jump to navigation

Kenapa ATM Tidak Jadi Satu Saja? Mei 20, 2012

Posted by agusdd in science.
add a comment

Pagi-pagi datang ke ATM untuk ambil duit. Heran, sejak kapan ya tempat ATM jadi parkiran private. (lebih…)

Ini ni Yang Bikin Lambat eKTP Mei 8, 2012

Posted by agusdd in science.
2 comments

Masyarakat antusiasi sekali dengan eKTP. Undangan jam 8, tapi jam setengah 8 dah pada datang. Alasannya simpel, pingin duluan dan cepet selesai katanya. Eh nggak taunya, sampai jam setengah 9, alat untuk eKTP juga belum datang. (lebih…)

Indonesia Mulai Kropos April 26, 2012

Posted by agusdd in science.
add a comment

tertarik dengan tulisan dimilis. Tulisan ini sungguh benar adanya dan sebenarnya cocok untuk dijadikan bahan diskusi dalam Sidang Kabinet. Harusnya menteri-mentri dan Presiden itu baca tulisan ini. (lebih…)

DP Motor Sekarang Minimal 25%, Mobil 30% Maret 16, 2012

Posted by agusdd in science.
add a comment

Nggak tahu harus asik atau wah ni. hee… BI keluarkan kebijakan baru, DP motor sekarang minimal 25% dari nilainya. Aturan ini tertuang dalam surat edaran di humasnya dengan No.14/6/PSHM/Humas. Nah kalo surat resminya baca aja keterangan ini ya :

Dalam rangka meningkatkan kehati-hatian Bank dalam pemberian KPR dan KKB serta untuk memperkuat ketahanan sektor keuangan, Bank Indonesia mengatur besaran Loan To Value (LTV) untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Down Payment (DP) untuk Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Ketentuan ini tertuang dalam Surat Edaran Bank Indonesia No.14/10/DPNP tanggal 15 Maret 2012 tentang Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang melakukan Aktivitas Pemberian Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Kendaraan Bermotor.

Rasio LTV, yakni angka rasio antara nilai kredit yang dapat diberikan oleh Bank terhadap nilai agunan pada saat awal pemberian kredit, ditetapkan maksimal 70%. Ruang lingkup KPR yang dimakud meliputi kredit konsumsi kepemilikan rumah tinggal, termasuk rumah susun atau apartemen namun tidak termasuk rumah kantor dan rumah toko, dengan tipe bangunan lebih dari 70 m2 (tujuh puluh meter persegi). Pengaturan mengenai LTV dikecualikan terhadap KPR dalam rangka pelaksanaan program perumahan pemerintah.

Sementara itu, untuk DP bagi KKB ditetapkan sebagai berikut (i) Untuk Roda Dua minimal DP sebesar 25%, (ii) Roda Empat minimal DP 30%, dan (iii) Roda Empat untuk keperluan produktif minimal DP 20%. Penjelasan untuk keperluan produktf sesuai pengaturan Surat Edaran, adalah, bila memenuhi salah satu syarat sebagai berikut (a) Merupakan kendaraan angkutan orang atau barang yang memiliki izin yang dikeluarkan oleh pihak berwenang untuk melakukan kegiatan usaha tertentu, atau (b) badan hukum yang memiliki izin usaha tertentu yang dikeluarkan oleh pihak berwenang dan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dari usaha yang dimiliki.

Penetapan DP lebih rendah untuk kendaraan bermotor yang bersifat produktif bertujuan untuk mewujudkan keberpihakan kepada pihak-pihak yang memanfaatkan kredit kendaraan bermotor yang secara resmi digunakan untuk kegiatan produktif namun tetap mempertimbangkan aspek prudential.

LTV atau DP yang dipersyaratkan dihitung berdasarkan nilai perikatan agunan. Besaran LTV untuk KPR maupun DP untuk KKB tersebut, akan disesuaikan dari waktu ke waktu dengan memperhatikan kondisi perekonomian terkini.

Terhitung sejak penetapan ketentuan, Bank Indonesia memberikan masa transisi ketentuan selama3 (tiga) bulan. Waktu tersebut dianggap memadai bagi Bank untuk melakukan penyesuaian Standard Operating Procedures (SOP), sosialisasi, serta penyesuaian pelaporan ke Bank Indonesia. Setelah masa transisi, seluruh KPR dan KKB harus diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pengenaan sanksi diberikan kepada bank yang melanggar ketentuan tersebut di atas berupa pengenaan sanksi adminsitratif sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/25/PBI/2009 tanggal 1 Juli 2009 mengenai Penerapan manajemen Risiko.

Direktorat Perencanaan Strategis

Benerkah Itu Siti? Kuatkan Hatimu Nak… Maret 8, 2012

Posted by agusdd in science.
add a comment

Saya dulu merasa bahwa hidupku sudah cukup susah. Tapi membaca tulisan ini, kini aku merasa bahwa kehidupanku dulu sudah sangat mapan sekali. Tidak tega dengan nasib Siti yang hanya diupah Rp 2000 per hari.

Siti Bocah Yatim Tangguh: Jualan Bakso dengan Upah Rp. 2000,- Sehari

Sore kemarin – Selasa, 06 Maret 2012 – saya pulang kantor rada “tenggo”, jadi sampai di rumah jam 17.30-an, saya sempat nonton acara “Orang-Orang Pinggiran” di Trans7. Dada saya sesak menyaksikannya, air mata saya meleleh tanpa bisa ditahan, tak mampu berkata-kata. Siti, seorang bocah yatim yang ditinggal mati ayahnya sejak usia 2 tahun. Kini Siti berumur 7 tahun. Sehari-hari sepulang sekolah Siti masih harus berkeliling kampung menjajakan bakso. Karena ia masih anak-anak, tentu belum bisa mendorong rombong bakso. Jadi bakso dan kuahnya dimasukkan dalam termos nasi yang sebenarnya terlalu besar untuk anak seusianya. Termos seukuran itu berisi kuah tentu sangat berat.

Tangan kanan menenteng termos, tangan kiri menenteng ember plastik hitam berisi mangkok-mangkok, sendok kuah, dan peralatan lain. Dengan terseok-seok menenteng beban seberat itu, Siti harus berjalan keluar masuk kampung, terkadang jalanannya menanjak naik. Kalau ada pembeli, Siti akan meracik baksonya di mangkok yang diletakkan di lantai. Maklum ia tak punya meja. Terkadang jika ada anak yang membeli baksonya, Siti ingin bisa ikut mencicipi. Tapi ia terpaksa hanya menelan ludah, menahan keinginan itu. Setelah 4 jam berkeliling, ia mendapat upah 2000 perak saja! Kalau baksonya tak habis, upahnya hanya Rp. 1000,- saja. Lembaran seribuan lusuh berkali-kali digulung-gulungnya.

1331091281124040975913310913341232784161

Sampai di rumah, Siti tak mendapati siapapun. Ibunya jadi buruh mencangkul lumpur di sawah milik orang lain. Tak setiap hari ia mendapat upah uang tunai. Terkadang ia hanya dijanjikan jika kelak panenan berhasil ia akan mendapatkan bagi hasilnya. Setiap hari kaki Ibunda Siti berlumur lumpur sampai setinggi paha. Ia hanya bisa berharap kelak panenan benar-benar berhasil agar bisa mendapat bayaran.

Hari itu Siti ingin bisa makan kangkung. Ia pergi ke rumah tetangganya, mengetuk pintu dan meminta ijin agar boleh mengambil kangkung. Meski sebenarnya Siti bisa saja langsung memetiknya, tapi ia selalu ingat pesan Ibunya untuk selalu minta ijin dulu pada pemiliknya. Setelah diijinkan, Siti langsung berkubang di empang untuk memetik kangkung, sebatas kebutuhannya bersama Ibunya. Petang hari Ibunya pulang. Siti menyerahkan 2000 perak yang didapatnya. Ia bangga bisa membantu Ibunya. Lalu Ibunya memasak kangkung hanya dengan garam. Berdua mereka makan di atas piring seng tua, sepiring nasi tak penuh sepiring, dimakan berdua hanya dengan kangkung dan garam. Bahkan ikan asin pun tak terbeli, kata Ibunda Siti.

133109139978849097013310914672005337386

Bayangkan, anak sekecil itu, pulang sekolah menenteng beban berat keliling kampung, tiba di rumah tak ada makanan. Kondisi rumahnya pun hanya sepetak ruangan berdinding kayu lapuk, atapnya bocor sana-sini. Sama sekali tak layak disebut rumah. Dengan kondisi kelelahan, dia kesepian sendiri menunggu Ibunya pulang hingga petang hari.

Sering Siti mengatakan dirinya kangen ayahnya. Ketika anak-anak lain di kampung mendapat kiriman uang dari ayah mereka yang bekerja di kota, Siti suka bertanya kapan ia dapat kiriman. Tapi kini Siti sudah paham bahwa ayahnya sudah wafat. Ia sering mengajak Ibunya ke makam ayahnya, berdoa disana. Makam ayahnya tak bernisan, tak ada uang pembeli nisan. Hanya sebatang kelapa penanda itu makam ayah Siti. Dengan rajin Siti menyapu sampah yang nyaris menutupi makam ayahnya. Disanalah Siti bersama Ibunya sering menangis sembari memanjatkan doa. Dalam doanya Siti selalu memohon agar dberi kesehatan supaya bisa tetap sekolah dan mengaji. Keinginan Siti sederhana saja : bisa beli sepatu dan tas untuk dipakai sekolah sebab miliknya sudah rusak.

1331091560153848346

(Siti di depan rumahnya yang -maaf – mirip kandang kambing)

Kepikiran dengan konsidi Siti, dini hari terbangun dari tidur saya buka internet dan search situs Trans7 khususnya acara Orang-Orang Pinggiran. Akhirnya saya dapatkan alamat Siti di Kampung Cipendeuy, Desa Cibereum, Cilangkahan, Banten dan nomor contact person Pak Tono 0858 1378 8136.

Usai sholat Subuh saya hubungi Pak Tono, meski agak sulit bisa tersambung. Beliau tinggal sekitar 50 km jauhnya dari kampung Siti. Pak Tono-lah yang menghubungi Trans7 agar mengangkat kisah hidup Siti di acara OOP. Menurut keterangan Pak Tono, keluarga itu memang sangat miskin, Ibunda Siti tak punya KTP. Pantas saja dia tak terjangkau bantuan resmi Pemerintah yang selalu mengedepankan persyaratan legalitas formal ketimbang fakta kemiskinan itu sendiri. Pak Tono bersedia menjemput saya di Malimping, lalu bersama-sama menuju rumah Siti, jika kita mau memberikan bantuan. Pak Tono berpesan jangan bawa mobil sedan sebab tak bakal bisa masuk dengan medan jalan yang berat.

Saya pun lalu menghubungi Rumah Zakat kota Cilegon. Saya meminta pihak Rumah Zakat sebagai aksi “tanggap darurat” agar bisa menyalurkan kornet Super Qurban agar Siti dan Ibunya bisa makan daging, setidaknya menyelematkan mereka dari ancaman gizi buruk. Dari obrolan saya dengan Pengurus Rumah Zakat, saya sampaikan keinginan saya untuk memberi Siti dan Ibunya “kail”. Memberi “ikan” untuk tahap awal boleh-boleh saja, tapi memberdayakan Ibunda Siti agar bisa mandiri secara ekonomi tentunya akan lebih bermanfaat untuk jangka panjang. Saya berpikir alangkah baiknya memberi modal pada Ibunda Siti untuk berjualan makanan dan buka warung bakso, agar kedua ibu dan anak itu tidak terpisah seharian. Siti juga tak perlu berlelah-lelah seharian, dia bisa bantu Ibunya berjualan sambil belajar.

1331091644515738002

(alagkah lebih baik kalau Siti bisa melayani pembeli di warung bersama Ibunya, jadi dia tak perlu kelelahan seharian)

Mengingat untuk memberi “kail” tentu butuh dana tak sedikit, pagi ini saya menulis kisah Siti dan memforward ke grup-grup BBM yang ada di kontak BB saya. Juga melalui Facebook. Alhamdulillah sudah ada beberapa respon positif dari beberapa teman saya. Bahkan ada yang sudah tak sabar ingin segera diajak ke Malimping untuk menemui Siti dan memeluknya. Bukan hanya bantuan berupa uang yang saya kumpulkan, tapi jika ada teman-teman yang punya putri berusia 7-8 tahun, biasanya bajunya cepat sesak meski masih bagus, alangkah bermanfaat kalau diberikan pada Siti.

Adapula teman yang menawarkan jadi orang tua asuh Siti dan mengajak Siti dan Ibunya tinggal di rumahnya. Semua itu akan saya sampaikan kepada Pak Tono dan Ibunda Siti kalau saya bertemu nanti. Saya menulis artikel ini bukan ingin menjadikan Siti seperti Darsem, TKW yang jadi milyarder mendadak dan kemudian bermewah-mewah dengan uang sumbangan donatur pemirsa TV sehingga pemirsa akhirnya mensomasi Darsem. Jika permasalahan Siti telah teratasi kelak, uang yang terkumpul akan saya minta kepada Rumah Zakat untuk disalurkan kepada Siti-Siti lain yang saya yakin jumlahnya ada beberapa di sekitar kampung Siti.

Mengetuk hati penguasa formal, mungkin sudah tak banyak membantu. Saya menulis shout kepada Ibu Atut sebagai “Ratu” penguasa Banten ketika kejadian jembatan ala Indiana Jones terekspose, tapi toh tak ada respon. Di media massa juga tak ada tanggapan dari Gubernur Banten meski kisah itu sudah masuk pemberitaan media massa internasional. Tapi dengan melalui grup BBM, Facebook dan Kompasiana, saya yakin masih ada orang-rang yang terketuk hatinya untuk berbagi dan menolong. Berikut saya tampilkan foto-foto Siti yang saya ambil dari FB Orang-Orang Pinggiran. Semoga menyentuh hati nurani kita semua.

13310919691903277585

(termos penuh berisi kuah bakso tentu tidak ringan untuk ukuran anak seusia Siti)

TAMBAHAN :

Setelah tulisan ini tayang 1,5 jam, melihat respon pembaca dan ada yang ingin langsung memberikan bantuan, saya dengan senang hati sekaligus berterimakasih atas respon teman-teman.

Jika ada yang ingin langsung bertemu Siti, anda bisa menghubungi Pak Tono yang akan mengantar ke lokasi kampung Siti. No HP sudah saya tulis di atas, alamat lengkap ini : Kampung Cibobos 02/05, Desa Karangkamulyan, Kec. Cihara, Kabupaten Lebak, Banten Selatan. Kode pos 42391.

Semua kiriman paket, wesel, dll melalui Pak Tono, sebab Siti tidak bisa mengambil karena Ibunya tak punya KTP dan identitas diri lainnya sebagai bukti persyaratan pengambilan.

Demikian info tambahannya.

Sumber foto :

http://www.facebook.com/pages/ORANG-PINGGIRAN-TRANS7/224861154196102?sk=wall

Bacalah!!! Wasiat Terakhir Nabi Muhammad Januari 20, 2012

Posted by agusdd in science.
2 comments

Ali bin Abi Tholib ra berkata : Ketika telah turun surat An Nashr, Rasulullah saw sakit dan pada hari kamis Rasulullah keluar dengan kepala yang diikat. Kemudian naik diatas mimbar dan duduk diatas mimbar dengan muka yang pucat dan airmata yang berlinang. Lalu memanggil Bilal dan menyuruhnya berseru di Madinah mengajak orang – orang supaya berkumpul untuk mendengar dan menerima wasiyat Nabi saw sebagai wasiyat yang terakhir.

Maka berkumpullah semua penduduk Madinah, kecil, besar, laki – laki, dan perempuan sehingga mereka tinggalkan rumah terbuka dan pasar kosong, serta tidak ketinggalan gadis – gadis pingitan sama – sama keluar untuk mendengarkan wasiyat Rasulullah saw sehingga penuhlah masjid. Nabi saw berkata : “Berilah kesempatan kepada orang – orang yang di belakang supaya masuk.”

Kemudian Nabi saw berdiri sambil menangis dan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, lalu memuji syukur kepada Allah sebagaimana lazimnya dan membaca sholawat untuk semua Nabi juga pada dirinya.

Lalu bersabda : “Aku Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththolib bin Hasyim bangsa Arab kelahiran haram Mekkah yang tiada nabi sesudahku. Hai semua manusia, diriku ini telah diberitakan akan mati, telah dekat akan meninggalkan dunia ini dan aku telah rindu kepada Tuhanku, maka alangkah sedihnya meninggalkan ummatku, apakah yang mereka katakan kelak sepeninggalku, ya Allah selamatkan, selamatkan".

"Hai manusia, dengarlah wasiyatku, perhatikan dan ingat – ingatlah, yang hadir harus menyampaikan kepada yang tidak hadir. Karena ini wasiyatku yang terakhir kepada kamu".

"Hai manusia, Allah telah menerangkan kepada kamu dalam kitab yang diturunkanNya, apa yang halal dan yang haram, yang harus kamu lakukan dan yang kamu tinggalkan, maka gunakanlah yang halal, tinggalkanlah yang haram, percayalah pada yang mutasyabih, laksanakan yang muhkam (tegas) dan jadikan sebagai peringatanmu yang berupa contoh – contoh itu”.

Nabi saw melihat ke langit sambil berkata : “Ya Allah saya telah menyampaikan maka saksikanlah".

"Hai manusia, awaslah kamu dari hawa nafsu yang sesat menyesatkan yang jauh dari tuntunan rahmat Allah dan surga, bahkan dekat kepada neraka. Hendaklah kamu menjaga jama’ah (persatuan) dan istiqomah (tetap lurus) karena ini dekat kepada Allah dan surga, jauh dari api neraka".

"Ya Allah saya telah menyampaikan".

"Hai manusia, takutlah kapada Allah, takutlah kepada Allah dalam menjaga agama dan amanat yang diamanatkan kepadamu. Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah dalam memelihara budak – budakmu, berilah mereka makan dari apa yang kamu makan, pakaian dari apa yang kamu pakai dan jangan memaksa mereka apa yang mereka tidak kuat, karena mereka itu juga tercipta dari daging dan darah, makhluk yang sama seperti kamu, ingatlah yang aniaya pada mereka, maka akulah lawannya pada hari kiamat dan Allah hakimnya."

"Takutlah kepada Allah dalam memelihara istri, tepatilah mahar mereka dan jangan menganiaya mereka niscaya kamu akan diharamkan dari hasanat – hasanatmu di hari kiamat. Ingatlah saya telah menyampaikan."

"Hai manusia, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, ajarkan kepada mereka akhlak sopan santun, sebab mereka ditanganmu bagaikan tawanan dan amanat, ingatlah saya telah menyampaikan."

"Hai manusia, patuhlah pada pemerintahmu dan jangan menentang mereka meskipun dari turunan budak Habasyi yang terpotong hidungnya, sebab yang patuh pada amir itu berarti ta’at padaku, siapa yang taat padaku berarti taat kepada Allah dan siapa yang menentang mereka berarti menentang aku dan siapa yang menentang aku berarti ma’siyat kepada Allah."

"Ingatlah jangan keluar dari mereka dan jangan memutuskan janjimu pada mereka. Ingatlah saya telah menyampaikan."

"Hai manusia, hendaklah kamu cinta pada keluargaku, ahli – ahli Al Qur’an dan cinta pada ulama – ulamamu, jangan kamu membenci atau hasud kepada mereka, jangan kamu menghina kepada mereka, ingatlah siapa yang cinta kepada mereka berarti cinta kepadaku, siapa yang cinta padaku maka cinta kepada Allah dan siapa yang benci pada mereka berarti benci padaku, siapa benci padaku maka benci kepada Allah. Ingatlah saya telah menyampaikan."

"Hai manusia, jagalah sholat lima waktu dengan menyempurnakan wudhu’, menyempurnakan ruku’ dan sujudnya."

"Hai manusia, keluarkan zakat hartamu, ingatlah siapa yang tidak mengeluarkan zakat, maka tidak dianggap sholatnya, tidak beragama, tidak dianggap puasa, haji dan jihadnya."

"Ya Allah saya telah menyampaikan."

"Hai manusia, sungguh Allah telah mewajibkan haji pada orang yang kuasa melakukan perjalanannya dan siapa yang tidak melaksanakannya, boleh pilih apakah akan mati yahudi, nasrani atau majusi, kecuali jika ia berudzur penyakit yang menahannya atau raja yang dzalim. Ingatlah bahwa ia tidak akan mendapat syafa’atku dan tidak akan minum dari haudh (telaga)-ku. Ingatlah saya telah menyampaikan."

"Hai manusia, sesungguhnya Allah akan mengumpulkan kamu pada hari kiamat di suatu lapangan dalam kedudukan yang sangat berat, mengerikan, pada hari yang tidak berguna harta atau anak buah, kecuali orang yang menghadap kepada Allah dengan hati yang suci bersih dari syirik, ingatlah saya telah menyampaikan."

"Hai manusia, jagalah lidahmu, tangiskan matamu, tundukkan hatimu, letihkan badanmu, berjihadlah melawan musuhmu, makmurkan mesjidmu, ikhlaskan imanmu, nasihatilah teman – temanmu, berbuatlah kebaikan untuk dirimu, jagalah kemaluanmu, bersedekahlah dari hartamu, jangan hasud menghasud niscaya akan hilang hasanatmu dan janganlah ghibah (menyebut aib orang lain) niscaya binasa kamu. Ingatlah saya telah menyampaikan."

"Hai manusia, berusahalah kamu untuk memerdekakan budak – budakmu dan berbuatlah kebajikan untuk hari kebutuhan dan hajatmu."

"Hai manusia, jangan menganiaya sebab Allah sendiri yang akan menuntut terhadap siapa yang kejam aniaya, kamu yang menanggung perhitunganmu dan kepada Allah kamu akan kembali, Allah tidak rela jika kamu berbuat ma’siyat."

"Hai manusia, sesungguhnya siapa yang berbuat kebajikan maka untungnya untuk dirinya sendiri, begitu pula sebaliknya jika berbuat kejahatan maka ditanggung sendiri, dan Tuhan tidak menganiaya pada hamba – hambanNya. Jagalah dirimu dari hari dimana kamu dihadapkan kepada Allah, kemudian tiap orang akan dibalas atas segala amal usahanya dan mereka tidak dianiaya."

"Hai manusia, sesungguhnya saya akan menghadap kepada Tuhanku dan saya telah diberitahu akan meninggal karena itu saya titipkan kamu kepada Allah yaitu agama dan amanatmu."

"Wassalamu alaikum hai para sahabatku dan semua ummatku. Wassalamu alaikum warohmatullah wabarokatuh”.

Kemudian beliau turun dari mimbar lalu masuk rumah dan tidak keluar lagi sesudah itu.

Shalawat dan salam atas beliau saw, keluarga, sahabat dan umatnya.

Posted

Selamat Buat Indonesiaku karena telah Masuk Investment Grade lagi Desember 15, 2011

Posted by agusdd in science.
add a comment

Fitch Ratings-Jakarta/Hong Kong/Singapore-15 December 2011: Fitch Ratings menaikkan peringkat Long-Term Foreign- and Local-Currency Issuer Default Ratings (IDR) Indonesia menjadi ‘BBB-‘ dari ‘BB+’. Outlook atas kedua peringkat tersebut Stabil. Country Ceiling dinaikkan menjadi ‘BBB", dan Short-Term Foreign-Currency IDR dinaikkan menjadi to ‘F3’.

"Kenaikan peringkat ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan resilien, rasio utang publik yang rendah dan terus menurun, likuiditas eksternal yang menguat, dan kerangka kebijakan makro yang hati-hati", kata Philip McNicholas, Director group Fitch’s Asia-Pacific Sovereign Ratings.

Fitch memproyeksikan pertumbuhan PDB rata-rata lebih dari 6,0% per tahun selama periode proyeksi (sampai 2013), meskipun kondisi ekonomi global yang kurang kondusif. Ekonomi Indonesia yang berorientasi domestic dan keberhasilan menciptakan pertumbuhah ekonomi yang relatif kuat tanpa menimbulkan ketidak seimbangan eksternal, atau ketergantungan pada pendanaan eksternal jangka pendek memperlihatkan bahwa prospek pertumbuhan ekonomi akan tahan terhadap guncangan eksternal, sebagaimana terjadi pada 2008. Utang publik yang rendah dan suku bunga riil yang positif menyediakan otoritas fleksibilitas kebijakan untuk merespons pelambatan.

Tingkat kepercayaan yang lebih tinggi atas kerangka kebijakan macro ada kunci dari kenaikan peringkat ini. Toleransi terhadap penguatan mata uang nominal dalam kerangka kebijakan moneter, dan kesediaan untuk mengetatkan kebijakan jika inflasi mencapai single digit yang tinggi, dan kebijakan fiskal yang hati-hati memperkuat dasar untuk kenaikan peringkat. Fitch berpendapat profil kredit ini memiliki toleransi pada tingkat peringkat yang baru ini atas kenaikan defisit fiskal bila Undang Undang Akuisisi Tanah mengarah kepada belanja infrastruktur public yang lebih tinggi. Rasio utang pemerintah bruto terhadap PDB diperkirakan akan turun dari 26% pada akhir 2010 menjadi 25% pada akhir 2011, jauh dibawah median ‘BBB’ yaitu 36%. Lagipula, rasio utang/pendapatan diproyeksikan turun dari 163% pada akhir 2010 menjadi mendekati proyeksi median ‘BBB’ 126% pada 2012, meskipun adanya kelemahan struktural fiskal berupa pendapatan yang rendah – hanya 17% dari PDB dibandingkan median ‘BBB’ 33%.

Kelemahan struktural yang sudah berlangsung lama seperti pendapatan rata-rata yang rendah (USD3.600 versus median ‘BBB’ USD9.800 pada 2011) dan masalah-masalah yang mempengaruhi iklim bisnis, termasuk infrastuktur yang lemah dan korupsi masih harus diatasi. Akan tetapi, fundamental struktural Indonesia bukanlah yang terlemah dalam sebagian besar kategori ini, dan hal ini tidak membatasi peringkat untuk dinaikkan menjadi ‘BBB-‘.

Kemajuan dalam mengatasi kelemahan structural bersama dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, tanpa peningkatan ketidak seimbangan eksternal atau guncangan inflasi yang tinggi, akan memperkuat ekonomi Indonesia dan fundamental kredit sovereign dan akan menciptakan tekanan ke atas pada peringkat dalam jangka menengah. Akan tetapi, Fitch berpendapat kondisi politik telah menjadi kurang kondusif terhadap reformasi, membuat profil kredit sovereign Indonesia kemungkinan akan tetap berada pada kisaran ‘BBB’ yang lemah untuk sementara waktu, sehingga ditetapkan Outlook Stabil pada peringkat ini.

Volatilitas capital flow yang parah yang mempengaruhi ekonomi dan stabilitas keuangan domestik dan secara substansial menurunkan bantalan eksternal akan berpengaruh negative terhadap peringkat. Juga, pemburukan kualitas kebijakan fiskal atau moneter dan/atau ketidak stabilan sistem perbankan, akan mempengaruhi peringkat secara negative.

Perhatikan Komponen Motor Yamaha Anda November 26, 2011

Posted by agusdd in science.
add a comment

Kalau punya motor perhatikan komponen dibawah ini, khusus Yamaha ya — kebetulan pumpung lagi di dealer — hee…

V-Belt
Fungsi : sebagai alat pemindah daya motor
Saran : untuk keamanan berkendaraan gantilah setiap pemakaian 25.000 KM Akibat : Tenaga mesin kurang dan jika terlalu lama bisa putus

Filter Udara
Fungsi : alat untuk menyaring kotoran/debu sebelum ke ruang bakar
Saran : ganti setiap 15.000 KM (tipe basah : mio dll), 10.000 KM (tipe kering : vega dll).

Busi
Fungsi : pemantik api untuk proses pembakaran
Saran : sebaiknya diganti setiap 9.000 KM
Akibat : mesin susah start/dinyalakan dan tenaga kurang

Kampas Rem
Fungsi : memperlambat laju kendaraan (pengereman)
Saran : periksa setiap 3.000 KM untuk mengetahui tingkat keausan Akibat : Rem berdecit dan tromol aus

Rantai Gear
Fungsi : alat untuk pemidah daya mesin
Saran : periksa kekencangannya secara rutin dan ganti setiap 10.000 KM Akibat : putaran roda lebih berat dan suara menjadi kasar

Indonesia Juara Umum di Sea Games 2011 November 23, 2011

Posted by agusdd in science.
add a comment

AlhamDULILLAH…. iNDONESIA JUARA UMUM. INI DIA PEROLEHAN MEDALI Sea Games 2011

Gold Silver Bronze Total
Indonesia 182 151 142 475
Thailand 109 100 120 329
Vietnam 96 92 100 288
Malaysia 59 50 81 190
Singapura 42 45 73 160
Filipina 36 56 77 169
Myanmar 16 27 35 78
Laos 9 12 36 57
Kamboja 4 11 24 39
Timor Leste 1 1 6 8
Brunei 0 4 7 11

Terima Kasih dan Minta Maaf November 20, 2011

Posted by agusdd in science.
add a comment

Terharu, akhirnya anakku paling bungsu, Rafi bisa juga mengucapkan kata Minta Maaf dan Terima Kasih. Dengan lancar, dia sudah berani mengakui kalo salah maka harus minta maaf. Cium tangan sekaligus sambil bilang maaf. Meski sambil merengek paling tidak dia paham apa arti minta maaf.

Hari ini, ucapan terima kasih juga Rafi sampaikan ke abinya. Usai dibuatkan susu secara tidak sengaja Rafi melafalkan kata terima kasih. Abi mendengarnya samar-samar karena jalan kebelakang, uminya yang ngasih tahu.

“Abi itu Rafi bilang terima kasih,” kata uminya.

“Wau amazing,” pikirku. Ditengah dia belum lancar berkata-kata dan bingung bagaimana mengutarakan keinginannya, dua kata tersebut paling dulu bisa dimengerti olehnya.

“Alhamdulillah”

Kalau ditanya kenapa saya menekankan hal itu?
Jawabnya adalah karena dua kata tersebut bukan sesuatu yang mudah untuk diucapkan oleh anak-anak jaman sekarang. Bahkan jangankan anak-anak, orang yang berpendidikan saja susah melafalkannya. Jangankan menyadari kesalahan hingga bilang maaf, ucapkan terima kasih saja kepada petugas Pom Bensin kayak yang di iklan-iklan itu saja susah. Iya kan? Begitu juga kebiasaan saat mahasiswa itu turun angkot, mendapatkan kembalian, juga saat seseorang itu bertemu hal baik.

Cara Ajari Anak Agar Berani Cukur Rambut November 19, 2011

Posted by agusdd in science.
1 comment so far

Rafi sekarang berusia 2 tahun 2 bulan 19 hari. Akhirnya setelah berkali-kali g mau cukur, tepat pada usianya ini dia bersedia untuk cukur rambut tanpa nangis and kabur-kabur lagi.

Triknya bagaimana agar anak berani dicukur rambutnya? ya ceritanya hari ini aku sendiri potong rambut, lalu adeknya juga sekalian dipotong rambutnya baru kemudian Rafinya yang suruh potong rambut.

Saat potong rambut adek itulah, kita bilang dan merayu-rayu.

“Tuh lihat, adek aja ketawa-ketawa dicukur, abang nanti juga ya. Kayak ada kereta lewat ni”

Begitulah kira2 untuk membuat si abang penasaran. Kebetulan abang juga termasuk paling suka ma kereta. Alhamdulillah, Rafi mau potong rambutnya tanpa menangis lagi. Heee….

Keajaiban Otak November 16, 2011

Posted by agusdd in lintas blog, science.
add a comment

Inilah beberapa waktu lalu menulis sebuah fenomena yang juga merupakan Keagungan Sang Maha Pencipta. Bagaimana tidak, dengan adanya sifat-sifat ini maka kita bisa mengetahui bahwa sebenarnya kita ini termasuk orang-orang yang diberikan anugerah begitu besar. Coba bayangkan seandainya kita mengalami kondisi seperti dibawah ini. Ya, mari sebagai manusia biasa, mulai banyak-banyak bersyukurlah… (lebih…)

Biaya Pendidikan Kita Lari Kemana? November 16, 2011

Posted by agusdd in science.
add a comment

SDM Indonesia “Nglokro”, Lha Biaya Pendidikan Kemana? itulah pertanyaan dasar gue. Aneh, karena menurut undang-undang alokasi biaya pendidikan di Indonesia sudah mencapai 20% dari total APBN. Tapi lagi-lagi, biaya pendidikan tiap tahun makin melangit, jadi apakah porsi biaya pendidikan yang 20% itu lagi-lagi hanya alibi untuk menyedot duit negara melalui sektor pendidikan?

Pemerintah mengaku serius mengatasi masalah pendidikan ini, terlihat dari upaya memenuhi anggaran yang 20% itu. Sayangnya kenapa masih saja ada sekolah rusak dan banyak putus anak sekolah. Jangankan diluar Jawa ya, di Jakarta aja sekolah rusak masih ada. Ck ck ck…

Padahal alokasi anggaran dah triliunan lo, lihat aja duit-duit ini dan bandingkan proporsinya sesuai data UNDP disini

Rumus Sukses Sandiaga Uno November 16, 2011

Posted by agusdd in science.
add a comment

Perjalanan Recapital berawal dari ide pada tahun 96 dan kemudian mulai dijajaki tahun 97 sewaktu ada krisis dimana saya diberhentikan.

Dulu saya bercita-cita ingin menjadi seorang profesional dan betul-betul fokus memikirkan kelangsungan karir saya. Tapi, akibat krisis tahun 1997 semua yang saya bangun dalam karir saya dalam sekejap lenyap. Karena waktu krisis tiba-tiba hal-hal yang tidak pernah kita pikirkan, hal-hal yang tidak pernah direncanakan itu bisa terjadi. Singkat kata, walaupun karir saya baik, walaupun kita memegang teguh komitmen sebagai profesional, ternyata terjadi krisis dimana kita tidak memiliki kontrol terhadap situasi yang terjadi.

Satu hal yang saya pelajari dari kejadian tersebut bahwa banyak hal yang ada diluar kontrol kita. Kita mesti bersiap-siap dalam setiap kesempatan. Jadi resiko itu adalah bagian yang tidak terpisahkan baik kita sebagai profesional, terutama kalau kita sebagai entrepreneur. Jadi pengalaman itu saya terima dan memang jatuh terpuruk di krisis 97 memaksa saya untuk memusatkan diri kepada usaha yang saya dirikan ini.

Memang awalnya sangat-sangat sederhana, nggak mimpilah punya kantor seperti ini (Recapital Building). Dulu kantor yang kita sewa hanya seluas 8×10 meter di Kuningan, karpetnya berwarna pink dan banyak kaca-kacanya. Tidak terlihat seperti kantor. Saya tanya kepada partner saya Rosan, “Ini kok kita kantornya seperti ini? Tidak mirip kantor penasehat keuangan atau konsultan keuangan”. Kata Rosan “Memang ini dulunya bekas kantor modeling agency”. “Pantesan banyak kaca-kacanya untuk orang latihan menjadi model” ujar saya.

Sedihnya lagi, kita tidak memiliki pendanaan untuk merenovasi kantor. Jadi kita akalin waktu itu gimana caranya mengajak klien ke kantor kalau kita ingin menjual jasa kita? Karena begitu datang ke kantor kita dia pasti akan berfikir “wah ini sih gak bonafit. Punya kantor seperti ini ingin menawarkan konsultasi keuangan”.

Akhirnya kita cari akal, waktu itu kiatnya kita menjemput bola. Jadi kalau mau melakukan pertemuan itu selalu di kantor klien atau di tempat-tempat seperti di lobi hotel, restoran dan lain-lain. Jadi awal-awal kita sangat susah, jatuh bangun dan kadang-kadang memikirkan gaji karyawan yang ikut sama kita aja sangat sulit. Mulai dari ide, proposal, sampai mengantarkan surat ke klien itu kita kerjakan dengan sendiri dll.

Rumus sukses pertama yang saya ingin selalu sampaikan adalah Kerja Keras. Kita harus punya komitmen untuk melakukan suatu pekerjaan dengan 100% komitmen kerja keras. Namun tidak cukup kerja keras karena pada saat itu juga banyak sekali tantangan. Karena kita sebagai pengusaha muda yang tidak memiliki pengalaman, susah kadang-kadang bersaing dengan konsultan asing maupun konsultan-konsultan yang sudah terlebih dahulu menggeluti bidang konsultasi keuangan.

Akhirnya kita melakukan rumus kedua adalah kita harus Kerja Cerdas. Kerja Cerdas itu kita betul-betul menggunakan segala akal, pikiran, dan riset yang kita miliki untuk memberikan solusi kepada klien. Kalau misalnya bisnisnya food & beverages, kita harus menawarkan suatu solusi, misalnya seperti minuman yang enak namun sehat dan lain-lain. Apa solusi yang bisa kita berikan kepada pasar, kepada calon pengguna produk maupun jasa kita.

Dulu kita belum dipercaya, makanya orang sulit bayar dimuka. hal ini kita siasati dengan menawarkan kepada klien dimana mereka tidak perlu bayar didepan. Tapi bayar nanti kalau restrukturisasi keuangannya sudah selesai. Kadang-kadang mereka juga tetap tidak bisa melakukan pembayaran. Jadi kita kasih solusi cerdas. Kalau tidak bisa membayar dengan dana tunai, bisa dengan bentuk saham. Dari saham-saham yang kecil-kecil itu kita kumpulkan dan akhirnya menjadi bekal transformasi kita dari perusahaan konsultasi menjadi perusahaan investasi.

Nah itu hasil daripada kerja cerdas. Jadi awalnya kita memberi konsultasi kepada perusahaan batubara, pada saat akhirnya kita bisa memiliki saham diperusahaan batubara. Awalnya kita memberikan konsultasi di perusahaan infrastruktur, sekarang-sekarang ini kita memiliki saham di perusahaan infrastruktur. Jadi pilar kedua adalah kerja cerdas.

Pilar ketiga, yang selalu kadang-kadang dilupakan oleh pengusaha-pengusaha muda yaitu Kerja Tuntas. Finish what you started, kalau mulai sesuatu kita harus akhiri. Kita harus konkritkan, kita harus selesaikan. Kadang-kadang kita memulai sesuatu rencana itu kita giat diawal. Misalnya seorang entrepreneur itu kadang-kadang begitu menekuni sesuatu, terus lihat temannya yang bisnisnya lebih sukses misalnya penerbitan buku. “Wah kayaknya enak nih penerbitan buku”. Akhirnya usaha food & beveragesnya ditinggal dan ikut membuat penerbitan buku. Nah kerja-kerja yang tidak tuntas seperti itu akhirnya sangat-sangat tidak efektif dan tidak bisa menghasilkan sesuatu kinerja yang baik.

Kami fokus di bidang konsultasi keuangan, sampai detik ini kita fokus di bidang keuangan. Hanya memberikan solusi di bidang keuangan baik dalam segi investasi maupun dalam pengembangannya ke depan. Kita fokus pada upaya bagaimana bisa menggalang dana dari capital market atau pasar uang. Jadi selain kita fokus kita kerja tuntas. Apa yang kita awali ditahun 97 tuntas sampai sekarang.

Jadi kuncinya kerja tuntas itu kita harus mampu melakukan sesuatu dengan fokus dan profesional. Terakhir yang ingin saya share adalah pada ujungnya kita harus Kerja Ikhlas. Semua itu harus dimulai dengan niat yang baik dan pada akhirnya harus ada keikhlasan. Karena ikhtiar yang kita sampaikan ini akhirnya mungkin bisa membuahkan hasil, namun mungkin juga tertunda. Nah butuh suatu semangat keikhlasan.

Karena teman-teman kadang berkata “Wah saya sudah kerja keras, saya sudah berikan semua yang saya miliki tapi apa yang saya cita-citakan belum tercapai. Ini gak adil”. Yang kita kontrol itu adalah ikhtiar. Ikhtiar kita adalah memberikan 100% dan kita harus memberikan komitmen yang terbaik. Juga harus memiliki rencana yang baik. Itu ikhtiar yang kita kontrol. Tapi banyak hal yang diluar kontrol kita. Tapi saya percaya kan rezeki itu tidak pernah tertukar. Rezeki itu sudah digariskan untuk kita, yang kita bisa kontrol adalah bagaimana ikhtiar kita untuk menjemput rezeki tersebut.

Dengan 4 kiat tadi, Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas saya yakin apa yang kita jalankan juga akhirnya bukan saja membuahkan hasil. Tapi juga ketentraman bagi kita. Karena pada ujungnya kalau kita ikhlas, apapun hasilnya tentunya kita serahkan kepada Allah SWT. Saya beruntung usaha yang dimulai tadinya kantor kecil dengan karpet pink bisa bertumbuh seperti ini dan dari 3 karyawan sekarang sudah ada 20.000 karyawan yang bernaung di dalam grup kami.

Tapi satu hal yang tidak berubah, saya tetap makan 3 kali sehari. Saya tetap olahraga kalau pagi. Jadi buat kita sekarang adalah bagaimana kita memberikan manfaat yang terbaik. Rezeki itu begitu banyak diberikan kepada grup kita. Tantangan bagi kami pendiri dan pemegang saham maupun karyawan dan staf disini adalah bagaimana grup usaha kami itu bisa memberikan manfaat yang terbaik kepada komunitas kita, kepada bangsa kita, dan kepada rakyat Indonesia.

Sehingga mimpi kita bahwa Indonesia ini adalah negara besar, dan memiliki potensi yang besar bisa menyetarakan antara potensi dan realisasi bangsa ini. Jangan hanya Indonesia terkenal sebagai negeri 17.000 pulau. Negeri yang memiliki 240 juta rakyat dan populasi tetapi tidak memiliki kemandirian dan tidak memiliki kesetaraan.

Saya senang bisa kenal dengan 14 pengusaha mahasiswa terbaik Mien R. Uno Foundation yang sedang mengikuti workshop pencatatan keuangan sederhana. Saya yakin pasti kalau tidak ada 5 atau mungkin 10 atau 14-nya menjadi pengusaha yang sukses dan memiliki usaha yang harusnya lebih besar dari Recapital, karena kalian mulai dari mahasiswa. Saya dan Rosan baru mulai usaha itu baru di umur 28 tahun. Jadi teman-teman disini sudah mulai 5 atau 7 tahun lebih cepat daripada kami. Jadi mestinya harus lebih sukses daripada Recapital. Amin

Miliuner Ini Bangkrut Karena Krisis November 16, 2011

Posted by agusdd in science.
add a comment

Krisis telah menyebabkan sang milyuner ini kehilangan kerajaan bisnisnya. Semua jerih payah bisnis yang sudah dirintis sejak era tahun 1970-an akhirnya musnah karena krisis, sehingga sang milyuner ini mendaftarkan kebangkrutan.

Adalah Sean Quinn, salah satu orang terkaya di Irlandia yang bernasib apes. Quinn yang memiliki kekayaan pribadi sekitar US$ 6 miliar atau sekitar Rp 63 triliun itu akhirnya secara sukarela mendaftarkan kebangkrutan karena ‘salah investasi’.

Quinn, yang merupakan salah satu pebisnis yang dikagumi di Irlandia memulai bisnisnya dengan menjual pasir dan batu-batuan dari menggali tanah pertanian orang tuanya pada awal tahun 1970-an. Ia sukses membangun Quinn Group menjadi perusahaan bernilai miliaran dolar yang tersebar dari pertambangan, manufaktur, real estate, dan asuransi.

Namun semua kekusutan bisnis Quinn dimulai tahun 2008, ketika terjadi krisis finansial global. Pada masa booming real estate di Irlandia, Quinn telah membeli saham Anglo Irish Bank yang memiliki instrumen finansial berisiko dan dikenal sebagai kontrak untuk perbedaan yang membuatnya bisa mengumpulkan hingga 25% saham di bank tersebut, menggunakan dana dari Anglo Irish Bank.

Dan ketika pasar properti kolaps, saham tersebut anjlok dan menjadi tidak bernilai ketika bank tersebut dinasionalisasi tahun 2009. Baca selengkapnya di detikfinance

Indonesia Perlu CCTV Untuk Ini ni… November 8, 2011

Posted by agusdd in science.
add a comment

Harusnya fasilitas CCTV sudah bisa terpasang diseluruh sudut kota Indonesia. Ini penting untuk memantau kejadian, bencana, atau sekedar iseng rekreasi belaka.

Intinya gue kepingin alat pemantau seperti ini perlu tersedia untuk seluruh kawasan seluruh Indonesia. Apalagi itu daerah yang indah pemandangannya. Pemerintah bisa dong bekerjasama dengan operator untuk membuat teknologi itu misalnya saja melihat realtime pulau Komodo disana atau membuat kawasan wisatawa online dengan internet. Indonesia kan ada banyak macam budaya dan daerah yang bisa dipertontonkan. Iya kan?

Nah, CCTV juga perlu, karena ini penting untuk meningkatkan kemampuan mengawasi kondisi di seluruh bagian Indonesia dengan baik. Misalnya untuk melacak sekaligus menggambarkan kondisi realtime daerah-daerah yang rawan longsor seperti ditepi bukit, pinggir jurang, jalanan yang gelap juga daerah yang banyak terjadi kerusuhan.

Lihat saja situs macetlagi.com, ini adalah salah satu referensi situs online terbaik di Jakarta yang pernah ada. Bagi saya yang urban ini, pas mau pulang selalu melihat bagaimana kondisi jalanan di Jakarta lewat situs ini. Sangat membantu sekali. Terima kasih buat yang membuat situs macetlagi.com.

Seharusnya pemerintah mampu menyediakan fasilitas tersebut untuk warga negaranya bagi yang mau melihat secara realtime kondisi jalanan di seantero Indonesia yang notabene merupakan daerah kepulauan. Toh, ini juga membantu untuk Kemenhub, Kementerian Perikanan, Pertanian dan kemernterian lainnya yang perlu kan. Masa pemerintah nggak sadar si. Harusnya diperbanyak ni. Ayo dong tambah lagi…

Terus terang, gue baru tahu kalau Kementerian Perhubungan ternyata menyediakan fasilitas CCTV online dengan fitur yang cukup menarik untuk dilihat meski dalamnya rada mengecewakan. Pertanyaanya kenapa hanya di Jawa? Apa pemerintah pusat tidak bisa bekerjasama dengan Pemerintah Daerah? Ya gue si bersyukur sudah ada meski hasilnya juga memble. Tapi lumayan dah ada. Oh ya catatan saya, kalau untuk CCTV pantau lebaran yang di Kemenhub itu dah bagus. Saya sudah pernah melihatnya langsung dan keren sekali. Sayang yang kurang adalah kompilasi datanya nggak realtime, masih manual. Bapuk dah…

Jangan terlalu berharap November 2, 2011

Posted by agusdd in science.
1 comment so far

Dapat wejangan lagi dari simbah. Kata mbah dalam menjalani hidup ini kita harus pegang kata-kata yang disampaikan oleh Luna Maya. Awalnya gue sedikit bingung.

“Jangan terlalu berharap”, kata simbah.
“Kok Luna Maya simbah”
“Lho kamu tahu lagu yang dinyanyikan dia itu kan. Lirik yang gini ….suara dengarkanlah aku….. kan ada berharap-berharapnya kan?” “Mbah update juga ama Luna Maya”
“hee….”

Dari lagu itu maksud simbah ini adalah, berharap boleh tapi jangan terlalu. Karena bila kita begitu sangat mengharapkan sesuatu itu, justru nantinya sering tidak kecapaian.

Kita harus sadar bahwa itu semua hanya harapan. Harapan artinya sebuah keinginan karena kita sebagai manusia memang selalu menginginkan yang lebih.

Misal :
– Kita terlalu berharap jadi Presiden. Sampe-sampe kebawa mimpi, wah bisa berabe tu. “Jadi Presiden tu nggak mudah, banyak bagus juga banyak yang caci maki juga lo”

– Berharap menjadi idola dikelas dan menjadi yang paling pintar. Itu si boleh-boleh saja. Asal ada caranya dan sebaiknya itu jangan terlalu diharapkan seolah kita harus mendapat gelar itu.

– Berharap jadi dokter, apalagi sampai mendoktrin diri kita bahwa cita-cita itu bisa kesampaian. Haduh, udah banyak yang gila tu karena mimpi-mimpinya nggak kesampaian. Jadi jangan berlebih ya karena banyak juga pelajar yang meski pinter tapi malah akhirnya gila karena depresi.

– Berharap punya istri kaya, cantik, soleh, penurut dll….sesuai kriteria kita yang sangat tinggi sekali. Ya tapi kan hanya harapan. Jangan terlalu terobsesi dong.

– Harap-harap cemas, karena ingin kejutan dari pacar/pasangan. “Aduh……leee kok orang yang konsul sama simbah banyak yang ngeluh ya, ternyata malah sesuatu yang direncanakan itu banyak yang gagal”.

– Berharap hidup semati dengan orang yang kita cintai.

“Dulu pernah ada film gitu ya le, mbah cuman cerita, ketika sang raja mati, istri dan selirnya yang masih hidup ikut menceburkan diri ke pembakaran mendiang sang raja. Tau apa yang terjadi, ya itu sama saja kayak bunuh diri buat si istri-istrinya. Prinsipnya karena katanya mereka hidup semati. Tapi toh, ya namanya kebakar. Pas mereka kebakar itu ya mereka triak-triak. Haduh kasihan deh lihatnya. Saya juga herang, emang si rajanya tahu gitu, bangga atau malah makin sayang. Wah-wah, itu kan gila ada bunuh diri masal namanya karena istri-istri pada disuruh mati bakar diri bersama raja.”

– Anak yang muda-muda juga jangan terlalu berharap punya gadget yang tinggi-tinggi, bagus dan mahal pula. Kalau memang nggak mampu ya sudah. Kan akibatnya dah jelas, buat mereka yang terlalu gila karena harus ngikutin gaya dan tren ada yang sampe melacurkan diri, jual diri, mencuri, menipu, dll… Wah runyam ya.

– Jangan terlalu berharap bisa happy-happy selalu. Bisa ngeseks ama pacar tiap hari, PR ada yang ngerjain, jalan ama pacar yang cantik/cakep tiap hari hingga bisa dipamerin ama orang-orang, bisa dapet kerja yang enak dan gaji besar dan lain-lain.

“Inget nak, itu hanya harapan. Untuk mencapainya semua ada cara. Jadi kamu jangan kayak orang yang nggak tahu diri. Berharap boleh, tapi harus tahu kondisi”.

“Terlalu berharap itu nantinya bisa sangat menyakitkan. Sakitnya melebihi rasa ditusuk jarum dan kalau terjadi tiap hari, kamu akan trauma, stress, depresi berat sampai akhirnya gila bila tidak ada pengobatan. Kamu harus menerima apa adanya. Agar hati kamu bisa lapang dada, cobalah untuk ikhlas dan jangan menyalahkan orang lain, tapi lihatlah pada dirimu sendiri. Tapi jangan lalu itu jadi beban buat diri kamu sendiri yang akhirnya kamu mendiskreditkan diri kamu. Kita hanya harus sadar diri, misal kalo orang kayak simbah ini kan ya tidak bisa lagi mendapatkan istri cantik, putih, langsing, dan muda lagi. Aduh-aduh kalau seandainya bisa ya, tapi mbah dah tahu diri, gadis mana yang bakal mau sama simbah? Kan nggak mungkin Luna Maya mau ambah mbah?”