jump to navigation

Teror Jin Januari 23, 2017

Posted by agusdd in science.
trackback

Rumah kami lagi bermasalah dengan lampu, lagi sering mati (hanya rumah kami sendiri). Well, biasa. Pompa air juga problem. Ok, kami anggap masalah umur, fasilitas dah tua, waktunya diganti, dll. Pikiran positif meski sebenarnya dalam hati menolak karena jenis lampu yang saya pakai adalah LED. Secara teori itu umur bisa 15 tahun (dalam iklannya). Mereknya juga bukan abal-abal, saya sengaja membeli yang ada garansi siap ditukar sampai batas waktu dengan kode PHIL****. Kemudian, pompa air juga baru diganti, belum ada satu bulan, jadi sudah jelas bukan pompanya. Semua baik-baik saja kecuali listriknya.

Judul ceritanya rada bombastis, tapi memang rada serem meski kalo dikata-katain maksud saya ditulis dalam cerita itu sama sekali nggak ada hantunya. Hanya, kalo pake logika ya ceritanya nggak masuk.

Dalam hati kami juga bertanya-tanya. Kenapa semuanya terjadi dalam waktu singkat dan berdekatan? Emang ya semua cerita ini mungkin hanya serba kebetulan. Siapa sangka, toh itu juga bisa saja.

Ok, itu aja sedikit pengantarnya. Kita langsung ke bagian cerita.

Lain hari, nyambung dari cerita di atas, rumah tetangga kami disebelah, ada yang izin mau ngontrak. Ok, semua seperti persiapan. But, lampu mati, pompa air mati, eh pas hari H orangnya datang, salah satu pintu kamar terkunci dan tidak bisa dibuka sampai magrib. Pas juga ketika orangnya datang, lampu rumah tiba-tiba mati (dalam arti sebenarnya seluruh komplek mati).

Lain cerita lagi di saat yang sama. Kebetulan kami juga mau pulang ke Lampung, rumah orang tua saya. Esoknya tiba-tiba dengar kabar, lampu rumah mbah juga mati. Ok dianggap biasa. Tapi kebetulan kami nggak jadi pulang karena ternyata anak saya belum bagi rapor sekolah, jadi ditunda minggu depan.

Minggu depannya, kami pulang. Lalu orang tua saya cerita rada horor. Begini katanya. Minggu kemarin itu, listrik mati pas malam Jumat. Yang bikin rada penasaran adalah, lampu mati tepat tengah malam. Setelah itu, saklar listrik tidak mau dinaikkan. Setiap kali dinaikkan, listrik nyala, beberapa detik kemudian mati lagi. Terus berulang-ulang begitu sampai orang tua saya kecapean.

Nah karena sampai pagi listrik bermasalah dan kami akan ada acara, maka orang tua saya berinisiatif untuk memanggil tukang listrik pagi-pagi sekali. Ealah… listriknya nyala. Ditunggu sama orang listrik sampai siang, listrik nggak mati-mati.

Malam ini adalah Jumat lagi. Habis cerita itu, orang tua kami bertanya, “Coba lihat malam ini mati nggak?” dan ternyata……

Kejadian yang sama seperti minggu kemarin benar-benar terjadi. Kali ini, ketika kami akan tidur, baru persiapan ni, listrik tiba-tiba mati. Kejadian yang sama terulang lagi malam jumat ini. Ok, tetap pikiran positif.

“Arus listrik korselet” Jawab saya untuk menenangkan. Tapi logika untuk mencari bagian mana yang korselet ini tidak ketemu. Kenapa? Karena semua saklar dan colokan listrik sudah dicabut, tapi kenapa listriknya tetap korselet, di bagian mananya jadinya?

Ok, kesimpulan panggil tukang listrik lagi besok paginya dan hasilnya sama. Kami semua kebingungan.

Seninnya, karena saya harus kerja, maka saya pulang ke Jakarta. Semua baik-baik saja sebelum saya sampai di rumah. Baru 30 menit saya duduk, tiba-tiba listrik rumah mati. Sumpah gelap, malam, sendiri lagi. Saya kebetulan juga lagi di belakang ngurus ayam. Masuk rumah tanpa penerangan. Walah… horor… Tapi terpaksa harus masuk karena nggak bakal ada pertolongan.

Begitu tangan bisa mencari senter dan HP untuk penerangan, saya terkejut bukan main, wahh… kok rumah saya saja yang mati…. lihat kanan kiri dan depan nyala.

“Oh.. ternyata ada juga yang mati, kenapa hanya sebagian ya???” pikir saya sambil lalu masuk rumah. Sambil masuk pertanyaan dalam pikiran saya nggak ada habis-habisnya, kenapa dan kenapa? Karena baru sampe saya akhirnya bersih-bersih dan kemudian mandi.

Karena lama dan yang ditunggu nggak nyala-nyala, saya selesaikan pekerjaan sambil bersih-bersih. Tiba-tiba malah seluruh kampung mati. “Teeep.. gelap gulita” wiidii…

Ternyata, keesokan harinya, diberitahu trafo kampung terbakar.

“Ya sudah, tidak apa. Toh saya besok sudah ke Lampung lagi. Di Jakarta hanya sehari,” ujar saya dalam hati. Saya berangkat kerja.

Pulangnya, kali ini bukan lampu rumah yang mati, seluruh kelistrikan motor saya problem. Lampu jarak jauh mati. Saya pulang malam lagi.. alamaaa… saya pun pulang dalam kondisi gelap gulita. Tidak hanya takut ada lubang atau kendaraan lain yang bisa menabrak karena gelap, tapi juga potensi ketilang polisi. Alhamdulillah, sampai rumah.

Esok harinya saya sudah di Lampung. Sambil bawa kerjaan saya niat bekerja, ee… tablet saya yang tadinya baik-baik saja, tiba-tiba nggak bisa dipakai kerja. Konfigurasinya membuat saya tidak bisa terhubung internet.

Minggu depannya lagi baru balik. Dan saat itu, ada cerita lagi. Tiba-tiba penampung air saya (torrent) meledak (pecah) hari itu, tepat saat saya pulang. “Oh sudah tua, mungkin” tanya dalam hati untuk menenangkan rasa penasaran. Padahal faktanya belum 5 tahun apalagi 10 tahun.

Lagi saya hanya sebentar, nggak masalah.

Minggu depannya, saya pun bersama keluarga pergi ke lain daerah (masih di Lampung juga) untuk menyelesaikan acara itu. Kami sampai sebelum magrib. Becanda dan ngobrol biasa. Tepat sebelum magrib, rumah yang tadinya biasa, rumah yang rame dan terang. Tiba-tiba gelap, lampu nggak bisa dinyalain. Itu pun, hanya rumah yang kami tempati. Padahal tadinya nggak ada masalah sebelum magrib. Berselang, akhirnya bisa diperbaiki.

Waktunya makan malam….. Kami pun pindah rumah. Kami pun ramai-ramai berkumpul. Eiit……………baru selesai pada duduk, lampu rumah mati. Uniknya bin aneh, hanya ruangan tempat kami duduk yang mati. Padahal sebelumnya nggak ada apa-apa.

Esoknya kami sudah harus di Jakarta dan lagi. Ketika kami sampai. Pompa air mati lagi, ternyata masalah otomatis listriknya.

Dan esoknya lagi, masalah air lagi… ohh..

Dan iPAD anak saya wifinya hilang (dalam arti nggak bisa dapet sinyal padahal nggak masalah). Tablet saya juga yang kemarin sudah oke, tiba-tiba problem dengan cardnya, padahal sebelumnya nggak ada masalah.

Wah….kenapa?

Tidak sampai itu saja, seminggu ini saya bekerja di kantor dengan internet lambat. Juga mouse tidak bisa dipakai karena diorientasi lokasi klik. Aneh. Juga, sudah mengeluh sana sini. Seolah hanya saya saja. Komplain ke IT sudah, belum dapet solusi.

Baru hari ini, ternyata masalah di hardware divisi saya yang problem. Mungkin masalah kelistrikannya juga.

Wau… semua terjadi singkat, hitungan hari, bukan bulan. Bahkan jika dikalenderin mungkin belum genap 30 hari. Kenapa hayo..?

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: