jump to navigation

Batas-batas Kehidupan Agustus 22, 2011

Posted by agusdd in lihat sekelilingku, perenungan, science.
trackback

Bicara soal batas, tentu sudah banyak yang tahu. Ada banyak batas yang diperkenalkan di dunia ini. Cakrawala, garis lintang, garis kehidupan, dan bahkan garis tapal batas antar negara biasa disebut. Tapi dimana letaknya secara kasat mata sulit ditemui dilapangan.

Batas itu, diibaratkan seringkali seperti sebuah garis, tapi imaginer, menghubungkan dua tempat, atau maknanya sendiri sedikit bisa dikaburkan.

Tidak hanya batas antara manusia, dalam kehidupan ini ada batas-batas lain. Bagaimana cara bertingkah laku antar sesama, tata cara pemeluk agama menjalankan tuntunan, sampai dalam jalan kita melaksanakan kehidupan.

Ada iman, ada kesesatan, ada timur barat, hidup mati, bertaqwa atau kafir, semua ada batasannya. Demikian pula dalam sifat manusia ada angkuh, pembohong, jujur, baik hati, dan bahkan sabar itu juga ada batasanya.

Ketika Manusia Tidak mengakui Keberadaan Tuhan itulah batas manusia itu telah durhaka. Ia menolak keberadaan Sang Pencipta. Apakah betul? Ya tidak salah, itu kan logika dia.

Batas jujur dan bohong juga tidak kelihatan. Manusia bisa saja lain dimulut lain dihati. Itu toh watak.

Batas sabar, pemaaf dan pemarah juga sama. Imaginer dan sangat tipis. Sama seperti batas halal dan haram, timur dan barat. Mana si batasnya?

Ngomongnya si simpel hanya satu kata “batas”. Tapi jangan heran antar negara juga bisa berperang untuk suatu batas. Pada tingkat yang lebih kecil, petani bisa saling membunuh hanya karena sebuah batas sawah, sedang konglomerat berebut batas tanah dipengadilan.

Bulan Ramadhan ini adalah pengingat bagi kita manusia yang beriman dan percaya akan adanya Sang Pencipta. Ada batas yang tidak perlu kita tahu tapi kita harus mempercayainya.

Ramadhan adalah bulan yang paling mulia bila dibandingkan dengan bulan yang lain. Karena di dalam bulan Ramadhan ada Lailatul Qadar, waktu dimana segala dosa umat manusia diampuni dan segala amal perbuatan kebaikan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt. Batas dosa, pahala, neraka dan surga itu bagaimana kita juga jangan terlalu memikirkannya. Laksanakan saja tuntunan apa yang telah Allah swt berikan.

Di Alquran semuanya ada. Kalau belum lengkap ada di penjelasan hadist Nabinya.

Di dalam bulan Ramadhan inilah al-Qur’an pertama kali di turunkan. Peristiwa tersebut tidak pernah ada pada selain bulan Ramadhan. Meski begitu, Allah sebelumnya pernah menurunkan kitab-kitab samawi yang lain seperti kitab Taurot, Zabur dan Injil. Hanya saja hukum syariat Islam yang tertuang di dalam masing- masing kitab tersebut satu sama lain tidak sama tetapi dalam masalah ketauhidan (ketuhanan) semua kitab sama yakni sama-sama mengajarkan kepada umat manusia agar menyembah dan meng-Esa-kan Allah SWT.

Ayat al-Qur’an seperti itu, diturunkan oleh Allah dimaksudkan untuk memberikan hidayah kepada umat manusia agar mau mengambil hikmah dari semua kejadian yang diceritakan oleh al-Qur’an terutama ayat al-Qur’an yang menceritakan tentang adzab, musibah dan bencana dari Allah yang diturunkan kepada ummat-ummat terdahulu.

Semua kisahnya ada banyak. Ada batasan pula di dalamnya. Salam batas.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: