jump to navigation

Bagaimana sikap kita saat wawancara Januari 8, 2011

Posted by agusdd in science.
trackback

Baru pertama kali dapet pelajaran tentang personality development atau attitude atau tingkah laku dari konsultan yang biasa ketemu bos-bos perusahaan dan orang asing. Intinya bagaimana kita harus bersikap dengan para pejabat atau ketemu pewawancara supaya kita kelihatan punya harkat biar tidak dispelekan.

Just like this :
– You have to look good, selalu kelihatan profesional, usahakan kontak mata agar kelihatan konfiden. Tanamkan dalam diri jangan pernah takut “siapa yang mau ditemui”. Tenang saja kita semua hobitnya sama kok, selama masih manusia, sama-sama makan, sama-sama perlu ke toilet juga.

– Ketika mau menemui jalanlah dimulai dengan kaki kanan karena disitu sumber energi, jangan pakai kaki kiri, karena kaki kiri itu seringnya untuk istrahat.

– Saat bersalaman, genggang erat, shake (goncangan jabatan tangan) dua kali secara rilek tapi jangan berlebihan sambil menatap orangnya dan sebut nama. Jangan tiga kali itu kebanyakan, lalu jangan menunduk, jangan membungkuk, jangan lipatkan tangan kedada, jangan keburu narik tangan, jangan miringkan badan, jangan terlalu jauh atau dekat dan jangan saat sambil berjalan. Berhenti dulu, berdiri tegak, baru salaman. Dengan sikap badan tetap tegak, itu justru menunjukkan respek kita ke orang lain. Ingat, Good shake hand menunjukkan kepercayaan diri dan Good conversation.

– Ketika kamu duduk, jangan asal ambil tempat duduk kecuali sudah disediakan. Perusahaan biasanya menempatkan kursi direktur disebelah kiri, dikanan disediakan untuk kita, jadi lebih baik tanya dulu. “Tanya bapak (direktur) duduk dimana?”. Lalu ketika kamu akan duduk, cari tempat duduk ditengah karena disitulah kamu jadi pusat perhatian. Jangan mau kalah dengan CEO yang selalu disediakan tempat duduk ditengah. Jangan kamu mau dikesankan seorang pemalu karena memilih duduk diujung.

– Posisi duduk, jangan bersandar tapi tegap. Cewek silahkan silangkan kaki, kalau cowok bergaya duduk siap. Ingat, jangan goyang-goyangkan kaki. Energi itu didapat kalau tegap.

– Bila diajak makan, tangan jangan duduk istrahat itu tidak pas, tapi terbuka.

– Jangan duduk bersandar saat bicara, itu tidak menghormati. Ingat-ingat perilaku saat duduk, melipat tangan tanda tidak setuju atau lagi mengkritisi. Jangan banyak gaya seperti jari jemari disatukan itu justru menunjukkan kecemasan, anda terlalu close atau menutup diri. Jangan juga gerak-gerak, mengangguk atau macem lainnya. Jadi open saja, tangan santai rileks di meja.

– Kalau bicara dengan orang asing jangan tanya aspek keluarga. Itu bukan role, tapi private bagi mereka. Orang Filipina, Jepang dan AS tidak suka ditanya hal-hal private kalau baru kenal (bukan lagi plesiran ya). Kalau orang Indonesia memang beda, tapi bersikaplah profesional. Dipertemuan pertama jangan lakukan seperti itu. Dua tiga kali pertemuan baru bisa detail, pertama profesional saja. Basa basi lama, jangan, nanti biasanya narasumber lebih suka ngalor ngidul. Kecuali kalau sudah akrab banget.

Komentar»

1. Anonim - Agustus 8, 2012

bener, tuh.. low wawancara jangan goyang-goyang di kursi kalian, cz… ane pernah ditegur gara-gara itu…
#malang nian nasibkuuu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: