jump to navigation

“Pengalaman hidup itu tidak akan berulang”, Jangan Menyesal….. Juni 1, 2008

Posted by agusdd in lintas milis, Nasehat, pengalaman.
trackback

Tulisan ini diposting oleh pak Iwan Sams,  kakak tingkat saya dan kakak seperguruan di pekerjaan, hee….. ini adalah cerita sebuah pengalaman true story yang cukup mengharukan. Namun penyajiannya kurang apik.  ya.. setidaknya jika ini terjadi cerita yang ada didalamnya sungguh sangat mengharu biru….. Pokoknya adalah cerita yang luar biasa dan penuh makna.
***************
TRUE STORY Of John Carmody a successful executive

Semuanya itu disadari John pada saat dia termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya. Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka.

Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya Magy disuatu sore sekitar 3 minggu yang lalu. Malam itu, 3 minggu yang lalu John membawa pekerjaannya pulang. Ada rapat umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham. Pada saat John memeriksa pekerjaannya, Magy putrinya yang baru berusia 2 tahun datang menghampiri, sambil membawa buku ceritanya yang masih baru. Buku baru bersampul hijau dengan gambar peri.

Dia berkata dengan suara manjanya, “Papa lihat !”

John menengok kearahnya dan berkata, ” Wah, buku baru ya ?”

“Ya Papa!” katanya berseri-seri, “Bacain dong !”

“Wah, Ayah sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh”, kata John dengan cepat sambil mengalihkan perhatiannya pada tumpukan kertas didepan hidungnya. Magy hanya berdiri terpaku disamping John sambil memperhatikan.

Lalu dengan suaranya yang lembut dan sedikit dibuat-buat mulai merayu kembali : “Tapi mama bilang Papa akan membacakannya untuk Magy”.

Dengan persaan agak kesal John menjawab: “Magy dengar, Papa sangat sibuk. Minta saja Mama untuk membacakannya.”

“Tapi Mama lebih sibuk daripada Papa,” katanya sendu. “Lihat Papa, gambarnya bagus dan lucu.”

“Lain kali Magy, sana! Papa sedang banyak kerjaan.”

John berusaha untuk tidak memperhatikan Magy lagi. Waktu berlalu, Magy masih berdiri kaku disebelah Ayahnya sambil memegang erat bukunya. Lama sekali John mengacuhkan anaknya.

Tiba-tiba Magy mulai lagi: “Tapi Papa, gambarnya bagus sekali dan ceritanya pasti bagus! Papa pasti akan suka.”

“Magy, sekali lagi Ayah bilang: Lain kali !” dengan agak keras John membentak anaknya.

Hampir menangis Magy mulai menjauh, “Iya deh, lain kali ya Papa, lain kali.” Tapi Magy kemudian mendekati Ayahnya sambil menyentuh lembut tangannya, menaruh bukunya dipangkuan sang Ayah sambil berkata: “Kapan saja Papa ada waktu ya, Papa tidak usah baca untuk Magy, baca saja untuk Papa. Tapi kalau Papa bisa, bacanya yang keras ya, supaya Magy juga bisa ikut dengar.”

John hanya diam.

Kejadian 3 minggu yang lalu itulah sekarang yang ada dalam pikiran John. John teringat akan Magy yang dengan penuh pengertian mengalah. Magy yang baru berusia 2 tahun meletakkan tangannya yang mungil di atas tangannya yang kasar mengatakan: “Tapi kalau bisa bacanya yang keras ya Pa, supaya Magy bisa ikut dengar.”

Dan karena itulah John mulai membuka buku cerita yang diambilnya dari tumpukan mainan Magy di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak terlalu baru, sampulnya sudah mulai usang dan koyak. John mulai membuka halaman pertama dan dengan suara parau mulai membacanya.

John sudah melupakan pekerjaannya yang dulunya amat sangat penting. Ia bahkan lupa akan kemarahan dan kebenciannya terhadap pemuda mabuk yang dengan kencangnya menghantam tubuh anak gadisnya di jalan depan rumah.

John terus membaca halaman demi halaman sekeras mungkin, cukup keras bagi Magy untuk dapat mendengar dari tempat peristirahatannya yang terakhir.

Mungkin.

Komentar»

1. suci - Juni 3, 2008

hiks-hika, meski baca tak lengkap, ebnding nya aja dah mengharu biru ni..hwoaaaa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: