jump to navigation

Mimpi Orang Mati dan Melewati Batas Waktu Mei 27, 2012

Posted by agusdd in science.
trackback

Mimpi kata orang adalah kembangnya tidur. Kata ilmuwan merupakan proses interaksi sel-sel syaraf. Kata ulama mimpi bisa berasal dari Allah dan setan. Dimana kita bisa membedakan bagian-bagiannya?

Dua hari mimpi ini aku sedang berpikir rada aneh. Aku bermimpi dulu masa-masa remaja, lalu aku terbangun tiba-tiba sudah memiliki istri dan anak. Seolah dalam sejenak aku kembali kehidupan masa lalu, lalu loncat lagi kehidupan masa sekarang. Tapi semua seperti nyata, bahkan ketika aku terbangun seolah aku bener-bener lupa, siapa yang ada disekelilingku.

Mimpi lebih aneh lagi, aku bermimpi teman-temanku yang sudah mati mereka mendatangiku lalu bercerita tentang masalah dan kehidupan mereka sebelum mati. Tapi tidak hanya yang sudah mati, beberapa teman yang belum mati pun datang dan menceritakan masalah mereka (herannya yang hadir bukan fisik, tapi jiwanya aja). Dalam mimpi itu semua orang tidak bisa melihat apa yang aku lihat.

Tapi aku terbangun dan kemudian mengingat-ingat mimpi itu. Aku ingat sekali jalan cerita dan masalahnya. Aku terus mengingat-ingatnya agar tidak lupa untuk aku ceritakan pada istriku. Sayangnya semua itu hanya cuman mimpi pula.

Aku terbangun lagi dari mimpi dan aku baru sadar, tadi aku cuman mimpi. Sekarang aku sudah lupa apa yang tadi kumimpikan. Semua terlupa begitu saja sebelum kuceritakan pada istriku.

Jadi aku semakin bingung, apa semua itu hanya mimpi atau sekarang yang justru aku sedang mimpi.

Dalam pelajaran ilmu filsafat dikatakan, kehidupan itu relatif sama seperti pernyataan ilmu pasti yang menyatakan perlakuan objek itu tergantung cara pandang subjeknya. Cara pandang itu misalnya bahwa kehidupan itu nyata bila bisa sesuatu itu bisa disentuh juga dirasakan.

Tapi itu semua terkadang berlaku dalam mimpi. Kadang saya bisa merasakan dan menyentuhnya. Jadi manakan kehidupan kita yang nyata?

Satu hal yang juga tidak saya sempat ingat, apakah mimpi itu berwarna? Karena dulu seingat saya waktu kecil, saya bisa membedakan objek-objek yang saya temui berdasarkan warna dalam mimpi. Sayang ketika dewasa, sekarang tidak lagi. Semua begitu saja terlupa begitu bangun tidur.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: