jump to navigation

Ketika Cinta Itu Datang…. April 11, 2010

Posted by agusdd in science.
trackback

Hujan. Kaki ini aku baru di km 100, perjalalnan pulang dari Bandung. Masih melewati gunung gunung. Terlintas sejenak teringat masa masa kuliah.

Abi, sapaan sayang istriku padaku, waktu itu selalu bersama umi baik pagi dikuliah, sore dipraktikum, malam yang makan bersama. Waktu itu benar bener selalu indah.

Demikian juga waktu itu puasa. Sahur, jalan dipagi hari melewati hutan belakang fakutas teknik, buka puasa sampai shalat terawih. Mengaji bersama hingga jalan bersama. Indah sekali mengenang waktu itu.

Kesan yg tak terlupa adalah menyusuri dua sisi jalan malioboro bersama umi. Saat berhenti di mirota batik tempat toko jualan yg serba batik, dua lutut b sebenarnya sakit, tapi tetap saja b paksakan waktu itu kt berjalan agar kenangan menyusuri kota itu benar2 indah.

Dari ujung balik lagi jalan ke ujung. Kita menyusuriny berdua. Berhenti dan kembali lagi sampai ke stasiun tugu. Kita duduk di kursi tunggu jalur 3.

Abi bercerita ke umi bagaimana dulu abi sebelum mengenal umi,abi selalu rutin melakukan aktivitas itu bersama teman abi. Kami hanya duduk dan memandangi kereta yg lewat. B bercerita bahwa teman2 b itu adalah 3 perempuan dan 3 laki2. Kami ber 6 sering nongkrong, tapi hanya 2 yg sering melakukan itu. Dia ganggam. Teman b.

B tidak tahu bagaimana perasaan umi dulu. Abi tidak begitu ingat mimik umi. Yg abi ingat adalah umi berusaha untuk menyenangi dan brusaha mengalami apa yg sudah b alami.

Banyak hal yg coba umi tanya ke abi. B baru tahu jawabanya umi memang sedang jatuh cinta. Umi sayang abi. Begitu juga saat sekarang, b begitu menyayangi umi.

B teringat saat kita diminta mencicipi masakan umi. Oh ternyata itu y cinta. Mencari tahu dan coba menyenangi. B benar benar tak tahu, tapi sekarang b tahu. B menjadi ingat masa masa itu karena cinta umi. I love u sayang. Miliki abi selamanya ya.

Cinta memang takkan pernah lupa.

Hari boleh berganti hari, tapi cinta selalu ada dihati.
Manusia itu hanya fisik. Baik cantik atau tampan pasti akan memudar. Tapi sebuah semangat cinta tidak akan pernah putus. Keluarga adalah tumpuan terakhir dalam hidup, susah senang harus selalu bersama.
Kali ini abi semakin sadar bahwa arti sebuah hidup tak ada yg lebih membahagiakan kecuali melihat anak istrinya bisa selalu tersenyum. I love u.

Komentar»

1. iyra - April 11, 2010

cuit cuittt


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: