jump to navigation

Kamera 3D Standford dengan 12,616 Lensa Maret 24, 2008

Posted by agusdd in IT.
trackback

Lensa kamera ini menghasilkan gambar 256 piksel dan menjadi chip yang bisa menghasilkan gambar 3D

Istilah dua dimensi yang diambil kamera dengan satu atau dua lensa sudah sering didengar. Gambar ini bisa dilihat pada hasil pemotretan dengan gambar datar (satu sudut pandang). Baik gambar ini ketika diolah dalam komputer maupun dengan model lain, tetap saja gambar tampil hanya mengacu pada satu sumbu. Berbeda jika gambar dihasilkan dengan dua kali jepretan dari dua sudut yang berbeda atau dengan teknik dua kali pengambilan gambar pada saat yang bersamaan dengan dua kamera. Siapapun yang melihat hasil jepretan ini pasti akan bisa melihat sudut pandangan lain atau hasil gambar 3 D.

Tapi bagi peneliti, dua kali jepretan pada sudut pandang yang beda atau menggunakan dua kamera ini tidak cukup. Professor Abbas El Gamal, dari Stanford pada akhir pekan lalu memamerkan kamera barunya yang diciptakan dengan ribuan kamera. Jumlahnya tak tangung-tanggung, disebutkan mencapai 12,616 lensa (kamera). Dari hasil kamera ini, katanya, tidak hanya gambar dua dimensi yang bisa diperoleh, namun sesuatu yang lebih bernilai, disebut dengan “depth map” juga bis adiambil. ”Kami bisa mendapatkan jarak antara objek dengan gambar dan juga gambar super 3 D,” ujar El Gamal.

Peneliti yang khusus mendalami masalah elektronik dari Stanford ini menjelaskan bahwa kamera yang dibuatnya tersebut dapat menangkap gambar lebih jelas dan sangat detail. Pada sudut yang diperoleh, gambar bisa diolah dan menghasilkan jarak dengan ketepatan lebih tinggi.

”Kamera terbuat dengan banyak lubang tempat sensor gambar,” ujar El Gamal. Kamera mampu mengambil gambar dengan sensor pada ukuran 0,7 mikron, beberapa kali lebih kecil dibanding ukuran standar kamera digital. Hasil pengambilan gambar masing-masing kamera bisa mencapai 256 piksel dan semua ini diambil dari ukuran lensa yang kecil tersebut. ”Kamera dapat diandaikan seperti mempunyai banyak kamera dalam satu Chip,” ujarnya.

Keith Fife, mahasiswa yang bekerja dengan El Gamal mengatakan prototipe yang mereka tanami chip berkekuatan 3 megapiksel menurut rencana tidak hanya akan memuat 12,616 kamera. ”Kelihatannya bisa lebih,” ujarnya. Yang terpenting dari fungsi kamera dengan ribuan kamera ini adalah bisa menjadi alat dengan nilai ketepatan tinggi. Kamera bisa merekam lebih fokus dan gambar lebih mendetail. Baik antara hidung, mata, mulut, dagu dan sebagainya bisa dibedakan.

”Mengembangkan kamera ini sama seperti membuat prototipe pemindai wajah, dan ini mungkin saja dibuat untuk kepentingan keamanan,” ujar H S Philip Wong, profesor teknik listrik yang juga masuk dalam penelitian kamera.

Beberapa informasi mendalam yang bisa diperoleh dari pemotretan dengan kamera ini adalah informasi biologi berupa pemindaian, mencetak gambar 3 D, menciptakan gambar 3 D yang kemudian diperilakukan secara virtual seperti animasi atau membuat model gedung 3 D.

Teknologi yang dibuat ini oleh peneliti dikatakan cukup baik untuk memproduksi segala macam gambar. Baik objek dekat atau jauh sekalipun gambar tetap dalam keadaan fokus. Tapi juga akan menjadi mungkin foto dioleh dengan efek yang diinginkan dalam software. Pada era saat ini software adalah pintu gerbang dalam segala macam pengolahan data digital.

Kamera kecil-kecil yang disusun dan kemudian dipadukan dalam satuan kamera berukuran besar ini, oleh Fife dapat diandaikan seperti kamera dalam ponsel. “Saat ini kamera ponsel sudah menjadi kamera unggul yang hasil potretannya sangat baik,” ujar Fife. Kelebihan dari ribuan kamera yang ditanam dalam prototipe ini adalah lensa objektif yang ada memiliki titik fokus 40 mikron. Sebagai hasilnya adalah pada jarak seperti apapun hasil foto diambil sedikitnya oleh empat chip kamera, menghasilkan gambar yang overlap, selalu mendapatkan sudut pandang yang berbeda dan menjadi lebih baik dibanding mata manusia. Kamera ini dikatakan sama seperti ribuan mata kanan dan kiri manusia dimana ketika mata kanan ditutup atau sebaliknya akan memberikan persepsi gambar yang berbeda.

Bisa Untuk Memotret Sel

Lensa utama yang juga dikenal sebagai lensa objektif pada kamera digital memfokuskan pada sensor gambar kamera yang kemudian memberikan gambaran foto. Mekanisme pengambilan gambar yang juga hampir sama ini dapat ditemui pada kamera milik peneliti Stanford yang dilengkapi dengan ribuan lensa. Bedanya pada kamera yang dilengkapi dengan lensa objektif multi aperture, memiliki titik fokus 40 mikron ditasa baris sensor mereka. Hal ini menyebabkan pengambilan gambar objek yang ada bisa lebih mendetail dan diolah dengan gambar yang sangat sempurna.

Foto yang berhasil ditangkap ketika dibandingkan, jauh memiliki kedalaman warna yang berbeda. Dari hasil fotografis memang tidak tampak namun secara elektronik proses rekaman foto ini dapat dibagi dalam hasil ribuan lensa yang masing-masing mencapai 256 piksel. “Subjek foto juga bisa dimanipulasi dengan software per bagian dan dengan perhitungankhusus bisa menghitung jarak untuk membedakan titik,” ujar Abbas El Gamal, Professor listrik Stanford.

Keith Fife, mahasiswa yang ikut dalam penelitian tersebut memaparkan bagaimana keunggulan kamera mereka juag bisa dipakai sebagai kamera keamanan. Model virtual dengan pengolahan ribuan kamera, memungkinkan peneliti bisa memindai wajah dengan hasil yang akurat. “Setidaknya ada ratusan koreksi disini dan dengan ribuan lensa yang tertanam siapa saja bisa memilih dari sudut mana mereka ingin melihat objek yang diinginkan,” ujar Fife.

“Kamu dapat mengatakan saya hanya ingin melihat objek ini dari jarak sejauh ini,” ujarnya menunjukkan keunggulan sensor yang tertanam dalam kamera. Atau sensor juga dapat juga dikembangkan sendiri tanpa lensa objektif, menurut Fife dengan mendekatkan sensor ke objek maka masing-masing lensa akan bisa mengambil foto tanpa memerlukan lensa obejektif. Tentu saja gambar yang diperoleh, jumlahnya mencapai ribuan gambar. Cara ini bisa disarankan ketika kamera digunakan untuk memotret pada jarak yang sangat dekat, misalnya pemeriksaan otak tikus seperti mendeteksi aktivitas syaraf otak.

Jarak yang cukup dengan dengan fokus 40 mikron atau setara dengan seper satu juta meter artinya hampir sama dengan kemampuan untuk memotret sel makhluk hidup. Dikatakan dengan resolusi 256 piksel per lensa, maka hasil pemotretan yang ada ini bisa setara dengan 140 kali kamera model sekarang yang beresolusi 7 megapiksel.

Komentar»

1. asuna17 - Maret 25, 2008

Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
http://www.infogue.com/
http://www.infogue.com/industri/kamera_3d_standford_dengan_12_616_lensa/

2. MANDALA - Maret 15, 2010

MAU AMBIL GAMBAR CEWEK


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: