohon. Trs bagaomana kalo mau berkenalan? Ada yang punya ide….ah, kok sulit y hidup. He..

Memang iya sih, memohon itu bukan merendahkan, ini bukan sangat tipeku. Apalagi kalo memang yang diajak kenalan itu g mau, apa urusannya, iyakan.

Aku paham bahwa tidak semua orang bisa bekerjasama, artinya dalam berkenalan dan mengatikan kata membutuhkan. Coba y seandainya mereka berpikiran bahwa aku membutuhkan dan mereka juga gt. Pokoknya seperti yang ada didalam benakku, pasti rasa sungkan didalam hatiku ini akan hilang. Sayang semua manusia punya ikiran beda. Tp wajarkan. Bagaimana teman2 ada yang punya tips untuk menghilangkan perasaan seperti ini?

Prediksiku alias kata hati mengatakan ini seperti penyakit hati (aku alergi ketemu orang baru kali y) Kayak penyakit gt. He…

Tp bukan berarti aku g ingin berteman lo, hanya saja aku paling g suka mencampuri urusan orang lain dan ingin tahu. Itu paling ku benci. Jadi pada intinya aku g suka gosip. Wuiiii.. Jijai deh.

****Btw membutuhkan yang aku maksud adalah menganggap bahwa dirinya itu bisa memberikan manfaat dan memang diperlukan oleh orang lain. Orang seperti ini disebut supel, yaitu orang yang welcome pada siapapun, dalam bahasa indonesianya disebut dengan ramah. Jadi g ada perasaa. canggung gt dan bagiku mereka bukanlah orang asing. Gt. Could you help me?

Komentar»

1. suci - April 15, 2008

psikiater..ke pskiater…cari yuk..hehehe..biar hidu[p lebih indah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: