jump to navigation

Helmku Hilang di Cempaka Mas Mei 22, 2008

Posted by agusdd in lihat sekelilingku, pengalaman.
trackback

Hmmm…ck cek ck….pusing tujuh keliling aku hari ini. Gimana g, wong baru seneng2nya kita jalan2 siang dan baru akan mau pulang tiba2 dikejutkan helm motorku yang tidak lagi ditempat. Apa gw bilang. “huh shiiit”, ucapku dalam hati. Dongkol dan perasaan gondok menumpuk dihati. Rasanya ingin kutemukan maling itu. Kpegang, kutanya maunya dan kupotong tangan yg mengambilnya. Suwer deh, asli memang kejam menurutku dan sungguh akan merasa berdosa selamanya jika itu terjadi. Untunglah tidak. Malingnya g ketahuan, ntah dimana dan aku jg g tahu harus gimana mencarinya.

“Sabar y bi, sudah gpp, memang bukan rejeki kita,” ucap umi menenangkan diriku sejenak. Meski sebenarnya sangat dongkol sekali, paling tidak, umi memberikan ketenangan dan menyadarkanku. “Lagian juga sudah helm jelek,” lanjut umi menasehati dan menenangkan hatiku agar mengikhlaskan helm yang berharga sangat mahal itu. Memang si, tidak terlalu mahal, tapi menurutku harganya cukup lumayan juga. Setidaknya hanya dengan mencat lecet2 yg ada, sedikit saja, helmku paling tidk bisa laku 200an ribu. Lumayankan. Tapi umiku bilang, “B entar beli lagi aja y, lumayan kan beli yang baru. Lagian b juga sering g nyaman pake helm itu,”. Hee….. Aku tersenyum dalam hati. Mulutku tetap diam menahan kedongkolan dan rasa gondok yang lebih.

“Gila gw pikir, adab yg sangat bejat, ancur deh nasib bangsaku kalo masih ada moral2 sperti ini di Indonesia. Memang tidak banyak yang buruk. Tapi kesan seperti ini membuat trauma dan kesan burukku yang sangat mendalam. Oh indonesia,” welasku dalam hati. “Semoga banyak perubahan dimasa mendatang,” lanjut doaku dalam hati.

Btw cerita kehilangan helmku bermula hari ini, Minggu 18 Mei 2008. Hari ini akan aku ingat sebagai hari bersejarah paling pertama aku kehilangan barang miliku. Lokasinya dipusat perbelanjaan parkir ITC Cempaka Mas, Jakarta. Hari itu, kami berbelanja untuk keperluan pernikahan kami, membeli beberapa koleksi film, dan sejumlah keperluan lain serta sabuk yang kemarin ketinggalan di Bandung, tempat agus-ra. Mulanya hari ini menyenangkan, lalu berubah menjadi hari yang buruk karena helmku tiba2 lenyap bgt saja.

Herannya pengelola parkir yang di Cempaka Mas ini tidak melakukan ganti rugi, meski itu hanya sebuah helm. Padahal setiap hari, ada banyak ratusan atau bahkan mungkin ribuan motor yang parkir disitu. Berapa coba keuntungannya yang didapat dari parkir ini. Kebayang dong dalam satu bulan?…hmmm ck ck. Sayang, banyak yang belum sadar akan pentingnya nilai servis dan penghargaan terhadap konsumen dan pelanggan. Inilah yang membuat aku kecewa.

Memang si aku juga tahu, harga helm tidaklah seberapa. Paling dengan merogoh kocek 50-200 lagi sudah bisa kudapat helm baru. Mulai dari yang abal-abal sampai yang model biasa. Aku juga tahu dikarcis parkir tertulis bahwa tidak ada penggantian atas kehilangan barang yang tertinggal dikendaraan. Tapi usulku, pelayanan dan servis itu harus diutamakan pada konsumen. Bisa bayangkan bagaimana dengan tidak ada jaminan keamanan dan perlindungan orang akan betah ke Cempaka Mas lagi. Coba dong bayangin jika ada 2- 5 orang kehilangan helm setiap hari dan tidak ada penggantian sama sekali. Berapa sih harga helm itu dibanding keuntungan yang didapat oleh pengelola parkir dalam sehari dengan kunjungan motor yang selalu masuk setiap detiknya. Kebayang dong…

Kembali saya tegaskan memang harga helm tidak seberapa. Tapi bahwa perlindungan itu penting. Jika memang tidak setiap hari ada kehilangan dan memang sudah aman, kenapa si tidk mau mengganti. Toh memang tidak seberapa kok. Saya juga kuat membeli. Tapi setidaknya, jika saya melaporkan adanya kehilngan seperti itu, mungkin saya bisa diberikan dispensasi tidak membayar parkir. Ini adalah alternatif usulan saya untuk sebuah iklim bisnis yang bersahabat dan manusiawi. Memang tidak terlihat wajar, tapi itu adalah salah satu trik mempertahankan konsumen dan promosi. Jika memang kemanan dan sistem pelayanannya baik ke konsumen pasti konsumen akan betah dan secara tidak langsung mempromosikan Cempaka Mas memiliki pelayanan yang baik. Lain halnya jika pelayananya tidak baik dan sering terajadi kehilangan. Wajar jika itu terjadi dan klaim atas barang2 yang hilang tidak dlayani.

Wajarkan, saya menyangsikan keamanan di parkiran Cempaka Mas. Kenapa? Lha wong dengan ribuan motor yang parkir setiap hari masa ganti helm saja g bisa. Memang bisa aja alasan pelit, atau pengelola parkir pingin mendapatkan keuntungan besar dengan tidak mengganti helm saya. Tapi sebrapa sih harga helm saya dibanding keuntungan perharinya, tidak akan ada seperseratusnya. Bahkan lebih kecil. Saya yakin itu. Kecuali memang sering terjadi kehilangan helm, dan banyak yang komplaij, barulah mereka menderita banyak kerugian. Benerkan?

Gampang kok, model perjanjiannya, sudah jelas perlengkapan motor itu adalah motornya sendiri dalam arti dengan perleengkapan lengkap termasuk ke baut (murny) dan juga helm. Karena dengan tidak adanya helm ini atau baut dan roda maka motor kecil kemungkinan bisa sampai di Cempaka Mas. Iya g? Nyambung kan logikanya? Motor kalo yang naikinya ada 2 orang, pasti dua2nya pake helm. Karena kalo tidak, alias salh satunya g pake helmnya, pasti polisi sudah kegateelan utnuk nilang. Kedua perlengkapan motor. Bisa saja si maling dengan kejcanggihannya mempreteli mur, spion, ban, pentil, kunci, busi atau yang lainnya. Itu adalah perlengkapan motor. Berikut semua asesorinya. Iya g? Ada baut satu saja hilang, berarti ada yang hilang dari komponen motor. Meski bisa tetap berjalan, bisa dipastikan ada yang g normal, ntah itu bunyi atau lainnya. Y g?

Lalu dengan alasan penjaga tidak bisa menjaga ratusan motor yanga da disitu dan bahkan tidak bisa mengamatinya satu persatu, lalu bagimana dengan jika ada kehilangan kasus seperti ini. Memang kejadian ini belum banyak diperhatikan dan belum disoroti. Tapi kebayang g jika ada orang iseng ngambil 1 baut dari 100 motor. Itu sudah berapa? jika satu kilo saja, maka itu sudah bisa mendatangkan uang Rp, 5000. Kecil memang, tap kebayang dong nglepas satu baut itu butuh berapa detik. Bisa dapet berapa uang hanya dengan melepas baut. Apakah ini tidak masuk kehilangan.

Banyak orang berpikir dengan otaknya, tapi tidak dengan perasaanya, itulah yang menyebabkan kepercayaan antar sesama ini berkurang.

Berpikir dengan otak bisa lebih picik dari orang munafik. Tatap kebanyakan berpikir dengan perasaan menjadikan orang itu lebah dan bodoh.

Bullshit. Fuck you guys….

Komentar»

1. dzinofa - Mei 25, 2008

ya begitulah kejadiannya .. ini gk lepas dari dampak pemerintahan kita yang tengah di jalani.. kemiskinan dimana2 dan bagi sebagian kelompok atau orang dampak seperti ini jadi unsur yang memaksa untuk bebuat hal yang gak seharusnya di lakukan.. demi kebutuhan pribadinya. bahkan bisa terjadi maslah ini ada keterkaitan lagi sama si tukang parkir, bisa saja dia kerjasama demi keuntungan sampingannya.. tanpa memperhitungkan halal haram.. kasian ya.. hari gini gak tau mana halal haram.. jadi bener bener dia itu lebah dan bodoh.. kasian dia.. siapa yang telah menjadikan dia bodoh.. siapa yang hak untuk meluruskan moral insan bangsa ini..

2. suci - Mei 26, 2008

huuuuuu, takut deh sama kalimat terakhir tapi bagus juga dah tahu bahasa gaol nya inggris bi…hehehehe

well seperti yang disampaikan di Secret, semua itu terjadi karena ada terbesit pemikiran di kepala kita..

nah, mungkin kemarin-kemarin umi atau abi sempat terbesit kalo helm itu ada yang incar..hahahaha…super natural gitu lhooo…

tapi sekarang kepalanya jarang sakit kan dengan helm baru?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: