jump to navigation

Pemerintahan Penipu Januari 8, 2011

Posted by agusdd in science.
trackback

Pagi ini melihat-lihat berita di online. Ada yang menarik. Harga cabai tembus IDR 100 ribu, malah kata temenku ada yang sampai IDR 120 ribu per kilogram. Tak hanya itu, ada keluarga di Jepara yang meninggal karena makan tiwul, mereka keracunan.

Aneh!!!!. Lihatlah kawan bagaimana Tuhan sudah mengingatkan perilaku manusia di negara ini yang sebenarnya tidak lagi berkah karena dipegang oleh pemimpin yang tak amanah.

Tahun baru semua rakyatnya banyak terompetan, tak lagi memikirkan bagaimana umur manusia itu makin berkurang dan makin dekat dengan kematian. Bukan berdzikir minta ampun malah kelayapan.

Lihatlah peringatan ini kawan. Klaim pemerintah beras surplus sampai 5,5 juta ton, dimana diantaranya ada di BULOG 1,5 juta ton, tapi masih ada yang kelaparan sampai mati. Per kapita katanya capai 3000 dolar tapi banyak yang tak punya rumah. Jamkesmas katanya dialokasikan triliunan tapi banyak yang mati tak sehat. Uang pendidikan 200 triliun lebih tapi banyak anak tak bisa sekolah dan bahkan putus sekolah. Hujan dinegeri ini hampir tak ada jedanya tapi justri rakyatnya kekurangan air mineral. Panas dinegeri ini melimpah ruah tapi justru dilupakan manfaatnya dan malah memilih menyalakan lampu di banyak kantor2 pemerintah.

Kawan, negeri ini sebenarnya Surga dunia. Bayangkan, tongkat saja dinegeri ini ditanam bisa jadi pohon. Batu disini dipecah bisa jadi emas, tapi fakir, miskin dan anak-anak terlantar jumlahnya sangatlah banyak dan makin bertambah.

Aku mau bilang bahwa

Pemerintah dinegeri ini seperti penipu. Bagaimana bisa mereka lupa, Cabe yang itu hanya makanan pelengkap tapi harganya pun sampai 2 kali harga 1 kilogram daging. Bayangkan, kita bukan lagi makan daging, tapi makan cabai. Lalu dimana letak kesejahteraan negeri ini. Semua penuh kemunafikan.

Negeri ini tak lagi normal kawan. Penuh muslihat dan kekejaman. Mereka saling menginjang, membunuh dan memakan sesama manusia. Dungu, lugu, culun, kanibal atau binatang. Aku tidak bisa mengatakannya.

Kalau seandainya saja mereka sadar dan mau memberi contoh, tentu negeri ini akan tentram. Sayang, aku punya pemimpin yang buta, tuli dan dungu.

Komentar»

1. Gooners - Februari 23, 2011

betul saya setuju. generasi muda tidak ada contoh yang bagus untuk ditiru dari pemimpinnya. tidak seperti soekarno yg ingin indonesia jaya. inilah zaman edan, zaman reformasi peninggalan soeharto. jika pemerintah memang sudah tidak peduli dan kehilangan wibawa dan kepercayaan. rakyat tidak perlu menuruti semua perintah pemerintah. alias tidak usah membayar pajak,dsb.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: