jump to navigation

Bekerja&Mudahnya Melupakan Shalat Oktober 5, 2012

Posted by agusdd in science.
trackback

Disini saya mau cerita soal pekerjaan yang dianggap berat oleh semua orang. Saking beratnya, banyak diantara mereka yang melupakan shalat, hal terpenting dalam hidup manusia yang tidak boleh ditinggalkan.

Nabi Muhammad SAW sudah berpesan bahwa, dalam kondisi apapun itu, shalat tidak boleh kita tinggalkan. Bahkan ketika perang ataupun sakit parah sampai tidak bisa bergerak lagi pun, shalat adalah satu-satunya kegiatan penting yang tidak boleh terlewatkan. Kalau memang tidak bisa shalat sempurna ya lakukan sebisanya bahkan meski itu cukup dengan kode mata saja.

Tapi dijaman modern ini, shalat itu sepertinya dianggap enteng oleh semua orang. Shalat dianggap sama dengan ibadah lainnya. Bahkan ada yang meyakini, yang penting berbuat baik tidak perlu shalat tidak apa-apa. Banyak juga beranggapan shalat itu cukup dalam hati. Ada pula yang bilang kalau puasa itu lebih utama dibanding shalat. Tidak jarang, muslim berpuasa di bulan Ramadhan tapi dia tidak shalat.

Aneh bin ajaib tapi itulah yang terjadi. Pergeseran prilaku manusia. Demikian pula dengan rutinitas pekerjaan yang notabene sudah wajib dilakukan setiap makhluk. “Nek pingin mamah yo obah artinya Kalau mau makan ya gerak”, itu pepatah Jawa yang pernah saya dengar. Kalimatnya pendek tapi maknanya dalam.

Memang bekerja itu wajib. Kalau tidak bekerja, kita tidak makan. Lucunya, setiap orang itu menganggap bahwa pekerjaan dia adalah yang paling berat dibanding pekerjaan orang lain. Coba kalau… Coba kalau…. Itulah biasanya kalau ada pertanyaan “kenapa kamu tidak shalat?”

Padahal, untuk melakukan shalat itu tidak sampai 5 menit. Tapi kenapa begitu banyak syarat yang diminta manusia. Mau inilah…mau
itulah….begini dulu..begitu dulu…akhirnya nggak shalat-shalat sampai mati.

Tau tidak kalau meski Masjid itu didekatkan sampai ke depan rumahmu, tetap ada saja syarat. “Masih kurang dekat”.

Mau tahu, meski sampai disatukan dengan rumah sekalipun, untuk melaksanakan shalat itu tetap berat. Coba saja buktikan. Sekarang saja banyak orang yang memilih shalat di kamarnya sendiri2. Benar tidak.

Kamu tahu, alasan apapun itu bisa saja dibuat. Kata bapak, lagi ada bayi, nanti gantian sama ibunya. Atau buat si ibu, lagi masak ni, tanggung selesaikan dulu. Padahal rumah dan masjid sudah disatukan. Begitu saja masih ada syarat, apalagi kalau jauhnya sampai 3 km, mungkin seumur hidup tidak akan pernah ke masjid.

Jangan heran kalau banyak yang meninggalkan shalat. Bayangkan saja, mulai dari OB sampai BOS beranggapan waktu itu adalah uang. Ini budaya yang mlintir leher orang untuk mati lebih cepat. Karena waktu yang seharusnya dipakai untuk istirahat, justru malah nyari lemburan.

Sudah seperti diprogram. Otak manusia itu banyak cara untuk membuat alasan. Tukang yang harusnya bisa menyempatkan 5 menit untuk shalat tapi justru lebih mengasyikkan kalau ngrokok dulu. Nanti diburu-buru baru lupa deh shalatnya. Pedagang juga sama, nggak bisa shalat karena dagangannya takut hilang. Untuk sopir juga beralasan “Aduh, nyari penumpang ni”. Kalau bos-bos, sibuk rapat, aduh rapat lagi-rapat lagi. Kerjaan masih numpuk. Istri : aduuuuh, anakku ntar nangis. Pembantu, banyak yang belum bersih ni. Ntar tuan pulang yang bukain pintu siapa. Staf kantoran, banyak kerjaan ni, makan siang aja belum sempet. Kalau siswa, aduuuh, mau les ni ntar nggak keburu, telat lagi. Lagi banyak teman ni, shalat nanti saja. Ya begitulah….

Ada ribuan yang bisa di list masuk daftar alasan. Apapun itu sebenarnya bisa diantisipasi kalau niat untuk shalat ada.

Jangankan untuk shalat, untuk bercinta di jam kantoran aja ada tu yang bisa. Ya syaratnya niat. Kalau niat sudah nggak ada, ya yang ada males.

Tahukah kamu kalau shalat itu amalan utama yang akan ditanya ketika kamu mau masuk surga. Kecuali buat mereka-mereka yang nggak percaya sama Allah SWT, ya tentu nggak akan ambil pusing.

Tapi buat kamu yang muslim, shalat itu utama. Akan percuma nilai ibadah lain sebelum manusia itu menyempurnakan shalatnya. Kamu perlu tahu karena shalat itu perintahnya saja langsung datang dari Allah SWT. Tidak ada perantara. Jadi kenapa kamu tinggal shalat?

Jika kamu ingin tahu apa makna shalat? Allah dan Rasul-Nya dengan kalimat sederhana menggambarkan bahwa “Shalat itu tiang Agama”. Dengan shalat, maka perbuatan baik tercipta dan perbuatan jahat terlampaui (bisa terlewati).

Mau tau makna shalat lebih jauh? Bacalah surat Al Isra dari awal sampai akhir. Surat itu menggambarkan dg jelas bagaimana mulai ada shalat, cerita soal manusia yang tidak tahu berterima kasih kepada Tuhannya, bercerita soal mulanya setan dan Adam, soal langit, soal umat-umat terdahulu, soal kebahagiaan, soal rezeki, soal kemiskinan, soal orang tua yang membunuh anaknya hanya karena takut
miskin,bagaimana kita berprilaku kepada orang tua, jangan sampai berkata “ah”, jangan kt menjadi orang yg suka menghambur-hamburkan harta, bagaimana kt harus berdagang dengan benar, jangan mengurangi timbangan, dan lain sebagainya sampai mengatur dan memperingatkan kita soal zina.

Itulah makna shalat. Bisa disingkat dalam makna pendek, tapi bisa dijabarkan sampai begitu luas dan tercantum dalam Surat Al Isra. Semuanya adalah gambaran dan peringatan. Allah SWT dengan tegas menyebut, manusia itu makhluk yang tidak tahu berterima kasih karena kuatnya godaan syaitan.

Kenapa shalat itu penting, jawabannya satu, karena kita “MANUSIA”. Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh ALLAH SWT. Tentu kita sebagai makhluk ciptaanya harus berterima kasih, karena telah diciptakan. Kalau nggak mau terima kasih y sudah, atau mungkin kamu bukan manusia. Hiii….peace…..

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: