jump to navigation

Gagal Bercinta Januari 3, 2010

Posted by agusdd in science.
trackback

Yah, tak sedikit yang curhat tentang gagal bercinta ini ke diriku. Mereka umumnya semua cewek, meski ada beberapa diantaranya cowok. Apa yang mereka utarakan, semuanya beragam.

Tapi disini aku tak bisa ceritakan karena cerita-cerita mereka begitu saja kulupakan. Ya maklum karena itu adalah rahasia mereka dan diriku, jadi biarlah angin yang mengingatnya. Rahasia tetap rahasia.

Disini yang ingin kutulis adalah, ada beberapa hal yang umumnya membuat pasangan putus cinta/tak lagi pacaran/gagal bercinta. Pertama karena tak ada kesabaran dan kedua tidak ada rasa pengertian.

Kesabaran dan pengertian itu bahasa klasik. Tak hanya saat pacaran, rumah tangga pun akan bubar tanpa hal itu.

Sabar erat kaitannya dengan emosi, sedang pengertian terkait dengan keromantisan.

Solusinya Sabar
Silahkan kamu hitung berapa kali saat pacaran hubungan tidak harmonis, apa penyebabnya? rata-rata hanya karena masalah kecil.

“Telepon tidak diangkat, sms tidak dibalas, waktu jemput terlambat, pacar tidak segera datang, tidak bisa mengantar, tak bisa makan bersama, bilang norak, kegendutan, tidak bisa kasih hadiah, dan macem-macem alasan sampai-sampai ada pikiran karena ada orang ketiga (pacar lain).”

Orang ketiga (pendengarmu) kalau melihat hal ini, alasan itu sebenarnya tidak masuk akal bisa menjadi penyebab pertengkaran. Selain itu jangan salah kira, kamu atau disisi lain (pacarmu) sendiri juga mulanya bernggapan bahwa saat itu (alasan yang memicu masalah) sebenarnya juga bukan dianggap sebagai masalah besar. Tak ada yang menyangka kalau itu bisa jadi sumber masalah.

Misalnya hanya karena masalah sms. Ada yang karena sang pacar kangen kemudian mengirimkan kata-kata romantis, lalu tidak segera dijawab oleh pasangannya, kemudian menjadi masalah besar.

Aku sendiri pernah mengalamiinya. Saat itu biasanya terjadi saat kita benar-benar jatuh cinta. Karena tidak kunjung dibalas maka muncullah apa yang disebut pikiran buruk, prasangka buruk, ini itu dan sebagainya. Untuk itulah perlu sabar.

Kuncinya bagaimana kamu bisa berpikir positif. Percaya ke pacar adalah modal dasar utama. Tidak ada ruginya kok berpikir positif.

Saranku lebih baik, tentang masalah-masalah seperti itu jangan terlalu dibesarkan. Misalnya ketika sang pacar tidak bisa menjemput, y sudah deh, jangan ambil pusing. Toh kamu bisa jalan-jalan ke mall lebih lama, bisa sambil ngopi and makan kemudian tagihannya kamu kasih ke pacar kamu atau lakukan aktivitas lain yang menghibur. Jangan hanya karena masalah kecil kalian berantem. Yakin, saat itu pacarmu juga tidak ingin itu menjadi penyebab keretakan hubungan kalian. Menurutkan emosi itu tak ada manfaatnya, cobalah berpikir positif.

Harus selalu Romantis
Kunci kedua adalah menjaga hubungan berdua selalu romantis. Apapun jawaban dari kegiatan kalian, ntah itu tema makan bersama, merayakan hari jadi, bertemu dikoast, nonton bareng, jalan ditaman berdua, atau sekedar jalan pulang kantor, USAHAKAN ROMANTIS. Karena tanpa ada keromantisan, hubungan kalian akan tampak biasa saja. Membosankan, jenuh lalu putus.

Romantis itu tidak harus ada bunga, kecupan atau pelukan. Romantis bisa terwujud hanya dengan sekedar kata-kata, teguran kasih sayang atau makan bersama sang pacar. Obrolan romantis juga bisa tercipta misalnya obrolan yang sehati yang bisa membuai kalian berdua. Apapun itu jadi. Biasanya gosip atau ngomongin saat-saat awal jadian. Tapi lihat lawan bicara y, kalo cowok atau cewekmu kelihatan tidak tertarik hentikan. Jangan dipaksa. Kamu harus mengerti itu. Segera alihkan ke obrolan pekerjaan dia atau sedang ada masalah apa.

Keromantisan itu bisa terwujud kalau kalian berdua bisa saling mengerti dan memahami. Cowok perlu mengerti apa yang diinginkan cewek begitu juga sebaliknya cewek harus memahami seorang cowok.

Cewek itu biasanya minta perhatian, dimanja, ketegasan, dan dilindungi. Sedang cowok itu biasanya minta dihormati, didukung, dihargai dan disayangi.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: