jump to navigation

Bantal Emas Mei 17, 2011

Posted by agusdd in science.
trackback

Kucing dan anjing adalah hewan yang terkenal saling bermusuhan. Dimulai sejak jaman Romawi kuno sampai modern, dua hewan ini tidak pernah bersahabat.

Keduanya selalu beradu mulut dan bisa sasampai berkelahi bila terlalu lama bertatap muka secara langsung.

Apa yang menjadi penyebabnya, tidak ada yang tahu. Untuk itulah dijaman berteknologi tinggi ini sipintar meneliti kucing dan anjing kenapa selalu berkelahi.

Teknik percobaan :
Kucing dan anjing ditempatkan dalam satu ruang tertutup yang gelap dan diamati dengan kamera inframerah.

Percobaan pertama
– dimasukkan tikus sebagai makanan kucing kedalam ruangan. Respon kucing sangat senang. Tapi baru mau mengintip tikus, anjing mengonggong terus dan tikus pun lari keluar lubang.

Percobaan kedua :
– dimasukkan ayam ke kamar percobaan. Kucing (yang diduga dendam atas sikap anjing) tiba-tiba mengejar dan berusaha menerkam ayam yang baru dimasukkan. Melihat peristiwa itu anjing pun berlari mengejar ayam. Keduanya tidak masalah diruang tersebut karena bisa melihat diruang gelap. Sementara ayam yang dikejar-kejar selalu terlihat menabrak dinding. Anjing yang emosi, mengigit ekor kucing yang menjulang tinggi.

“meong” suara kucing menjerit. Gerakan kucing yang gesit bisa dengan cepat menghindarkannya. Ayam pun dengan cepat diterkam kucing saat menabrak dinding ketigakalinya. Anehnya, anjing lalu hanya terdiam sementara kucing mengigit ayam dan kemudian menyembunyikan ayam mati itu dilubang tempat ayam masuk (alias dikeluarkan).

Percobaan ketiga :
– dimasukkan bola yang menggelinding. (anjing dan kucing hanya mengamati dan diam)
– mangkuk makan digelindingkan (anjing dan kucing juga diam, hanya mengamati saja)
– dimasukkan burung. Keduanya terlihat selalu mengawasi kelangit-langit karena burung berputar-putar di atas. – dimasukkan boneka, keduanya diam sambil merebahkan kepalanya dilantai.

Percobaan terakhir :
dimasukan bantal emas. Anjing dan kucing mengangkat kepala dan melihat pada objek yang masuk. Keduanya sama-sama mendekati bantal emas. Baik kucing atau anjing semuanya lalu merebahkan diri disebelah bantal emas.

Sianjing bercerita ke kucing:
Buat gue urusan tidur itu adalah barang berharga yang nilainya teramat sangat mahal. Tidur begitu sangat berharga karena sedikit gangguan saja, membuat ritme tidur bisa batal. Sedikit tidur itulah yang membuat gue sering menggonggong karena tidak banyak kebahagiaan yang gue peroleh dari tidur. Sebagai anjing oleh manusia gue juga dikenal memiliki emosional yang tinggi karena suka mengigit.

Kata kucing ke anjing :
aku juga gitu, kita berdua diberi telinga yang sensitif terhadap suara sehingga membuat tidur kita mudah terganggu. Sedikit suara saja kita bisa terbangun. Beruntungnya kita sama-sama binatang peliharaan manusia.

Bedanya aku dan kamu, kalau aku tidur dengan manusia selalu dibelai dan lebih banyak didalam rumah. Kamu dikandangin diluar, masuk hanya waktu tertentu saja.

Tapi meski ekstrim perbedaan, kita lebih banyak samanya. Pada kondisi sakit misalnya, istirahat dan tidur adalah obat terbaik bagi kita. Penyakit apapun itu, bila tidur bisa nyenyak dan nyaman maka kita bisa mendapatkan kebugaran. Sebaliknya, bila tidur terganggu aku juga ingin marah kepada siapapun.

Anjing emosionalnya memang terukur lebih tinggi dibanding kucing karena ukurannya yang juga lebih besar. Bisa dibilang gue cukup tempramental. Tapi semuanya selama ini bisa kutangani dan kusembunyikan karena rasa cinta yang kumiliki terhadap manusia. aku yakin bisa membungkus kemarahan itu dengan rasa cinta yang kumiliki.

Tapi selalu saja marah itu muncul karena ada bocor akibat gangguan ulah manusia itu sendiri.

Dari percakapan itu sipintar bisa menyimpulkan bahwa masalah perkelahian mereka berdua bukan karena kucing dan anjing diciptakan karena saling bermusuhan. Tapi keduanya ketika bertemua ada banyak persamaan. Alhasil karena telinga sangat sensitif, mereka pun peka terhadap gerakan-gerakan diradius yang sama. Keduanya beradu mulut karena merasa terganggu dan tidak nyaman.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: