jump to navigation

Catatan Rasa Sedih Kehilanganmu Selamanya Nak… Januari 7, 2016

Posted by agusdd in science.
7 comments

Assalamualaikum Razan…
Apa kabar, lagi apa nak, mimpi indah ya? Iya ni. Adek bobok panjaaaaang sekali ya. Kalau dihitung pakai waktu bumi nggak tahu berapa lama. Abi sendiri nggak tahu kapan kita bisa ketemu. Yang jelas sejak kepergianmu pada 31 Desember 2015, abi kini menjalani keseharian begitu sepi. Abi tahu ada Umi Cici, abang Rafif, Adek Rein, tapi tetep berbeda sayang… Kami juga sama-sama sedang bersedih dan sedang saling menguatkan diri.

Sayang…. Kami merindukan candaanmu..

Ini tulisan abi bukan apa-apa. Hanya pengingat pada suatu waktu nanti bahwa abi pernah punya adek Razan dan hati abi begitu sangat menyayangi adek. Abi juga tidak ingin lupa begitu manisnya wajah adek, begitu penyayangnya adek pada kami dan begitu lucunya tingkah lakumu. Abi begitu bangga karena oleh Allah SWT dipercaya untuk merawat dirimu selama 4 tahun 9 bulan terhitung sejak kamu lahir 26 Februari 2011, di RS Keramat. Apaka adek tahu bagaimana cerita adek lahir, abi belum sempat menceritakannya. Nanti dilain waktu pas ketemu kita ngobrol-ngobrol cerita ya. Ada yang private eii… Hiii

Abi ada kok videonya. Semoga saja nggak lupa passwordnya karena abi kunci. Biar aman. Nanti bisa ditonton sama umi ya kalau boleh. Kan malu…
Razan. Abi nggak bisa berkata banyak. Sejak kamu tidur, abi bahkan tidak percaya kamu telah pergi mendahului kami. Terus terang abi tidak pernah mendapat kabar kepergianmu karena kita nggak pernah pamitan, dan nggak ada yang memberi kabar ke abi. Ketika sampai rumah abi hanya melihat adek tidur. Raut muka adek bahagia sama seperti tidur biasa. Nggak ada berbeda.
Abi hanya teringat pagi itu, sebelum berangkat kerja dari kamar mandi umi panggil abi.

"Abi jangan lupa ingetin adek uang jajan di meja tv ya"
"Adek dah jalan umi. Oh ya. Adek nggak bawa. Tar abi lihat ya"
Abi keluar dan beruntung masih sempat melihat adek.
"Razan, lho sudah jalan. Lupa apa kata umi kan. Ini uang jajannya ketinggalan" Abi memanggil sambil mengacungkan uang ke arah adek.
"Oh iya, adek lupa…" Sambil tersenyum adek kembali. Mengambil uang 10 ribu yang ada di tangan abi.

Itu terjadi pada hari kamis. Hari ini. Tepat seminggu yang lalu, sebelum kamu pergi untuk selamanya.

Setelah menerima uang, adek berlalu pergi bersama Umi Nana, pengasuh kesayangan adek dan abang. Kalian berdua sudah seperti teman akrab. Kadang-kadang adek dan abang tidak mau tidur di rumah karena abi pulang kemalaman. Beruntung malam itu, adek dengan gaya tidur adek yang lucu, adek tidur di rumah meski sebenarnya abi pulang malam sekali jam 10. Malam itu juga adek temani abi nonton sebentar. Ah, bukan, sebenarnya abi yang temani adek karena adek nggak tidur-tidur. Malah main game. Abi ajak tidur nggak mau, sampai-sampai adek HP jatuh karena saking ngantuknya tapi tetap berusaha bertahan nonton Youtube lihat minecraft. Mungkin adek kesepian ya karena abang lagi di Lampung bersama mbah.. Maaf ya, abi pulang malam. Padahal malam itu abi begitu bahagia sekali karena tahu, besok siangnya kita berempat akan roadshow lagi ke Lampung untuk liburan dan melaksanakan tugas penting menjemput abang Rafif. Tau nggak kalau abang menunggu-nunggu adek lo, dia mau pamerin kalau abang Rafif sudah bisa naik sepedah. Abi juga belum tahu karena yang ngajarin mbah.

Hari itu, setelah adek pergi, abi sama umi berangkat kantor jam setangah 8. Jalanan sepi, jadi meski telat berangkat abi tetap bisa sampaii kantor on time. Seperti biasa abi beraktivitas, hingga telepon dari seorang teman mencari abi. Dalam hati abi berpikir.

"Kenapa ya, tumben abi dicari. Kenapa umi nggak langsung lewat abi"

Abi tetap berpikir positif karena sinyal telepon di kantor memang agak sulit diterima oleh HP abi. Tapi, pasti ada sesuatu yang terjadi entah Bapak Ibu, Mama Papa, atau Abang Adek. Karena nggak biasa umi mencari lewat orang lain ini pasti sesuatu yang penting.

"Nut.. nut" telepon disana nggak ada suara. Tidak ada jawaban.

Abi berinisiatif menelpon balik umi Cici. Dengan harap-harap cemas, karena susah sinyal, abi buru-buru karena sinyal susah. Benar nggak nyambung. Lalu inisiatif pakai fasilitas kantor, oh tidak ada yang angkat. Waktu menunjukkan pukul 10.21. Karena sepertinya penting, abi telepon ke orang rumah pakai HP. Alhamdulillah bisa.

"Abi razan abi.." Terdengar raungan si pengasuh menangis. emmm… pikir abi dalam hati kenapa ya

Pukul 10.23 Abi inisiatif telepon umi untuk menanyakan kenapa? Alhamdulillah tersambung.

"Oh .. Ya Allah…" kata abi dalam hati, terdengar suara menangis diseberang sana. Sama seperti saat menelpon ke pengasuh.

"Abi pulang abi…." Saat itu abi belum bisa berkata-kata. Menangis, itu tidak biasa. Pasti di rumah ada apa-apa dengan Razan. Jatuh kah, kecempur ke empang kah, tertabrak kah…

"Razan anakku sayang kenapa nak." Dalam hati abi sudah bersedih. Sudah terucap "Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun"

Pukul 10.24 untuk meyakinkan, abi telepon pengasuh, meminta agar telepon diberikan ke orang lain. Tapi nihil. Penjelasan tidak jelas.

"Ok, abi pulang ya umi"..

Dalam perjalanan, abi berpikir berbagai kemungkinan termasuk menyiapkan mental Razan sudah pergi. Tapi abi nggak percaya nak, bagaimana kamu bisa pergi terlebih dahulu. Bagaimana abi harus menghadap di depan jasadmu, bagaimana abi harus memandikanmu, bagaimana abi harus menshalatkanmu, abi belum belajar sama sekali. Abi sudah agak lupa pelajaran waktu SMA dulu. Maaf ya nak, abi harus mewalikannya kepada orang lain.

Satu jam kemudian. Abi hampir sampai rumah. Oh ya, nggak ada apa-apa di jalan, abi agak tenang. Tapi abi menguatkan diri. Begitu hampir sampai ke gang dari kejauhan abi lihat, keramaian. Semakin dekat berjarak kurang dari 100 meter terlihat bendera kuning di gang. Jantung abi hampir meledak dan mungkin berhenti berdetak.

Tak percaya, sedih, marah, semua perasaan campur aduk.

Abi langsung berpikir kesepian dan bagaimana harus pulang untuk mengantarkan jasadmu. Harus dikubur dimanakah? Bagaimana cara abi memberitahu ke Opa Oma, Bapak Ibu dan terutama Abang Rafif yang sedang berlibur. Apakah mereka lebih siap dibanding abi nak. Bagaimana nanti ketika umi melihat Razan sudah berbaring. Kami berdua…"Oh God. Apakah benar ini yang terjadi. Apakah saya sedang bermimpi?"

Semua pertanyaan itu hilang begitu abi sampai di depan pintu rumah pengasuh dan melihatmu berbaris di tengah dikelilingi oleh ibu-ibu para tetangga yang berduka atas kepergianmu. Dari jauh abi melihatmu dan keinginan abi hanya satu. Memelukmu.

Hal lain yang segera harus segera abi putuskan adalah memandikanmu, mengkafani, menshalatkan dan langsung menguburkan jasadmu nak. Abi tidak ingin kamu berlama-lama ikut larut dalam kesedihan kami, karena abi tahu kamu sedang tidur. Anak seumuranmu adalah masa-masa indahnya bermain. Untuk itulah abi tidak banyak melarangmu. Abi selalu mengajakmu jalan, bersenang-senang, bermain dan tentunya sambil belajar.

Nak… abi tidak percaya menghadapi ini. Tapi seminggu yang lalu, itu benar-benar terjadi. Kamu sudah jalan terlebih dahulu, pulang memenuhi panggilan Allah tanpa terlebih dahulu berpamitan dengan kami. Abang sangat merindukanmu nak.

Abi baru menyadari, menjadi anak kecil itu tidak mudah. Begitu banyak kewajiban dan perintah yang harus kamu lakukan. Apakah main-main yang selama ini abi ikutkan ke kamu bisa dinikmati dan membuat kamu senang? Apakah kamu sudah cukup bahagia bersama abi nak? Apakah kamu sakit nak? Apalagi yang belum bisa abi penuhi nak? Apa janji abi sayang? Apakah abi ada salah dengan kamu Razan sehingga Razan pergi terlebih dahulu.

"Tidak….Abi harus kuat, ada dua anak lain yang harus abi bimbing hingga dewasa. Allah masih memberikan tugas lain yang penuh tanggung jawab" ucap hati abi menguatkan.

"Razan akan menjadi malaikat penolongmu di hari akhir nanti"

"Razan akan menjadi pelindungmu ketika diriku harus menerima beban berat siksa di akhirat"

"Razan akan membuat keluarga kami di bumi berkumpul lagi di akhirat nanti"

"Razan…" pertanyaan dan kata-kata untuk menguatkan hati abi berhenti ketika abi menghadapi jasadmu nak. Abi langsung melihat wajahmu yang ditutup kain putih. Abi mengecupmu, memandangimu, menyentuh kulitmu yang mulai dingin.

Abi pun harus menghadapi berbagai keputusan-keputusan yang diambil dalam waktu singkat.

Nak, selamat jalan, selamat tidur.

Kami semua menyayangimu sampai akhir hayat kami.

Doa abi untukmu Razan Bachtiar Yafiq:

اَللّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًا لِوَالِدَيْهِ وَذُخْرًا وَشَفِيعًا مُجَابًا اَللّهُمَّ ثَقِّلْ بِهَا مَوَازِيْنَهُمَا وَأَعْظِمْ بِهِ أُجُورَهُمَا وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ سَلَفِ اْلمُؤْمِنِينَ وَاجْعَلْهُ فيِ كَفَالَةِ إِبْرَاهِيْمَ وَقِهِ بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ جَهَنَّمَ

“Ya Allah, jadikan dia mendahului (yang menunggu) kedua orang tuanya, simpanan dan pemberi syafaat yang dikabulkan. Ya Allah, beratkanlah timbangan pahala keduanya dengan (kematian)nya dan besarkanlah pahala keduanya dengan (kematian)nya. ikutkan dia dengan orang shalih generasi terdahulu orang-orang yang beriman. Jadikanlah dia dalam jaminan Ibrahim. Peliharalah dia dengan rahmat-Mu dari siksa Jahanam.”

Tebak-tebakan Ala Razan Januari 6, 2016

Posted by agusdd in science.
add a comment

Anakku sayang. Selamat beristirahat. Bobok panjang ya nak. Ini hari ke-6 adek Razan tidur sendiri tanpa abi umi. Mimpi indah.

Adek tau nggak kalau ternyata adek tu selalu memberi banyak kenangan ke orang-orang dengan tingkah lakumu yang lucu. Meski kecil adek tu suka sekali memberi nasehat. Ada banyak kata-kata favorite dan kalimat yang sering jadi pilihan adek dan diucapkan berulang-ulang. Untuk mmpertegas adek juga pintar memberikan penekanan di sana sini.

Kalau abi, ingat sekali adek tu dalam keseharian memang banyak akal ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan umi, mbah dan uci. Adek pingin selalu menang dan paling benar.

Misalnya soal motor.
"Sekarang giliran adek ikuti. Coba bilang brem brem…. (Suara motor)"
"Ngeeeengggg… Ngeng…" Spontan adek menirukan suara motor balap. Kan yang penting motor. Kami pun sekeluarga tertawa terpingkal-pingkal.

Ditanya soal pulang ke tempat mbah
"Adek besok yang jemput abang di Lampung abi aja ya naik bus?"
"La kenapa?"
"Kan kemarin macet banget. Lama sekali naik kapal. Nggak sampe-sampe. Capek kan?"
"Nggak papa umi. Kan abinya yang capek. Kita tinggal tidur aja di mobil" gelak tawa pun menggelegar sayang. Hiii…

Tebakan angka..
"Abang adek, 5 tambah 2 berapa" tanya abinya..
"Tujuuh…" Dia paling cepat menjawab dan betul, bukan karena tahu tapi karena menebak dan pling sering ditebak kalau nggak angka tujuh angka delapan.

Ngajak beli mainan
"Abi, adek jadi pingin ke Margocity ni".. adek lagi merayu karena di sana ada toys kingdom dan play ground yang biasa dimainkan.

Minta maaf karena salah
"Oh ya, adek lupa…" hanya kata itu yang bisa ia katakan sebagai ganti minta maaf. Nggak tahu kenapa anak ini gengsi buat bilang minta maaf.

Minta mandi
"Adek mau mandinya hanya sama abi" hiks hiks… bikin sedih kalau ingat kata-kata ini dek. Sampai abi hafal banget karena setiap hari adek ucapkan dan abi dengar.

Nggak mau kalah
"Abi bunyi kapal emang gimana. Toot toot.. gitu kan. Masa abang toot tot.." yang ini abi bingung dek sampai sekarang. Adek selalu mnyalahkan pelafalan abang. Emang harus berapa kali ya. Abi hanya bisa bilang, iya betul adek abang atau kadang-kadang iya betul abang adek. Karena buat abi sama aja. Jadi biar nggak berantem cukup berdua aja.

Jarang bersuara kalau main.
Hanya minannya gerak, suara dan cerita nggak ada. Abi tanya aja. Itu min apa. Lalu adek menjawab
"Ini begitu abi.
Ini sedang begini
Abi dinosaurus itu masih ada nggak"
Lalu ngatur-ngatur permainan abang, alias gangguin.

Hewan kebanggaan
"Ini dinosaurus super abi"

Marah ke abang..
"Aahh…. Abang si…"

Sok benar.
"Makanya…." diucapkan dengan nada keras untuk memberi penekanan.

Namanya Tenaga Dalam Juni 17, 2015

Posted by agusdd in science.
add a comment

Saya tidak tahu apa hubungannya tapi sepertinya badan saya ini punya keterkaitan dengan benda-benda elektronik yang saya miliki. Berikut ini tanda-tandanya.

1. Sejak 2006 saya bersentuhan dengan berbagai macem gadget, sudah sering gonta-ganti mulai dari merek abal-abal, barang yang lagi ngetrend pada masanya, sampai bermerek sekelas LG dan Samsung SIII yang nota bene bersaing ketat. Tapi semua nggak ada yang bener, satu cepet hilang kedua selalu masalah teknis kalau ditangan saya. Baik itu mulai dari ngehang, nggak bisa konek internet sampai dicuri ama orang. Istri saya sampai bilang kalau saya sering ngeluh masalah gadget, tanda-tanda mau ganti lagi. Padahal saya nggak ada niatan sama sekali ganti.

2. Saya punya berbagai jenis laptop dan hardisk yang dari jaman kuliah terbilang grade atas pada waktu itu. Tapi ndak pernah awet meski itu tidak saya pakai. HDD ada tiga yang semuanya mati sendiri padahal sangat jarang saya pakai. Begitu pula laptop saya tidak pakai tapi dipinjem tapi laporan laptop yg dipinjem itu dan tidak dipakai katanya tiba-tiba pecah sendiri monitornya. Yang lain dari setiap saya kerja diberbagai perusahaan, saya selalu bisa akrab dengan anak IT perusahaan, kenapa? karena setiap saya bekerja dg laptop atau PC paling sering bermasalah dg koneksi internet. Lagi-lagi saya juga sudah dua kali kehilangan laptop karena dicuri.

3. Saya adalah pengguna kartu yang katanya sampai ke ujung langit juga ada sinyal, tapi entah mengapa meski sudah dipasang ke HP ecek-ecek hingga HP berkelas paling sering tidak bisa koneksi internet. Sampai-sampai saya manyun dan dikira pencuri karena bolak balik ganti HP dan copot baterai. Terlalu banyak gerak di kereta. Meski begitu dari JKT sampai Depok, satu page pun saya tidak bisa buka. Padahal buat chatting bisa. Aneh bin ajaib. Bahkan, pernah ketika itu saya karena belum hafal stasiun mencoba pakai GPS dn google map, hampir saja kesasar karena halaman tidak loading2 dan memberikan posisi yang salah distasiun sebelumnya. Dan malam ini, totaly saya ndak bisa konek internet sama sekali. Sudah dari pagi saya hanya bs koneksi kalau ada wifi… Whats wrong yaaa…. Padahal nggak pernah saya apa-apain. Pulsa dan kuota internet masih oke bahkan melimpah. Sinyal juga bagus. Hmmmmm….

Ini Hal Serius Bukan Bercanda. Nasib Orang Miskin Selalu Dibuat Susah. Desember 9, 2014

Posted by agusdd in science.
add a comment

Perlakuan diskriminatif terhadap orang miskin di negara yang unik ini….
1. Nggak boleh ngutang di bank karena nggak ada jaminan
2. Nggak bisa cari pinjaman modal karena nggak memenuhi syarat
3. Transfer uang kurang dari 100 juta kudu delay 2 jam. Padahal perut dah lapar..
4. Pakai sandal nggak boleh nge-mall
5. Nggak mungkin jadi pengurus desa atau kelurahan karena nggak ada akses apalagi menjadi anggota DPR karena nggak bisa ikut politik-politikan. Jadi tidak bisa menyuarakan apa-apa.
6. Hanya bisa jadi buruh dan suka dimarahin dan dipaksa-paksa
7. Hak-haknya dikebiri baik di kepolisian maupun di pengadilan sungguhan
8. Kasus sandal jepit hingga warisan biasa diributkan karena nggak ada lagi yang bisa diributin
9. Nggak bisa makan dan pendidikan enak apalagi kesehatan
10. Nggak bisa kenal sekolah bagus dan facebookan
11. Kudu hidup di pinggiran, nggak bisa di tengah kota karena mengganggu keindahan. Kadang hidup di trotoar, bingung cari tempat singgah dan lebih banyak hidup ngemper yang pada akhirnyaberlabuh di tempat kumuh dan selanjutnya kawasan digusur lalu ngemper lagi
12. Sering dikibuli ama yang lebih tahu. Dapet jatah uang BLT ama Raskin tapi tetep aja ditilep, banyak tidak terdata sebagai orang miskin. Baguslah .. moga masuk daftar orang kaya. Amin.
13. Nggak boleh masuk komplek untuk ngambil barang bekas
14. Nggak boleh ke RS tapi kudu ke Puskesmas dulu itu pun kalau berani dan bernyali
15. Kemana-mana kudu naik angkutan umum yang muahalnya minta ampun. Kudu gonta-ganti angkot, terlalu banyak rute dilewati dan semuanya bayar yang secara tidak langsung makin memiskinkan si miskin.
16. Pinjem motor kudu isi bensin yang kini tidak disubsidi dan harganya sudah kelewat mahal
17. Bisa pinjem motor tapi nggak boleh lagi lewat jalan utama di Sudirman Thamrin. Kudu mlipir-mlipir.
18. Harus ngambil puteran (U turn) terjauh di banding mobil hanya untuk mencapai tujuan yang sama.
19. Nggak ada lagi parkir motor di gedung-gedung mewah.
20. Ada parkir motor tapi juaaauhnya minta ampun, belum lagi nggak ada penutupnya, kepanasan dan kadang-kadang beli helm bagus dikit ilang.
21. Nggak boleh nglewatin tol, padahal jalur terdekat dan tercepat untuk ke Bandung.
22. Punya motor tapi nggak boleh buat mudik.
23. Motor hanya boleh berdua padahal punya anak … trus anak dikemanain, ditinggal? Kasih ke tetangga, bebysister, atau jalan kaki saja biar bisa rame-rame? Berrati nggak bisa akses kemana-mana. Nggak boleh pergi-pergi dong
24. Haduuehhh…..
25. Silahkan tambah …..

Mengurai Kemacetan Jakarta November 6, 2012

Posted by agusdd in science.
add a comment

Bicara tentang kemacetan saya rasa hal basi di Jakarta ini. Persoalannya bukan karena tidak mau menyelesaikan tapi komitmen dan keseriusan pemerintah dan orang-orang yang katanya pintar itu tidak ada. Entahlah kalau Jokowi mau.

Hari ini saya baca berita di kompas dot com, katanya Jokowi mau kasih trobosan baca ini (http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/05/15273342/JokowiKapolda.Metro.Buat.Terobosan.Urai.Kemacetan?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kpopwp). Mudah-mudahan saja bisa dan orang-orang mulai melek. Saya teringat tulisan saya dulu ketika saya jengkel dengan para pejabat dan tokoh senior juga periset yang saya tanya soal kemacetan. Kala itu mereka jawab "Macet itu bukan prioritas kita untuk meneliti" "Macet itu sudah biasa" dll.

Padahal sebagai orang pintar yang harusnya bisa memberikan solusi, ada sesuatu yang bisa mereka sumbangkan untuk Ibukota Indonesia yang kacau balau itu. Karena jengkelnya saya buat tulisan ini dan sepertinya layak untuk ditulis ulang, nanti kapan2 saya tulis lagi ya:

Pilih Mana Untung atau Rugi

Kali ini saya bicara soal efektivitas, efisiensi, kecepatan dan ketepatan. Empat hal yang mudah dan slalu diucapkan oleh pejabat tapi tidak dipraktekkan.

Ini pengamatan gw :
1. Jakarta kota macet.
– Penyebabnya simpel, lampu merah, angkot berhenti dijalan, mobil parkir sembarangan. Tidak efisien dan rugi triliunan bahan bakar.
– Bisa pakai RFID dn sejenis digabungkan dg lampu merah jg. Motor-mobil tidak lagi pakai plat nomor. Pasang transponder pembaca radius 1-3 km. Jadi siapa saja yg bakal lewat dah ketahuan kan siapa. Termasuk kalau pajak kendaraan mati. Pasang perogram, kecepatan dibawah sekian kena tilang. Berhenti sekian detik kena tilang. Beres kan. Dijamin, nggak perlu polisi disetiap lampu merah, terminal dll. Karena semua sudah otomatis.

2. Joroknya air sungai.
Penyebab : air limah rumah tangga main buang aj ke got, pasar-pasar juga.
Solusi : pasang pipa pembuangan disetiap rumah. Kalau pemda nggak mampu, rakyat suruh tanggung sendiri pipanya. Kan cuman 4 meteran. Pemda buat aja saluran pembuangan utama. Alirin ke PAL. Beres. Dijamin sungai bersih.

3. Sampah menggunung dikota-kota, aduh bau.
Penyebab : ada yang buang sampah sembarangan.
Solusi : Gaji tukang sampah dinaikin setaraf eselon II, kasih asuransi, kasih jaminan kesehatan, tukang sampah harus ditest psikologi dan pengetahuan organiknya. Bikin peraturan buang sampah organik dan anorganik ketat. Dijamin bersih malah menghasilkan duit. Wong sampah bekas makan kalau dikumpulkan dari rumah tangga banyak yg seneng, itu kan bs jadi pupuk dan listrik. Dijual malah laku banget. Sampah plastik juga. Jd kenapa ribet. Nanti orang2 lulusan sarjana dijamin malah cita-citanya jadi tukang sampah.

4. Macet pintu tol.
Penyebab : manualnya bayar tol.
Solusi : Bank Mandiri sudah mengenalkan kan. Cukup pasang alat kayak RFID tadi yg nomor 1. Sudah beres, mobil tinggal lewat aja kan, begitu nglewatin kepotong deh saldonya.

5. Ngantri administrasi, ngantri checkin pesawat dll.
Penyebab : masih manual
solusi : pakai RFID aja kayak tadi di nomor satu. Sudah beres. Pasti bisa wong skrng bank2 sudah mengenalkan kartu pra bayar.

6. Rasio masyarakat akses ke bank rendah
penyebab : KTP yang manual nggak ada artinya. eKTP, cuman jadi alat proyekan, padahal ini bisa langsung atas nama negara dibuatkan menjadi account banking POS misalnya atau ya account sendiri tercatat di bank indonesia. Jd masyarakat bisa nabung dan narik atau transfer digital. Pengoperasiannya cukup pakai sms atau e-KTP ini berlaku ke semua Atm dan geratis. Bank Commonwealth aj bisa transaksi ke ATM mana saja geratis, kenapa BI atau Kominfo atau Kantor Pajak tdk bs menjadikan eKTP sbagai account transaksi.
Solusi : e-KTP jadi salat electronic money yg berlaku untuk semua atas nama account yg tercatat di BI misalnya. Jd dg mudah bs melakukan transaksi apa saja.

7. Rasio pajak rendah hanya 13 persen
Penyebab : masyarakat diribetkan dengan hitungan yang njlibet. Pusing.
Solusi : harusnya e-KTP yg digadang-gadang adalah konsep kartu prabayar sama kayak solusi 6. Cukup satu kartu untuk semua. Tinggal programnya aja dibatasi untuk apa-apa, jadi misal keperluan bayar ya readernya nggak perlu baca sidik jari, retina dll. Jadi nggak perlu ada ketakutan masyarakat, e-KTP bakal disalah gunakan. Buat apa coba. ditjen pajak harusnya inisiatif langsung menghitung berdasrkan account based. Jadi masyarakat setiap bulan Maret nggak perlu lagi lapor PPh, krn setiap gajian/transaksi semuanya sudah langsung kepotong. Begitu juga buat yg jualan.

8. Dan masih banyak lagi.

tolong ya, jangan berpikir ribet dan ini nggak bisa, itu nggak bisa. Anda salah, karena semua teknologi ini sudah ada dan sangat aman. Tinggal mau atau tidak.

Lihat dong bank dah makin maju, teknologi dah makin mobile, Google sudah buat mobil berjalan sendiri tanpa sopir, dompet sudah diganti NFC, Departemen Keamanan Amerika sudah buat serat yang bisa menyimpan memori dirinya sendiri, semua benda-benda sudah makin mikro, dll. Jadi jangan berpikir jadul lagi tapi pikir 30 tahun kedepan.

Bekerja&Mudahnya Melupakan Shalat Oktober 5, 2012

Posted by agusdd in science.
add a comment

Disini saya mau cerita soal pekerjaan yang dianggap berat oleh semua orang. Saking beratnya, banyak diantara mereka yang melupakan shalat, hal terpenting dalam hidup manusia yang tidak boleh ditinggalkan.

Nabi Muhammad SAW sudah berpesan bahwa, dalam kondisi apapun itu, shalat tidak boleh kita tinggalkan. Bahkan ketika perang ataupun sakit parah sampai tidak bisa bergerak lagi pun, shalat adalah satu-satunya kegiatan penting yang tidak boleh terlewatkan. Kalau memang tidak bisa shalat sempurna ya lakukan sebisanya bahkan meski itu cukup dengan kode mata saja.

Tapi dijaman modern ini, shalat itu sepertinya dianggap enteng oleh semua orang. Shalat dianggap sama dengan ibadah lainnya. Bahkan ada yang meyakini, yang penting berbuat baik tidak perlu shalat tidak apa-apa. Banyak juga beranggapan shalat itu cukup dalam hati. Ada pula yang bilang kalau puasa itu lebih utama dibanding shalat. Tidak jarang, muslim berpuasa di bulan Ramadhan tapi dia tidak shalat.

Aneh bin ajaib tapi itulah yang terjadi. Pergeseran prilaku manusia. Demikian pula dengan rutinitas pekerjaan yang notabene sudah wajib dilakukan setiap makhluk. “Nek pingin mamah yo obah artinya Kalau mau makan ya gerak”, itu pepatah Jawa yang pernah saya dengar. Kalimatnya pendek tapi maknanya dalam.

Memang bekerja itu wajib. Kalau tidak bekerja, kita tidak makan. Lucunya, setiap orang itu menganggap bahwa pekerjaan dia adalah yang paling berat dibanding pekerjaan orang lain. Coba kalau… Coba kalau…. Itulah biasanya kalau ada pertanyaan “kenapa kamu tidak shalat?”

Padahal, untuk melakukan shalat itu tidak sampai 5 menit. Tapi kenapa begitu banyak syarat yang diminta manusia. Mau inilah…mau
itulah….begini dulu..begitu dulu…akhirnya nggak shalat-shalat sampai mati.

Tau tidak kalau meski Masjid itu didekatkan sampai ke depan rumahmu, tetap ada saja syarat. “Masih kurang dekat”.

Mau tahu, meski sampai disatukan dengan rumah sekalipun, untuk melaksanakan shalat itu tetap berat. Coba saja buktikan. Sekarang saja banyak orang yang memilih shalat di kamarnya sendiri2. Benar tidak.

Kamu tahu, alasan apapun itu bisa saja dibuat. Kata bapak, lagi ada bayi, nanti gantian sama ibunya. Atau buat si ibu, lagi masak ni, tanggung selesaikan dulu. Padahal rumah dan masjid sudah disatukan. Begitu saja masih ada syarat, apalagi kalau jauhnya sampai 3 km, mungkin seumur hidup tidak akan pernah ke masjid.

Jangan heran kalau banyak yang meninggalkan shalat. Bayangkan saja, mulai dari OB sampai BOS beranggapan waktu itu adalah uang. Ini budaya yang mlintir leher orang untuk mati lebih cepat. Karena waktu yang seharusnya dipakai untuk istirahat, justru malah nyari lemburan.

Sudah seperti diprogram. Otak manusia itu banyak cara untuk membuat alasan. Tukang yang harusnya bisa menyempatkan 5 menit untuk shalat tapi justru lebih mengasyikkan kalau ngrokok dulu. Nanti diburu-buru baru lupa deh shalatnya. Pedagang juga sama, nggak bisa shalat karena dagangannya takut hilang. Untuk sopir juga beralasan “Aduh, nyari penumpang ni”. Kalau bos-bos, sibuk rapat, aduh rapat lagi-rapat lagi. Kerjaan masih numpuk. Istri : aduuuuh, anakku ntar nangis. Pembantu, banyak yang belum bersih ni. Ntar tuan pulang yang bukain pintu siapa. Staf kantoran, banyak kerjaan ni, makan siang aja belum sempet. Kalau siswa, aduuuh, mau les ni ntar nggak keburu, telat lagi. Lagi banyak teman ni, shalat nanti saja. Ya begitulah….

Ada ribuan yang bisa di list masuk daftar alasan. Apapun itu sebenarnya bisa diantisipasi kalau niat untuk shalat ada.

Jangankan untuk shalat, untuk bercinta di jam kantoran aja ada tu yang bisa. Ya syaratnya niat. Kalau niat sudah nggak ada, ya yang ada males.

Tahukah kamu kalau shalat itu amalan utama yang akan ditanya ketika kamu mau masuk surga. Kecuali buat mereka-mereka yang nggak percaya sama Allah SWT, ya tentu nggak akan ambil pusing.

Tapi buat kamu yang muslim, shalat itu utama. Akan percuma nilai ibadah lain sebelum manusia itu menyempurnakan shalatnya. Kamu perlu tahu karena shalat itu perintahnya saja langsung datang dari Allah SWT. Tidak ada perantara. Jadi kenapa kamu tinggal shalat?

Jika kamu ingin tahu apa makna shalat? Allah dan Rasul-Nya dengan kalimat sederhana menggambarkan bahwa “Shalat itu tiang Agama”. Dengan shalat, maka perbuatan baik tercipta dan perbuatan jahat terlampaui (bisa terlewati).

Mau tau makna shalat lebih jauh? Bacalah surat Al Isra dari awal sampai akhir. Surat itu menggambarkan dg jelas bagaimana mulai ada shalat, cerita soal manusia yang tidak tahu berterima kasih kepada Tuhannya, bercerita soal mulanya setan dan Adam, soal langit, soal umat-umat terdahulu, soal kebahagiaan, soal rezeki, soal kemiskinan, soal orang tua yang membunuh anaknya hanya karena takut
miskin,bagaimana kita berprilaku kepada orang tua, jangan sampai berkata “ah”, jangan kt menjadi orang yg suka menghambur-hamburkan harta, bagaimana kt harus berdagang dengan benar, jangan mengurangi timbangan, dan lain sebagainya sampai mengatur dan memperingatkan kita soal zina.

Itulah makna shalat. Bisa disingkat dalam makna pendek, tapi bisa dijabarkan sampai begitu luas dan tercantum dalam Surat Al Isra. Semuanya adalah gambaran dan peringatan. Allah SWT dengan tegas menyebut, manusia itu makhluk yang tidak tahu berterima kasih karena kuatnya godaan syaitan.

Kenapa shalat itu penting, jawabannya satu, karena kita “MANUSIA”. Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh ALLAH SWT. Tentu kita sebagai makhluk ciptaanya harus berterima kasih, karena telah diciptakan. Kalau nggak mau terima kasih y sudah, atau mungkin kamu bukan manusia. Hiii….peace…..

Mimpi Orang Mati dan Melewati Batas Waktu Mei 27, 2012

Posted by agusdd in science.
add a comment

Mimpi kata orang adalah kembangnya tidur. Kata ilmuwan merupakan proses interaksi sel-sel syaraf. Kata ulama mimpi bisa berasal dari Allah dan setan. Dimana kita bisa membedakan bagian-bagiannya?

Dua hari mimpi ini aku sedang berpikir rada aneh. Aku bermimpi dulu masa-masa remaja, lalu aku terbangun tiba-tiba sudah memiliki istri dan anak. Seolah dalam sejenak aku kembali kehidupan masa lalu, lalu loncat lagi kehidupan masa sekarang. Tapi semua seperti nyata, bahkan ketika aku terbangun seolah aku bener-bener lupa, siapa yang ada disekelilingku.

Mimpi lebih aneh lagi, aku bermimpi teman-temanku yang sudah mati mereka mendatangiku lalu bercerita tentang masalah dan kehidupan mereka sebelum mati. Tapi tidak hanya yang sudah mati, beberapa teman yang belum mati pun datang dan menceritakan masalah mereka (herannya yang hadir bukan fisik, tapi jiwanya aja). Dalam mimpi itu semua orang tidak bisa melihat apa yang aku lihat.

Tapi aku terbangun dan kemudian mengingat-ingat mimpi itu. Aku ingat sekali jalan cerita dan masalahnya. Aku terus mengingat-ingatnya agar tidak lupa untuk aku ceritakan pada istriku. Sayangnya semua itu hanya cuman mimpi pula.

Aku terbangun lagi dari mimpi dan aku baru sadar, tadi aku cuman mimpi. Sekarang aku sudah lupa apa yang tadi kumimpikan. Semua terlupa begitu saja sebelum kuceritakan pada istriku.

Jadi aku semakin bingung, apa semua itu hanya mimpi atau sekarang yang justru aku sedang mimpi.

Dalam pelajaran ilmu filsafat dikatakan, kehidupan itu relatif sama seperti pernyataan ilmu pasti yang menyatakan perlakuan objek itu tergantung cara pandang subjeknya. Cara pandang itu misalnya bahwa kehidupan itu nyata bila bisa sesuatu itu bisa disentuh juga dirasakan.

Tapi itu semua terkadang berlaku dalam mimpi. Kadang saya bisa merasakan dan menyentuhnya. Jadi manakan kehidupan kita yang nyata?

Satu hal yang juga tidak saya sempat ingat, apakah mimpi itu berwarna? Karena dulu seingat saya waktu kecil, saya bisa membedakan objek-objek yang saya temui berdasarkan warna dalam mimpi. Sayang ketika dewasa, sekarang tidak lagi. Semua begitu saja terlupa begitu bangun tidur.

Kenapa ATM Tidak Jadi Satu Saja? Mei 20, 2012

Posted by agusdd in science.
add a comment

Pagi-pagi datang ke ATM untuk ambil duit. Heran, sejak kapan ya tempat ATM jadi parkiran private. Masa gue cuman ngambil duit aj dipalakin ama tukang parkir. Perasaan dulu disini nggak ada tukang parkir deh. Bagaimana prosesnya kok bisa jadi ambil duit harus bayar? Ck ck ck…… Bener-bener Indonesia yang aneh.

Hmmm tapi bukan itu yang mau gue bahas. Kali ini temanya soal banyaknya jenis ATM. Dari perspektif orang awam ada pertanyaan yang ingin gue tanya. Kenapa ATM itu nggak jadi satu aj? Bukankah itu lebih memudahkan konsumen dalam bertransaksi. Jawaban orang bank ada banyak kemungkinan : satu, nanti kalau duit abis dan ATMnya nggak jelas lalu siapa yang mau isi dua, transaksinya siapa yang mantau
tiga, biaya jaringan siapa yang bayar
empat, pantauan CCTV masuknya kemana
lima, biaya pemeliharaan siapa yang tanggung
enam, bank-bank yg pertama bikin jaringan wajar dong dapet untung, masa bank-bank baru mau tinggal enaknya nikmati jaringan. Tar bank gue jadinya nggak laku

Sampai saat ini, ada enam alasan yang masuk ke logika gue. Ya kira-kira begitulah jawaban dan alasan yang akan mereka jawab. Alasan ke 6 adalah yang mendasar bagi mereka, karena ATM itu adalah jasa servis plus yang salah satunya dipilih oleh nasabah.

Tapi ATM memang bukan utama. Karena kan sudah ada jaringan bersama dan PRIMA?
Oke, ada 30 ribu lebih jaringan ATM yang bisa dimanfaatkan. Cuman kan kita kalau tarik dari jaringan itu harus bayar 5000 per item, jaringan tertentu malah 25.000.

Ya ini saya tahu, bayaran kan lumayan buat penghasilan banknya. “Ini kan itung-itung gantiin biaya internet plus servis dan pengamanan. Toh berapa yang transaksi dari ATM saya,” kata petugas banknya.

Well, bagi nasabah memang nggak ada salahnya. Toh saya dah nikmati fasilitas dan kemudahan itu. Cuman kalau berpikir lagi, kenapa kok ada bank asing yang mereka menawarkan ke kita pokoknya bebas tarik di ATM mana saja? Bagaimana, kenapa kok mereka bisa ya?

Seharusnya kalau bank itu berpikir customer bases, dan menyebut ATM itu sebagai jaringan dan jadi bagian pelayanan, apalagi plus, ya kita jangan disuruh bayar dong. Kalau begini kan jadinya dari logika nasabah terbalik kan ya? Betul tidak.

“Masa saya sudah nabung di kamu, saya mau narik di ATM jaringan yang katanya joinan sama kamu, kok gue mesti bayar lagi si bank” tanya gue ke bank ini.

Sayang, lagi-lagi jawaban mereka balik lagi ke atas. “Kenapa bank asing bisa?”

“Itu kan bagian strategi marketing mereka biar dapat nasabah disini, kalau nggak kan kalah ama bank lokal dek”

“Kenapa bukannya bank kita yang berpikir terbalik menjadi customer based agar semua ATM itu tarik dimana saja geratis. Kalau begitu kan bank asingnya makin susah hidup disini, biar mereka berpikir ke produk lain”

Belum pernah ada yg menjawab pertanyaan terakhir ini. Mereka rata-rata balik lagi ke jawaban diatas, sehingga kalau ditanya terus jawaban dan pertanyaan hanya berputar-putar saja.

Gue ngelihatnya, bank disini memang seperti tukang parkir tadi. Kita nggak ngapa-ngapain tapi kok dipalakin. Kita yang nabung, duit dimanfaatin ma mereka tapi kok kita mau narik justru dimintain duit.

Hidup dinegeri ini sangat lucu, ada istilah yang selalu jadi joke pada skeretarisku “Susu dinegeri ini sedang diperas, sementara rakyatnya dicekik”

Perlahan namun tidak sadar, kita ada dalam ambang kesengsaraan.

Coba kita pikirkan, kalau saja ATM ini digeratiskan dan semuanya jadi satu, kan itu akan menghemat biaya jaringan, biaya pengamanan, biaya servis, biaya lain-lain yang ditanggung. Coba saja bandingkan.

Apa iya biaya 5000 yang kita bayarkan di ATM bisa mengganti biaya beli ATM itu? Berapa coba beli ATM dan bangunya, paling tidak Rp 200 juta, belum biaya perawatan dll. Emang berapa kali kita narik di ATM jaringa itu, 1, 2, 3…..? Bahkan meski dikonversi dengan 1000 penarik pun, biaya investasi itu belum akan balik modal dalam tempo tahunan.

Berbeda kalau digeratiskan, bank kan tidak harus mengeluarkan biaya ekstra baik itu biaya pemeliharaan seperti AC, listrik, pengamanan dll. Tapi mereka sudah mendapatkan fasilitas plus bagi nasabah. Nasabah pun disini senang dan dengan senang hati nabung.

Kenapa BUMN kita tidak berpikir demikian? Bukankah itu lebih efisien dan mereka akan jadi lebih kompetitif dinegeri sendiri?

Jawabannya mereka sudah berpikir tapi itu tidak bisa terlaksana karena mereka egois. Itulah penyakit orang egois. Miskin hati. Lama-lama mati. Karena selama orang itu egois tidak mendengarkan orang lain, dirinya akan makin ditinggalkan. Simpelnya siapa si yang suka dengan orang sombong?

Ini ni Yang Bikin Lambat eKTP Mei 8, 2012

Posted by agusdd in science.
2 comments

Masyarakat antusiasi sekali dengan eKTP. Undangan jam 8, tapi jam setengah 8 dah pada datang. Alasannya simpel, pingin duluan dan cepet selesai katanya. Eh nggak taunya, sampai jam setengah 9, alat untuk eKTP juga belum datang.

Saya heran, apakah memang petugas pada tidak tahu kalau masyarakat begitu antusias? Apakah mereka juga tidak tahu, begitu waktu semakin siang, masyarakat makin tidak terkendali. Lihatlah mereka yang mulai menumpuk ditengah matahari yang mulai bersinar terik. Apakah para petugas ini juga tidak tahu rasanya tidak enak kalau menunggu.

Lagian undangan buat masyarakat yang jumlahnya ratusan KK kok nggak dibagi per jam si. Bener-bener ngaco ni.

Indonesia Mulai Kropos April 26, 2012

Posted by agusdd in science.
add a comment

tertarik dengan tulisan dimilis. Tulisan ini sungguh benar adanya dan sebenarnya cocok untuk dijadikan bahan diskusi dalam Sidang Kabinet. Harusnya menteri-mentri dan Presiden itu baca tulisan ini. Orang-orang pinter itu juga harusnya mikir masa depan bagaimana nasib anak cucu kita.

Pesan Perjuangan dari seorang Prof. Widjajono Partowidagdo demi Kedaulatan, Kemandirian dan Ketahanan Energi Republik Indonesia:

"Indonesia merupakan negara yang lucu. Pasalnya, Indonesia memiliki sumber energi murah yaitu batubara, tetapi justru batubara tersebut malah diekspor. Sedangkan Indonesia memilih impor Bahan Bakar Minyak (BBM) yang harganya lebih mahal. ”Indonesia negara lucu, ekspor yang murah, tapi impor yang mahal. Orang yang gak kaya minyak tapi pakai yang mahal. Orang miskin kalau pakai yang mahal maka akan susah hidupnya,” tegas Widjajono saat ditemui di Ballroom Hotel Kempinski Jakarta, Jumat (30/3/2012).

Widjajono heran dengan kultur masyarakat Indonesia yang justru bangga dengan jumlah mobil yang banyak meskipun bahan bakarnya masih disubsidi. “Mobil di Singapura itu 5 tahun ganti, tapi di Indonesia malah bangga mobil tambah meskipun BBM-nya disubsidi,” pungkasnya (detikFinance.com, 30/3/12).

Lebih dari itu, negara ini juga pas disebut negara aneh. Pasalnya memang banyak keanehan dalam pengaturan negara ini. Berikut sebagian diantara keanehan yang terjadi di negeri ini:

Pertama, semua orang di dunia akan sangat takjub dengan melimpahnya kekayaan negeri ini. Hampir semua bentuk kekayaan alam ada di negeri ini. Namun anehnya, kekayaan itu tidak bisa membuat rakyatnya hidup makmur. Menurut data BPS: (http://www.bps.go.id/tab_sub/ view.php?tabel=1&daftar=1&

amp;id_ subyek=23&notab=1 ) pada tahun 2011 orang miskin di negeri ini masih ada 11.046.750 orang di kota, ada 18.972.180 orang di desa dan secara total di negeri ini masih ada 30.018.930 orang miskin. Itu pun dengan ukuran garis kemiskinan di kota Rp 253.016,- per bulan, di desa Rp 213.395,- perbulan dan secara gabungan ukuran garis kemiskinan jika pengeluaran Rp 233.740,- perbulan. Orang yang disebut miskin di negeri ini jika pengeluarannya kurang dari Rp 7.790,- perhari. Padahal dengan pengeluaran sebesar itu per hari hanya cukup untuk sekali makan dengan lauk ala kadarnya.

Kedua, dengan melimpahnya kekayaan negeri ini, ternyata pendapatan negeri ini termasuk dari hasil pengelolaan bermacam kekayaan alam itu tidak cukup untuk membiayai belanja negara sehingga kekurangannya ditutup dengan mencari utang baik dari dalam negeri dalam bentuk Surat Berharga Negara dan dari luar negeri. Jumlah utang pada akhir Januari 2012 yang telah mencapai Rp 1837,39 triliun. Jumlah itu jika dibagi dengan jumlah penduduk 239 juta maka tiap orang penduduk temasuk bayi yang baru lahir sekalipun terbebani utang sebesar Rp 7,688 juta.

Keanehan ini makin menjadi. Negara ini sangat patuh dalam membayar cicilan utang pokok dan bunganya tiap tahun. Normalnya, orang berutang itu hanya sementara, sesekali, tidak seterusnya dan punya rencana atau skenario untuk melunasi utangnya. Itu normalnya. Tapi hal itu tak terlihat dalam hal utang negeri ini. Utang seolah menjadi sesuatu yang tetap. Tiap tahun harus ada. Hal itu diantaranya adalah akibat tipuan doktrin anggaran berimbang. Sayangnya terlihat tidak ada rencana atau skenario mengakhiri utang itu. Di dalam Buku Saku Perkembangan Utang Negara edisi Februari 2012 bahkan sudah ada prediksi besaran cicilan utang pokok dan bunga hingga tahun 2055 dan itu bukan akhir dari cicilan utang. Normalnya, utang itu sifatnya emergensi/darurat, tapi anehnya dalam pengelolaan negeri ini, utang justru bersifat baku, tetap dan kontinu. Jelas ini adalah aneh dan abnormal.

Lebih aneh lagi, ternyata cicilan utang selama ini tidak mengurangi jumlah utang. Padahal cicilan utang itu jika diakumulasi sudah melebihi akumulasi utangnya sendiri. Akumulasi pembayaran cicilan utang baik bunga maupun pokok selama 12 tahun antara tahun 2000-2011 mencapai Rp 1.843,10 triliun. Tapi anehnya, jumlah utang negara tidak berkurang tapi justru bertambah. Utang negara per 3 Januari 2012 mencapai Rp 1.837,39 triliun.

Kalau dikatakan utang itu untuk membiayai pembangunan, maka bisa jadi itu bohong besar. Sebab sejatinya utang yang diambil itu adalah untuk membayar cicilan utang. Ambil contoh tahun 2012 ini. Di dalam APBN-P sudah ditetapkan defisit sekitar Rp 190,1 triliun atau 2,23% dengan rencana akan ditutupi dari pembiayaan (utang) dalam negeri sebesar Rp 194,5 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar minus Rp 4,4 triliun (artinya total pinjaman LN berkurang Rp 4,4 triliun). Ternyata jumlah itu habis dan tidak cukup untuk membayar cicilan utang. Di tahun 2012 besarnya cicilan utang mencapai Rp 261,1 triliun (cician pokok Rp 139 triliun dan cicilan bunga Rp 122,13 triliun). Bahkan jika mengacu pada Buku Saku Perkembangan Utang Negara edisi Februari 2012 yang dikeluarkan oleh Ditjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan di halaman 46 disebutkan, pagu APBN-P 2012 untuk pembayaran cicilan utang (pokok dan bunganya) mencapai Rp 322,709 triliun, terdiri dari cicilan pokok utang Rp 200,491 triliun dan cicilan bunga Rp 122,218 triliun. Cicilan pokok utang itu terbagi dalam cicilan pokok pinjaman Rp 47,400 triliun (pinjaman DN Rp 140 miliar dan pinjaman LN Rp 47,260 triliun) dan cicilan pokok Surat Berharga Negara (SBN) Rp 153,091 triliun (SBN Rupiah Rp 152,091 triliun dan SBN Valas Rp 1 triliun). Sementara cicilan bunga Rp 122,218 triliun itu, terdiri dari cicilan bunga pinjaman Rp 17,887 triliun ( bunga pinjaman DN Rp 225 miliar dan bunga pinjaman LN Rp 17,662 triliun) dan cicilan bunga SBN Rp 104,331 triliun (bunga SBN Rupiah Rp 88,278 triliun dan SBN Valas Rp 16,052 triliun). Jadi seluruh utang yang ditarik di tahun 2012 sebenarnya bukan untuk membiayai pembangunan tetapi untuk membayar cicilan utang dan itupun belum cukup dan harus mengurangi alokasi APBN yang seharusnya bisa untuk membiayai pembangunan.

Ketiga, subsidi secara umum khususnya subsidi BBM dirasakan memberatkan pemerintah dan menjadi beban APBN sebab menyedot alokasi APBN. Padahal istilah subsidi BBM itu masih dipertanyakan. Soalnya, istilah subsidi itu seolah pemerintah mengeluarkan uang dari kantongnya untuk dibayarkan kepada rakyat atau untuk nomboki pembelian BBM. Banyak kalangan menilai istilah subsidi BBM itu tidak tepat sebab yang sebenarnya adalah berkurangnya potensi pemasukan kepada kas pemerintah yang berasal dari migas. Soalnya diasumsikan BBM itu dijual ke pasar internasional dengan harga pasar internasional. Namun karena BBM dijual di dalam negeri dengan harga murah di bawah harga pasar internasional, artinya ada potensi pemasukan yang hilang dan itulah yang dinamakan subsidi. Nah jika yang seperti itu dianggap memberatkan pemerintah dan membebani APBN, anehnya, pembayaran cicilan pokok dan bunga utang tidak pernah dianggap memberatkan pemerintah dan membebani APBN. Padahal
jumlahnya jauh lebih besar dari besaran subsidi. Dan pembayaran cicilan pokok dan bunga utang itu artinya uang benar-benar keluar dari kantong pemerintah, dan bukan hanya berkurangnya potensi pemasukan.

Keempat, pemerintah negeri ini begitu ngotot menaikkan harga BBM bersubsidi. Diantara alasannya adalah untuk penghematan. Jika harga BBM dinaikkan, penghematan bisa mencapai Rp 53 triliunan. Anehnya, pemerintah tidak terlihat ngotot menghilangkan anggaran-anggaran yang boros dan lebih berkesan kemewahan. Contohnya, anggaran kunjungan yang lebih bernuansa plesiran yang mencapai Rp 21 triliun, atau anggaran beli baju Presiden, Wapres, Gubernur, Wagub, Bupati/Walikota dan wakilnya, anggaran pembangunan atau renovasi gedung DPR yang sudah bagus, anggaran fasilitas bagi para pejabat, mobil dinas, dsb. Anehnya lagi, pemerintah tidak terlihat ngotot membenahi penggunaan anggaran yang selalu saja penyerapannya numpuk di akhir-akhir tahun yang kemudian rawan pemborosan, inefisiensi, tidak efektif dan rawan diselewengkan. Lebih aneh lagi, pemerintah juga tidak terlihat ngotot memberantas korupsi dan menyita harta koruptor termasuk mengejar uang negara yang
dikemplang dalam kasus Centruy, BLBI dan lainnya?

Kelima, pemerintah bekerja keras meyakinkan bahkan terkesan memaksa rakyat untuk memahami dan menerima rencana kenaikan harga BBM. Anehnya, pemerintah tidak terlihat bekerja keras atau bahkan memaksa kontraktor-kontraktor tambang dan migas agar bagian pemerintah lebih besar lagi atau untuk menaikkan royalti yang harus dibayarkan kepada pemerintah. Sekedar contoh, tak terlihat kerja keras dan paksaan pemerintah kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk menaikkan royalti PTFI sekedar agar sesuai dengan ketentuan PP No 45/2003, yaitu royalti emas 3,75 persen, tembaga 4 persen dan perak 3,25 persen. Bayangkan saja, selama ini royalti yang diterima negara dari PTFI untuk emas 1%, untuk tembaga 1,5% (jika harga kurang dari US$ 0.9/pound) sampai 3.5% (jika harga US$ 1.1/pound) dan untuk perak 1,25 %. Hal yang kurang lebih sama juga terjadi pada kontrak karya atau kontrak bagi hasil pertambangan lainnya.

Keenam, Pemerintah berkeluh kesah dan merasa berat harus mensubsidi BBM untuk rakyat dengan jalan menjual BBM kepada rakyat di bawah harga internasional. Karenanya subsidi BBM harus dikurangi atau bahkan dihilangkan alias BBM harus dijual mengikuti harga pasar internasional. Dengan itu akan didapat penghematan Rp 53 triliunan pertahun. Menjual BBM kepada rakyat dengan harga murah dianggap pemerintah sebagai beban. Anehnya, gas dijual ke Cina dengan harga super murah, tapi pemerintah tidak pernah berkeluh kesah dan merasa berat.

Padahal menurut anggota BPH Migas, A. Qoyum Tjandranegara, potensi kerugian negara tahun 2006-2009 mencapai 410,4 T. Itu sama saja mensubsidi rakyat Cina Rp 100 triliunan lebih pertahun. Belum lagi ditambah kerugian tak langsungnya akibat PLN tidak bisa mendapat gas karena dijual ke luar negeri dan PLN harus memakai BBM yang harganya mahal sehingga PLN harus mengeluarkan biaya lebih banyak sekutar 37 triliun pertahun. Aneh sekali, pemerintah merasa sangat berat hati mensubsidi rakyatnya, pada saat yang sama pemerintah sama sekali tidak merasa berat bahkan merasa senang mensubsidi rakyat negara lain yaitu rakyat Cina."

(dikutip dari pidato, keynote speech, narasumber dan wawancara di berbagai acara)
* dikutip dari FB Bambang Supono

DP Motor Sekarang Minimal 25%, Mobil 30% Maret 16, 2012

Posted by agusdd in science.
add a comment

Nggak tahu harus asik atau wah ni. hee… BI keluarkan kebijakan baru, DP motor sekarang minimal 25% dari nilainya. Aturan ini tertuang dalam surat edaran di humasnya dengan No.14/6/PSHM/Humas. Nah kalo surat resminya baca aja keterangan ini ya :

Dalam rangka meningkatkan kehati-hatian Bank dalam pemberian KPR dan KKB serta untuk memperkuat ketahanan sektor keuangan, Bank Indonesia mengatur besaran Loan To Value (LTV) untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Down Payment (DP) untuk Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Ketentuan ini tertuang dalam Surat Edaran Bank Indonesia No.14/10/DPNP tanggal 15 Maret 2012 tentang Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang melakukan Aktivitas Pemberian Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Kendaraan Bermotor.

Rasio LTV, yakni angka rasio antara nilai kredit yang dapat diberikan oleh Bank terhadap nilai agunan pada saat awal pemberian kredit, ditetapkan maksimal 70%. Ruang lingkup KPR yang dimakud meliputi kredit konsumsi kepemilikan rumah tinggal, termasuk rumah susun atau apartemen namun tidak termasuk rumah kantor dan rumah toko, dengan tipe bangunan lebih dari 70 m2 (tujuh puluh meter persegi). Pengaturan mengenai LTV dikecualikan terhadap KPR dalam rangka pelaksanaan program perumahan pemerintah.

Sementara itu, untuk DP bagi KKB ditetapkan sebagai berikut (i) Untuk Roda Dua minimal DP sebesar 25%, (ii) Roda Empat minimal DP 30%, dan (iii) Roda Empat untuk keperluan produktif minimal DP 20%. Penjelasan untuk keperluan produktf sesuai pengaturan Surat Edaran, adalah, bila memenuhi salah satu syarat sebagai berikut (a) Merupakan kendaraan angkutan orang atau barang yang memiliki izin yang dikeluarkan oleh pihak berwenang untuk melakukan kegiatan usaha tertentu, atau (b) badan hukum yang memiliki izin usaha tertentu yang dikeluarkan oleh pihak berwenang dan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dari usaha yang dimiliki.

Penetapan DP lebih rendah untuk kendaraan bermotor yang bersifat produktif bertujuan untuk mewujudkan keberpihakan kepada pihak-pihak yang memanfaatkan kredit kendaraan bermotor yang secara resmi digunakan untuk kegiatan produktif namun tetap mempertimbangkan aspek prudential.

LTV atau DP yang dipersyaratkan dihitung berdasarkan nilai perikatan agunan. Besaran LTV untuk KPR maupun DP untuk KKB tersebut, akan disesuaikan dari waktu ke waktu dengan memperhatikan kondisi perekonomian terkini.

Terhitung sejak penetapan ketentuan, Bank Indonesia memberikan masa transisi ketentuan selama3 (tiga) bulan. Waktu tersebut dianggap memadai bagi Bank untuk melakukan penyesuaian Standard Operating Procedures (SOP), sosialisasi, serta penyesuaian pelaporan ke Bank Indonesia. Setelah masa transisi, seluruh KPR dan KKB harus diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pengenaan sanksi diberikan kepada bank yang melanggar ketentuan tersebut di atas berupa pengenaan sanksi adminsitratif sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/25/PBI/2009 tanggal 1 Juli 2009 mengenai Penerapan manajemen Risiko.

Direktorat Perencanaan Strategis

Benerkah Itu Siti? Kuatkan Hatimu Nak… Maret 8, 2012

Posted by agusdd in science.
add a comment

Saya dulu merasa bahwa hidupku sudah cukup susah. Tapi membaca tulisan ini, kini aku merasa bahwa kehidupanku dulu sudah sangat mapan sekali. Tidak tega dengan nasib Siti yang hanya diupah Rp 2000 per hari.

Siti Bocah Yatim Tangguh: Jualan Bakso dengan Upah Rp. 2000,- Sehari

Sore kemarin – Selasa, 06 Maret 2012 – saya pulang kantor rada “tenggo”, jadi sampai di rumah jam 17.30-an, saya sempat nonton acara “Orang-Orang Pinggiran” di Trans7. Dada saya sesak menyaksikannya, air mata saya meleleh tanpa bisa ditahan, tak mampu berkata-kata. Siti, seorang bocah yatim yang ditinggal mati ayahnya sejak usia 2 tahun. Kini Siti berumur 7 tahun. Sehari-hari sepulang sekolah Siti masih harus berkeliling kampung menjajakan bakso. Karena ia masih anak-anak, tentu belum bisa mendorong rombong bakso. Jadi bakso dan kuahnya dimasukkan dalam termos nasi yang sebenarnya terlalu besar untuk anak seusianya. Termos seukuran itu berisi kuah tentu sangat berat.

Tangan kanan menenteng termos, tangan kiri menenteng ember plastik hitam berisi mangkok-mangkok, sendok kuah, dan peralatan lain. Dengan terseok-seok menenteng beban seberat itu, Siti harus berjalan keluar masuk kampung, terkadang jalanannya menanjak naik. Kalau ada pembeli, Siti akan meracik baksonya di mangkok yang diletakkan di lantai. Maklum ia tak punya meja. Terkadang jika ada anak yang membeli baksonya, Siti ingin bisa ikut mencicipi. Tapi ia terpaksa hanya menelan ludah, menahan keinginan itu. Setelah 4 jam berkeliling, ia mendapat upah 2000 perak saja! Kalau baksonya tak habis, upahnya hanya Rp. 1000,- saja. Lembaran seribuan lusuh berkali-kali digulung-gulungnya.

1331091281124040975913310913341232784161

Sampai di rumah, Siti tak mendapati siapapun. Ibunya jadi buruh mencangkul lumpur di sawah milik orang lain. Tak setiap hari ia mendapat upah uang tunai. Terkadang ia hanya dijanjikan jika kelak panenan berhasil ia akan mendapatkan bagi hasilnya. Setiap hari kaki Ibunda Siti berlumur lumpur sampai setinggi paha. Ia hanya bisa berharap kelak panenan benar-benar berhasil agar bisa mendapat bayaran.

Hari itu Siti ingin bisa makan kangkung. Ia pergi ke rumah tetangganya, mengetuk pintu dan meminta ijin agar boleh mengambil kangkung. Meski sebenarnya Siti bisa saja langsung memetiknya, tapi ia selalu ingat pesan Ibunya untuk selalu minta ijin dulu pada pemiliknya. Setelah diijinkan, Siti langsung berkubang di empang untuk memetik kangkung, sebatas kebutuhannya bersama Ibunya. Petang hari Ibunya pulang. Siti menyerahkan 2000 perak yang didapatnya. Ia bangga bisa membantu Ibunya. Lalu Ibunya memasak kangkung hanya dengan garam. Berdua mereka makan di atas piring seng tua, sepiring nasi tak penuh sepiring, dimakan berdua hanya dengan kangkung dan garam. Bahkan ikan asin pun tak terbeli, kata Ibunda Siti.

133109139978849097013310914672005337386

Bayangkan, anak sekecil itu, pulang sekolah menenteng beban berat keliling kampung, tiba di rumah tak ada makanan. Kondisi rumahnya pun hanya sepetak ruangan berdinding kayu lapuk, atapnya bocor sana-sini. Sama sekali tak layak disebut rumah. Dengan kondisi kelelahan, dia kesepian sendiri menunggu Ibunya pulang hingga petang hari.

Sering Siti mengatakan dirinya kangen ayahnya. Ketika anak-anak lain di kampung mendapat kiriman uang dari ayah mereka yang bekerja di kota, Siti suka bertanya kapan ia dapat kiriman. Tapi kini Siti sudah paham bahwa ayahnya sudah wafat. Ia sering mengajak Ibunya ke makam ayahnya, berdoa disana. Makam ayahnya tak bernisan, tak ada uang pembeli nisan. Hanya sebatang kelapa penanda itu makam ayah Siti. Dengan rajin Siti menyapu sampah yang nyaris menutupi makam ayahnya. Disanalah Siti bersama Ibunya sering menangis sembari memanjatkan doa. Dalam doanya Siti selalu memohon agar dberi kesehatan supaya bisa tetap sekolah dan mengaji. Keinginan Siti sederhana saja : bisa beli sepatu dan tas untuk dipakai sekolah sebab miliknya sudah rusak.

1331091560153848346

(Siti di depan rumahnya yang -maaf – mirip kandang kambing)

Kepikiran dengan konsidi Siti, dini hari terbangun dari tidur saya buka internet dan search situs Trans7 khususnya acara Orang-Orang Pinggiran. Akhirnya saya dapatkan alamat Siti di Kampung Cipendeuy, Desa Cibereum, Cilangkahan, Banten dan nomor contact person Pak Tono 0858 1378 8136.

Usai sholat Subuh saya hubungi Pak Tono, meski agak sulit bisa tersambung. Beliau tinggal sekitar 50 km jauhnya dari kampung Siti. Pak Tono-lah yang menghubungi Trans7 agar mengangkat kisah hidup Siti di acara OOP. Menurut keterangan Pak Tono, keluarga itu memang sangat miskin, Ibunda Siti tak punya KTP. Pantas saja dia tak terjangkau bantuan resmi Pemerintah yang selalu mengedepankan persyaratan legalitas formal ketimbang fakta kemiskinan itu sendiri. Pak Tono bersedia menjemput saya di Malimping, lalu bersama-sama menuju rumah Siti, jika kita mau memberikan bantuan. Pak Tono berpesan jangan bawa mobil sedan sebab tak bakal bisa masuk dengan medan jalan yang berat.

Saya pun lalu menghubungi Rumah Zakat kota Cilegon. Saya meminta pihak Rumah Zakat sebagai aksi “tanggap darurat” agar bisa menyalurkan kornet Super Qurban agar Siti dan Ibunya bisa makan daging, setidaknya menyelematkan mereka dari ancaman gizi buruk. Dari obrolan saya dengan Pengurus Rumah Zakat, saya sampaikan keinginan saya untuk memberi Siti dan Ibunya “kail”. Memberi “ikan” untuk tahap awal boleh-boleh saja, tapi memberdayakan Ibunda Siti agar bisa mandiri secara ekonomi tentunya akan lebih bermanfaat untuk jangka panjang. Saya berpikir alangkah baiknya memberi modal pada Ibunda Siti untuk berjualan makanan dan buka warung bakso, agar kedua ibu dan anak itu tidak terpisah seharian. Siti juga tak perlu berlelah-lelah seharian, dia bisa bantu Ibunya berjualan sambil belajar.

1331091644515738002

(alagkah lebih baik kalau Siti bisa melayani pembeli di warung bersama Ibunya, jadi dia tak perlu kelelahan seharian)

Mengingat untuk memberi “kail” tentu butuh dana tak sedikit, pagi ini saya menulis kisah Siti dan memforward ke grup-grup BBM yang ada di kontak BB saya. Juga melalui Facebook. Alhamdulillah sudah ada beberapa respon positif dari beberapa teman saya. Bahkan ada yang sudah tak sabar ingin segera diajak ke Malimping untuk menemui Siti dan memeluknya. Bukan hanya bantuan berupa uang yang saya kumpulkan, tapi jika ada teman-teman yang punya putri berusia 7-8 tahun, biasanya bajunya cepat sesak meski masih bagus, alangkah bermanfaat kalau diberikan pada Siti.

Adapula teman yang menawarkan jadi orang tua asuh Siti dan mengajak Siti dan Ibunya tinggal di rumahnya. Semua itu akan saya sampaikan kepada Pak Tono dan Ibunda Siti kalau saya bertemu nanti. Saya menulis artikel ini bukan ingin menjadikan Siti seperti Darsem, TKW yang jadi milyarder mendadak dan kemudian bermewah-mewah dengan uang sumbangan donatur pemirsa TV sehingga pemirsa akhirnya mensomasi Darsem. Jika permasalahan Siti telah teratasi kelak, uang yang terkumpul akan saya minta kepada Rumah Zakat untuk disalurkan kepada Siti-Siti lain yang saya yakin jumlahnya ada beberapa di sekitar kampung Siti.

Mengetuk hati penguasa formal, mungkin sudah tak banyak membantu. Saya menulis shout kepada Ibu Atut sebagai “Ratu” penguasa Banten ketika kejadian jembatan ala Indiana Jones terekspose, tapi toh tak ada respon. Di media massa juga tak ada tanggapan dari Gubernur Banten meski kisah itu sudah masuk pemberitaan media massa internasional. Tapi dengan melalui grup BBM, Facebook dan Kompasiana, saya yakin masih ada orang-rang yang terketuk hatinya untuk berbagi dan menolong. Berikut saya tampilkan foto-foto Siti yang saya ambil dari FB Orang-Orang Pinggiran. Semoga menyentuh hati nurani kita semua.

13310919691903277585

(termos penuh berisi kuah bakso tentu tidak ringan untuk ukuran anak seusia Siti)

TAMBAHAN :

Setelah tulisan ini tayang 1,5 jam, melihat respon pembaca dan ada yang ingin langsung memberikan bantuan, saya dengan senang hati sekaligus berterimakasih atas respon teman-teman.

Jika ada yang ingin langsung bertemu Siti, anda bisa menghubungi Pak Tono yang akan mengantar ke lokasi kampung Siti. No HP sudah saya tulis di atas, alamat lengkap ini : Kampung Cibobos 02/05, Desa Karangkamulyan, Kec. Cihara, Kabupaten Lebak, Banten Selatan. Kode pos 42391.

Semua kiriman paket, wesel, dll melalui Pak Tono, sebab Siti tidak bisa mengambil karena Ibunya tak punya KTP dan identitas diri lainnya sebagai bukti persyaratan pengambilan.

Demikian info tambahannya.

Sumber foto :

http://www.facebook.com/pages/ORANG-PINGGIRAN-TRANS7/224861154196102?sk=wall

Kau Cantik Hari Ini Februari 14, 2012

Posted by agusdd in perkawinanku.
Tags:
add a comment

Lagu adalah ungkapan cinta yang cepat kena. Kalimatnya tidak panjang, cukup singkat tapi maknanya dalam. Lebih singkat lagi penggunaan tiga kata berikut ini. I Love You.

Lama Sudah Tak Kulihat
Kau Yang Dulu Kumau
Kadang Ingat Kadang Tidak
Bagaimana Dirimu

Reff:
Kau Cantik Hari Ini
Dan Aku Suka
Kau Lain Sekali
Dan Aku Suka

Entah Ada Angin Apa
Kau Berdiri Disana
Berhenti Aliran Darahku
Kau Menatap Mataku

Back To Reff

Tak Kan Kubiarkan Lagi
Kau Menghilang Dari Kehidupanku
Oo..yeaa…

***Dedicated to my wife😀

Pekerjaan Apa yang menarik? Januari 28, 2012

Posted by agusdd in pengalaman, Psikologi.
add a comment

Pertanyaan ini dulu sering aku tanyakan baik pada teman-teman maupun sama orang tuaku. Jawabnya relatif. Beda orang, beda kesukaan, memang bakal beda jawaban. Saya kebetulan aj sering ngobrol sana sini dan mewawancarai mereka. Jadi hari ini mau sharing aj sepenggal kesan yang saya peroleh.

– Komisaris, menurut gue ini jabatan paling menyenangkan. Kerjaannya hanya haha hihihi, tapi gajinya besar. Coba aja lihat di laporan keuangan perusahaan. Wah wah, tunjangannya bo, mulai dari ratusan hingga miliaran. Padahal namanya komisaris kan kayak cuman ngasih pengarahan ya. Bahkan jarang ngantor. Isinya cuman menghadiri rapat doang. Betul nggak si, soalnya gue belum pernah jadi komisaris (cuman ngebayang aja). Haaa…. Sampai ada joke begini “Tolong ya, mereka jangan sampai tau pekerjaan kita, kalau tau kita hanya haha hihi, pasti mereka akan minta juga”😀

– Anggota Dewan. Ini pekerjaan musiman. Tapi duitnya banyak. Kerjanya ya hanya rapat dan nasehati orang. Ngomong ngalor-ngidul, tandatangan, selesai dapat duit. Jalan-jalan ke daerah dan luar negeri juga dibiayai oleh orang lain. Wah bener-bener bos deh. Mirip ama komisaris, cuman kalo ini lebih berkuasa lagi. Bahkan komisaris ama pemerintah aja bisa dipanggil n dimarahi. Tapi cuman 5 tahunan cuy, ya lumayanlah paling nggak bisa dapet rumah dan mobil miliaran. Kuncinyanya cuman kudu jago ngecap doang kok.

– Tukang pijit. Eh bukan pijit plus ya. Beneran pijit biasa ni. Enaknya karena bisa sesuka hati mijit orang. Mulai dari Presiden ampe artis terkenal dengan yang mulus-mulus itu, bisa kita pijit. Bahkan, polisi aja takluk ama tukang pijit. Mau digebukin kek, diuyel-uyel kek. Aduh, suka-suka kita deh. Bahkan hanya tukang pijit yang bisa tempeleng kepala Presiden. Hiii….. Bayarannya juga amoy (tapi kalo level atas ya, apalagi yang plus). Bahkan kalo pemijitnya cewek ni, yang aduhai dan plus plus, hah bakal tercengang deh dengan
penghasilannya. Mereka bahkan kerja dibayar perjam.

– Penyanyi. Ini pekerjaan hobi. Asal kamu nggak fales, bisa
mentenarkan diri, dijamin bakal hepi dengan uang melimpah. Kemana-mana geratis dan selalu banyak order. Lihat aja ayu ting ting. Dalam sekejap tenar, duit melimpah. Sekali manggung berapa tu. Nah, kalo artis juga enak tapi dikit. Soalnya mereka kerjanya lumayan capek, kejar target dan kadang harus malem-malem. Emang si duitnya banyak.

– Sopir. Pekerjaan paling santai. Ya kan cuman nyopirin bos aj. Coba kalo bos dah ngantor, kan kita nganggur, bahkan bisa aja kerja sampingan kalo pinter. Jualan juga bisa. Tapi jangan sopir angkot ya, ini sopir bos aj yang saya maksud. Ya, gajinya standar si, tapi gaulnya bebas dan kemana-mana diajak.

– Wiraswasta bunga. Hidup orang-orang ini cerah dan selalu gembira. Orderan datang sendiri dan banyak lagi. Udah kayak hidup disurga aja deh. Apalagi pas ngerangkai bunga sambil dengerin musik. Wah, gile bo, kayak mau melayang aja.

– Desainer dan arsitek. Ini adalah pekerjaan hobi. Sekali gambar, jutaan. Sekali dapet duit bisa untuk hitungan tahun. Kerjanya santai. Keliling dunia untuk cari inspirasi. Ketemu cewek-cewek cantik. Bisa jadi model juga tu.

– Wartawan. Pekerjaan paling independen. Nggak boleh ada yang ngatur. Lebih tinggi jabatannya dari seorang bos bahkan menteri, cuman presiden aja yang nggak bisa ditakhlukin. Mau ngecap sana sini diperhatiin orang. Bisa hidup bebas se bebas-bebasnya. Kerjaan semua bisa diatur. Kalo ini gajinya jangan diharap, kecil sekali. Nggak sebanding ama pekerjaan yang menyenangkan diatas.

– Guru. Paling menyenangkan ni. Terserah mau apa, suka-suka guru. Bahkan kalo PNS apalagi, kadang jarang masuk, bisa titip ama temen, dll. Hari liburnya, wah buuuuanyak sekali. Minta ampun deh.

– Profesor dan guru besar. Jelas ini kudu orang-orang pinter makanya nggak heran omongannya diperhatiin orang. Penghasilannya besar bukan dari pekerjaan utama, tapi lebih pada sampingannya. Kerjanya kasih masukan dan nashetain bos, bahkan presiden. Cakep bener deh.

– Penjaga bioskop. Sebenarnya gue nggak mau masukin ini karena jarang bersentuhan dengan mereka. Tapi kok katanya asik, abis kerjaanya cuman nonton film aja. Jadi suasananya lebih pada film apa yang ditonton. Hee.e….. Kalo gajinya si, so pasti standar. Ya cukup buat makan, minum dll, he.

– Presenter tapi yang jalan-jalan. Hoho… Ya begitu deh, kalo ini kan bisa dilihat ditipi-tipi, jadi nggak perlu dijelasin. Yang jelas kalo mereka jalan itu bisa diatas 3 hari. Bisa kayak liburan aja tu. Duit jelas banyak wong banyak sponsor.

Mungkin itu dulu. Soalnya yang keinget baru itu. Hee…

How to sync google calendar with the Nokia Januari 24, 2012

Posted by agusdd in IT, lintas blog.
1 comment so far

Bagaimana cara sinkronisasi kalender google dengan nokia? itu pertanyaanku dulu. Sinkronisasi ini kuanggap penting karena banyak agenda yang harus kujadwalkan tanpa bisa menulisnya manual lagi. Sinkronisasi kalender juga perlu karena saya mulai gampang lupa, sehingga dengan kalender ini kita bisa dibantu dingatkan. Lebih penting sinkronisasi perlu dilakukan karena mode pengingatnya bisa diatur dua cara yakni dingatkan melalui email atau Pop up di layar ponsel.

Berulang kali mencoba sinkronisasi kalender google dengan kalender nokia. Awalnya coba ini itu berhasil, tapi tiba-tiba ngadat lagi. Sekarang pakai emoze saja, lebih mudah dan praktis. Selain bisa sinkronisasi kalender google, kita juga bisa sinkronisasi kontak juga email gmail. Lebih menguntungkan lagi, program ini geratis.

Tapi selain itu, kita juga bisa memanfaatkan Mail for Exchange (MfE) bawaan nokia. Untuk referensi dan caranya bisa diikuti sesuai dengan cara berikut ini. Selain cara pertama, ada juga cara lain pada fitur kedua. Saya sudah Test bagaimana cara sinkronisasi kalender google ini di Nokia E5. Its works. Tks to Nokia Forum. (lebih…)

Bacalah!!! Wasiat Terakhir Nabi Muhammad Januari 20, 2012

Posted by agusdd in science.
2 comments

Ali bin Abi Tholib ra berkata : Ketika telah turun surat An Nashr, Rasulullah saw sakit dan pada hari kamis Rasulullah keluar dengan kepala yang diikat. Kemudian naik diatas mimbar dan duduk diatas mimbar dengan muka yang pucat dan airmata yang berlinang. Lalu memanggil Bilal dan menyuruhnya berseru di Madinah mengajak orang – orang supaya berkumpul untuk mendengar dan menerima wasiyat Nabi saw sebagai wasiyat yang terakhir.

Maka berkumpullah semua penduduk Madinah, kecil, besar, laki – laki, dan perempuan sehingga mereka tinggalkan rumah terbuka dan pasar kosong, serta tidak ketinggalan gadis – gadis pingitan sama – sama keluar untuk mendengarkan wasiyat Rasulullah saw sehingga penuhlah masjid. Nabi saw berkata : “Berilah kesempatan kepada orang – orang yang di belakang supaya masuk.”

Kemudian Nabi saw berdiri sambil menangis dan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, lalu memuji syukur kepada Allah sebagaimana lazimnya dan membaca sholawat untuk semua Nabi juga pada dirinya.

Lalu bersabda : “Aku Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththolib bin Hasyim bangsa Arab kelahiran haram Mekkah yang tiada nabi sesudahku. Hai semua manusia, diriku ini telah diberitakan akan mati, telah dekat akan meninggalkan dunia ini dan aku telah rindu kepada Tuhanku, maka alangkah sedihnya meninggalkan ummatku, apakah yang mereka katakan kelak sepeninggalku, ya Allah selamatkan, selamatkan".

"Hai manusia, dengarlah wasiyatku, perhatikan dan ingat – ingatlah, yang hadir harus menyampaikan kepada yang tidak hadir. Karena ini wasiyatku yang terakhir kepada kamu".

"Hai manusia, Allah telah menerangkan kepada kamu dalam kitab yang diturunkanNya, apa yang halal dan yang haram, yang harus kamu lakukan dan yang kamu tinggalkan, maka gunakanlah yang halal, tinggalkanlah yang haram, percayalah pada yang mutasyabih, laksanakan yang muhkam (tegas) dan jadikan sebagai peringatanmu yang berupa contoh – contoh itu”.

Nabi saw melihat ke langit sambil berkata : “Ya Allah saya telah menyampaikan maka saksikanlah".

"Hai manusia, awaslah kamu dari hawa nafsu yang sesat menyesatkan yang jauh dari tuntunan rahmat Allah dan surga, bahkan dekat kepada neraka. Hendaklah kamu menjaga jama’ah (persatuan) dan istiqomah (tetap lurus) karena ini dekat kepada Allah dan surga, jauh dari api neraka".

"Ya Allah saya telah menyampaikan".

"Hai manusia, takutlah kapada Allah, takutlah kepada Allah dalam menjaga agama dan amanat yang diamanatkan kepadamu. Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah dalam memelihara budak – budakmu, berilah mereka makan dari apa yang kamu makan, pakaian dari apa yang kamu pakai dan jangan memaksa mereka apa yang mereka tidak kuat, karena mereka itu juga tercipta dari daging dan darah, makhluk yang sama seperti kamu, ingatlah yang aniaya pada mereka, maka akulah lawannya pada hari kiamat dan Allah hakimnya."

"Takutlah kepada Allah dalam memelihara istri, tepatilah mahar mereka dan jangan menganiaya mereka niscaya kamu akan diharamkan dari hasanat – hasanatmu di hari kiamat. Ingatlah saya telah menyampaikan."

"Hai manusia, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, ajarkan kepada mereka akhlak sopan santun, sebab mereka ditanganmu bagaikan tawanan dan amanat, ingatlah saya telah menyampaikan."

"Hai manusia, patuhlah pada pemerintahmu dan jangan menentang mereka meskipun dari turunan budak Habasyi yang terpotong hidungnya, sebab yang patuh pada amir itu berarti ta’at padaku, siapa yang taat padaku berarti taat kepada Allah dan siapa yang menentang mereka berarti menentang aku dan siapa yang menentang aku berarti ma’siyat kepada Allah."

"Ingatlah jangan keluar dari mereka dan jangan memutuskan janjimu pada mereka. Ingatlah saya telah menyampaikan."

"Hai manusia, hendaklah kamu cinta pada keluargaku, ahli – ahli Al Qur’an dan cinta pada ulama – ulamamu, jangan kamu membenci atau hasud kepada mereka, jangan kamu menghina kepada mereka, ingatlah siapa yang cinta kepada mereka berarti cinta kepadaku, siapa yang cinta padaku maka cinta kepada Allah dan siapa yang benci pada mereka berarti benci padaku, siapa benci padaku maka benci kepada Allah. Ingatlah saya telah menyampaikan."

"Hai manusia, jagalah sholat lima waktu dengan menyempurnakan wudhu’, menyempurnakan ruku’ dan sujudnya."

"Hai manusia, keluarkan zakat hartamu, ingatlah siapa yang tidak mengeluarkan zakat, maka tidak dianggap sholatnya, tidak beragama, tidak dianggap puasa, haji dan jihadnya."

"Ya Allah saya telah menyampaikan."

"Hai manusia, sungguh Allah telah mewajibkan haji pada orang yang kuasa melakukan perjalanannya dan siapa yang tidak melaksanakannya, boleh pilih apakah akan mati yahudi, nasrani atau majusi, kecuali jika ia berudzur penyakit yang menahannya atau raja yang dzalim. Ingatlah bahwa ia tidak akan mendapat syafa’atku dan tidak akan minum dari haudh (telaga)-ku. Ingatlah saya telah menyampaikan."

"Hai manusia, sesungguhnya Allah akan mengumpulkan kamu pada hari kiamat di suatu lapangan dalam kedudukan yang sangat berat, mengerikan, pada hari yang tidak berguna harta atau anak buah, kecuali orang yang menghadap kepada Allah dengan hati yang suci bersih dari syirik, ingatlah saya telah menyampaikan."

"Hai manusia, jagalah lidahmu, tangiskan matamu, tundukkan hatimu, letihkan badanmu, berjihadlah melawan musuhmu, makmurkan mesjidmu, ikhlaskan imanmu, nasihatilah teman – temanmu, berbuatlah kebaikan untuk dirimu, jagalah kemaluanmu, bersedekahlah dari hartamu, jangan hasud menghasud niscaya akan hilang hasanatmu dan janganlah ghibah (menyebut aib orang lain) niscaya binasa kamu. Ingatlah saya telah menyampaikan."

"Hai manusia, berusahalah kamu untuk memerdekakan budak – budakmu dan berbuatlah kebajikan untuk hari kebutuhan dan hajatmu."

"Hai manusia, jangan menganiaya sebab Allah sendiri yang akan menuntut terhadap siapa yang kejam aniaya, kamu yang menanggung perhitunganmu dan kepada Allah kamu akan kembali, Allah tidak rela jika kamu berbuat ma’siyat."

"Hai manusia, sesungguhnya siapa yang berbuat kebajikan maka untungnya untuk dirinya sendiri, begitu pula sebaliknya jika berbuat kejahatan maka ditanggung sendiri, dan Tuhan tidak menganiaya pada hamba – hambanNya. Jagalah dirimu dari hari dimana kamu dihadapkan kepada Allah, kemudian tiap orang akan dibalas atas segala amal usahanya dan mereka tidak dianiaya."

"Hai manusia, sesungguhnya saya akan menghadap kepada Tuhanku dan saya telah diberitahu akan meninggal karena itu saya titipkan kamu kepada Allah yaitu agama dan amanatmu."

"Wassalamu alaikum hai para sahabatku dan semua ummatku. Wassalamu alaikum warohmatullah wabarokatuh”.

Kemudian beliau turun dari mimbar lalu masuk rumah dan tidak keluar lagi sesudah itu.

Shalawat dan salam atas beliau saw, keluarga, sahabat dan umatnya.

Posted

Awas, proyek mobil nasional disabotase! Januari 12, 2012

Posted by agusdd in Kenapa tidak bisa?, lihat sekelilingku, lintas milis.
add a comment

Sangat sependapat dengan tulisan teman dimilis2. Ini adalah semangat kebangsaan. Saya sangat terharu dan mendukung aksi ini. Semua untuk Indonesia. Ingat bahwa kita ini adalah negara besar dengan market yang besar. Nggak heran jika banyak orang berkepentingan untuk urusan negara ini. Ini adalah tulisan yang dikutip dari postingan di milis tetangga: ……….

“betul saya setuju, kita harus mendukung esemka ” (lebih…)

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 150 pengikut lainnya