jump to navigation

Teori Baru yang Membunuh Waktu Maret 30, 2008

Posted by agusdd in perenungan, science.
trackback

Teori tentang mesin waktu diprediksi hanyalah imaginasi manusia karena sebenarnya tidak ada, benarkah?

Kita semua tahu bahwa waktu adalah sebuah aliran yang mengalir dari masa lampau menuju masa depan. Dengan waktu ini setiap saat ada perubahan, ada jarak, dan juga ada kematian. Waktu juga menjadi sebuah pertanda kapan lahir, kapan ulang tahun dan kapan suatu masa muncul hingga kemudian punah. Teori fisika mengatakan bahwa waktu tidak absolut, yang artinya waktu menunjukkan sesuatu yang relatif terhadap suatu acuan. Dicontohkan oleh Albert Einstein, sang pelopor teori relativitas ini, misalnya ketika seorang menaiki mobil dan melihat ke objek diluar mobil yang tidak bergerak, maka terhat bahwa objek tersebut bergerak. Sementara itu bagi orang yang diluar mobil maka orang didalam mobbilah yang be gerak. Einstein menyebut ini sebagai teori relativitas khusus.

Sementara itu penjelasan lebih mendetail tetang melambatnya waktu ini, juga dipaparkan dalam teori relativitas umum. Para ahli fisika menerangkan bahwa didalam rumus ruang yng sudah dikenal, terdapat waktu yang menjadi dimensi lain. Ini artinya selain dunia 3 D, para ahli fisika memperkenalkan dunia dengan 4 D, yaitu dengan tambahan waktu. Oleh karena itu bisa ditebak hampir disetiap tempat di alam semesta ini, memiliki waktu dan ruang yang berbeda dengan bumi dan juga tempat lainnya. Yang menjadikan catatan adalah dimana waktu ini dipengaruhi oleh gravitasi. Semakin besar gravitasi maka waktu menjadi semakin lambat. Dari teori-teori ini kemudian muncullah teori yang lebih ekstrim dimana ada sebuah ruang waktu disana. Lubang waktu ini bisa terjadi karena medan gravitasi yang cukup kuat menyebabkan adanya kelengkungan waktu.

Menurut teori ini, waktu dapat direntangkan atau dimampatkan. Pada sebuah titik tertentu dimana antara waktu ini gaya gravitasi menjadi melengkung hingga menyatu yang pada akhirnya membukakan pintu baru yang disebut lorong waktu. Menempuh cara ini seorang peneliti diprediksi bisa berpindah tempat dengan memotong waktu.

Perjalanan waktu ini menjadi semakin mungkin ketika teman penelitian Einstein, Kurt Godel pada 1949 menunjukkan bahwa dibawah teori relativitas umum waktu itu benar-benar bisa dibentangkan oleh manusia. Godel mengatakan dengan pembentangan ini akan ada sebuah efek waktu yang bisa menjadi sebab dan akibat. Katanya jika seseorang bisa kembali ke masa lalu dan membunuh kakek buyutnya, maka sebagai akibatnya pada masa depan ia tidak akan lahir pada tempat yang pertama.

Banyak ilmuwan fisika mendebat pengertian yang sangat aneh ini. Namun belum ada satu alasan pun yang bisa meruntuhkan teori tersebut. Para ilmuwan berspekulasi bahwa menembus waktu memang mungkin dilakukan, tetapi tidak akan mungkin mengubah masa depan yang kini ditinggali oleh manusia. Ahli fisika Daniel Greenberger dari City University of New York dan Karl Svozil dari Vienna Unversity of Technology Austria menunjukkan sifat-sifat teori kuantum yang memastikan bahwa perjalanan menembus waktu tidak dapat merubah keadaan saat ini, meskipun seseorang itu berhasil kemasa lalu. “Ini sangat kontradiktif, karena misalnya saya bisa kembali ke masa lalu, mana mungkin saya merubah keadaan waktu itu, karena dengan begitu maka secara tidak langsung saya telah menggaggalkan misi perjalanan saya ke masa lalu sebab yang menjadi patokan adalah masa kini, bukan masa depan atau masa lalu,” ujar Karl Svozil.

Lee Smolin dari Perimeter Institute for Theoretical Physics di Kanada mengatakan waktu adalah nyata. Akan tetapi merumuskan untuk menemukan segalanya dan menyatukan partikel di alam semesta hanya dapat dilakukan dengan menggabungkan teori relativitas dan teori kuantum. Hasil pengertian yang dimungkinkan adalah waktu itu tidak ada atau waktu itu mungkin ada tetapi lebih dari satu. Profesor Carlo Rovelli dari University of Marseille mendefinisikan bahwa waktu itu adalah jarak antara kejadian, atau hanya seperti ruang yang memisahkan antara tempat. Dicontohkan misalnya, segelas kopi beberapa saat lalu panas, namun dengan perginya kalor (panas), di masa depan kopi akan dingin. Dia berpendapat tidak ada yang bisa kembali dan semua itu hanya ada didalam otak. “Perubahan waktu setiap detik, menit dan jam hanyalah sebuah trik pikiran yang sebenarnya itu tidak ada,” ujarnya.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: