jump to navigation

Bolehkah Kita Menceritakan Mimpi ke Orang Lain? April 20, 2017

Posted by agusdd in science.
trackback

Tidak semua mimpi kita itu perlu diceritakan ke orang lain. Terkadang mimpi itu hanya angan-angan yang ntah kapan bisa terwujud. Mimpi itu kadang juga hanya kembang tidur, kadang menakutkan, kadang membahagiakan, kadang mengecewakan. Mimpi itu juga sering berjalan di luar logika. Ya.. Namanya juga mimpi. Kalau diceritakan pun, belum tentu orang percaya. Itulah mimpi. Makanya orang lebih mengenal cita-cita dibandingkan mimpi.

Padahal, apakah kamu tahu jika banyak hal-hal riil di dunia mimpi. Contohnya mimpi punya istri cantik dan solehah. Itu bukan cita-cita kan ya. Mimpi manusia zaman dulu untuk bisa terbang seperti burung, itu mimpi kan ya. Kadang anak kita juga bermimpi untuk sekolah ke jurusan tertentu atau sekolah di luar negeri. Atau orang buta yang sekarang bisa melihat. Itu mimpi ya, bukan cita-cita.

Tapi…kadang kita juga sakit karena mimpi. Ada yang hidupnya juga berubah karena mimpi.

Menyesal tidak jika kehilangan sesuatu di mimpi? Nggak ya, karena kita nggak akan mengalaminya lagi. Kan cuman mimpi. Tapi anehnya, kadang meski hanya mimpi, suasana emosi terbawa sampai berhari-hari. Nggak pergi.

Jadi menyesal? Tidak.
Merasa rugi? Tidak.

Kenapa kok repot?

Karena mimpi ini agak berbeda. Mimpi ini seolah benar-benar nyata. Apakah pernah kamu menjalani kehidupan ini riil padahal tidak, itu sebetulnya hanya mimpi. Well, terus?

Apa rasanya bila kehilangan orang yang disayangi di mimpi? Rugi, nggak. Kan hanya mimpi.

Apa rasanya bila kita jual beli dan rugi tapi itu di mimpi?
Rugi, nggak. Kan hanya mimpi. Kita pasti bangun lagi.

Bagaimana bila orang yang dipercaya itu berkhianat?
Rugi. Nggak. Kan mimpi ceritanya. Kenyataan beda kok.

Bagaimana bila hari esok lebih buruk dr hari ini?
Rugi, nggak kan mimpi.

Bagaimana bila tiba-tiba rumah rubuh dan menimpa semua keluarga?
Rugi, Nggak papa kan mimpi. Masih bangun kok.

Bagaimana bila pada suatu hari, amal ibadah kita ditimbang dan kemudian karena kesalahan dan utang yang kita miliki amal dan ibadah itu dikurangkan untuk menambal utang dan kesalahan kita tadi?
Rugi, nggak. Kan mimpi.

Untuk pertanyaan terakhir kita, manusia, salah menjawab. Kenapa? karena kita sudah terbangun dan tidak ada lagi tidur seperti sekarang. Pertanyaan itu bukan lagi soal mimpi atau mimpi di dalam mimpi. Itulah masa akhir dunia yang di dalamnya tidak ada lagi pengandaian dan rasa penyesalan.

Namanya the end. Jadi BANGUN dooong sebelum THE END..

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: