jump to navigation

Keajaiban Otak November 16, 2011

Posted by agusdd in lintas blog, science.
trackback

Inilah beberapa waktu lalu menulis sebuah fenomena yang juga merupakan Keagungan Sang Maha Pencipta. Bagaimana tidak, dengan adanya sifat-sifat ini maka kita bisa mengetahui bahwa sebenarnya kita ini termasuk orang-orang yang diberikan anugerah begitu besar. Coba bayangkan seandainya kita mengalami kondisi seperti dibawah ini. Ya, mari sebagai manusia biasa, mulai banyak-banyak bersyukurlah…

Sindrom Fregoli

Bayangkan Anda sedang berargumen dengan teman sekamar yang menyebalkan mengenai uang sewa yang belum dibayar. Untuk melepaskan tekanan, Anda menghubungi pacar namun saat menelpon Anda mendengar teman sekamar memanggil pacar Anda ‘sayang’. Saat ke luar kamar, teman sekamar Anda mengejek dari pekarangan tetangga.

Karena marah, pergi ke bar setempat untuk minum-minuman dan ternyata dituangkan teman sekamar Anda itu. Pada 10 menit kemudian, Anda mendapati diri Anda ditangkap teman sekamar yang menyebalkan itu.

Kondisinya, sindrom fregoli membuat semua orang yang Anda temui hari itu menjadi orang yang sama. Kelainan ini muncul dalam tingkat keparahan berbeda. Terkadang, penderita tak tahu pasti siapa yang mengawasinya namun semua orang tampak tak asing.

Hal ini terasa seperti terbangun di satu kota yang dipenuhi teman SMA yang jarang Anda ajak bicara. Penderita sindrom ini akan menghampiri semua orang dan menanyakan tempat mereka bertemu pertama kali. Selain itu, jika sindrom ini dipadukan kelainan lain, hasilnya bisa mengejutkan.

Misalnya, wanita terdiagnosa menderita schizophrenia dan erotomania, keyakinan orang mencintai dia padahal sebaliknya. Wanita ini akan yakin, aktor Leonardo DiCaprio jatuh cinta padanya dan berkomunikasi dengannya secara telepati dan selalu menyamar untuk menemuinya tiap hari.

Salah identifikasi diri dalam cermin

Anda terbangun di tengah malam dan pergi ke kamar mandi. Saat tak melihat kaca, Anda menemukan bayangan orang lain di dalamnya.

Kondisinya, penderita kelainan ini mengalami kerusakan bagian otak yang bertugas memahami cara kerja refleksi. Jadi, saat mereka melihat kaca, otak mengatakan Anda sedang melihat orang asing melalui jendela. Kelainan ini kebanyakan muncul pada pasien Alzheimer. Bahkan, penderita ini akan mencoba berbicara dengan refleksinya.

Agnosia Visual

Saat pergi ke toko sayur, Anda menyadari ada yang aneh. Semua produk bisa berteriak dan melawan saat akan dimasukkan keranjang belanja. Parahnya, saat di kasir, pot tanaman bertanya pada Anda akan membayar tunai atau tidak.

Kondisinya, Agnosia Visual disebabkan disfungsi beberapa area pemroses visual otak. Hasilnya, Anda tak bisa secara benar mengenali barang. Untungnya, kelainan ini hanya sebatas visual. Penderita tetap memiliki kemampuan mengidentifikasi benda menggunakan indera lainnya.

Somatoparaphrenia

Saat sedang menikmati kopi di pagi hari, hidung Anda terasa gatal dan tiba-tiba ada seseorang menggarukkannya. Kemudian, orang ini meminumkan kopi yang ada pada Anda. Anda pun mulai bertanya siapa orang ini padahal Anda tinggal sendiri. Kemudian, Anda menyadari tangan lain yang melakukan semua ini.

Kondisinya, penderita ini mengalami kerusakan otak di bagian homunculus atau ‘peta tubuh’. Otak bagian ini yang mengkatalog semua bagian tubuh dan membuat Anda tahu letak semua bagian tubuh Anda itu.

Dalam beberapa kasus, pengalaman memiliki bagian tubuh orang lain ini sangat menekan. Bahkan, penderita akan mencoba memotong bagian tubuh itu. Pada 1997, seorang pria menemui dokter bedah Robert Smith memintanya mengamputasi kaki kirinya.

Anosognosia

Bayangkan Anda habis kecelakaan dan dirawat di rumah sakit. Anda tahu tidak apa-apa namun dokter selalu memberi resep. Saat dokter meminta menggerakkan kaki dan Anda merasa sudah menggerakkannya, dokter malah mengatakan Anda tak bisa berjalan lagi seumur hidup.

Kondisinya, kelainan ini merupakan khayalan yang diderita orang lumpuh yang sebenarnya tidak lumpuh. Menurut hasil studi, lebih dari setengah penderita Hemiplegia (lumpuh separuh karena stroke) menderita kelainan ini. Kita tak sedang membahas orang yang sedang dalam penolakan menjadi lumpuh.

Penderita mengalami kerusakan Korteks Parietal, area otak yang bertanggung jawab menjaga kesadaran pada persepsi, gerakan dan sensasi tubuh. Pasien penderita kelainan ini tak mampu menggerakkan anggota badannya bukan karena tak bisa melainkan karena tak mau.

Prosopagnosia

Bayangkan sedang berjalan menuruni tangga rumah dan begitu sampai di bawah Anda merasa tak yakin dengan siapa saja yang ada di dalam rumah. Semua orang menjadi orang yang benar-benar asing bagi Anda meski sebenarnya Anda tiap hari melihatnya, bahkan selama bertahun-tahun.

Kondisinya, kelainan ini tak mampu mengenali wajah. Terdapat perbedaan tingkatan kelainan ini. sekitar 2% populasi manusia memiliki kelainan ini dimana kondisi ini sering disertai spectrum autisme. Kelainan ini seperti saat Anda bertemu seseorang di sebuah pesta namun saat berjabat tangan dengannya lagi Anda sulit mengenalinya.

Penderita kelainan ini mengalaminya tiap bertemu orang. Namun, penderita kelainan ini memiliki cara tersendiri dalam mengenali orang, yakni dengan mengingat fitur nyata orang.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: