jump to navigation

Masjid Tertua di Turki September 28, 2007

Posted by agusdd in Arsitektur.
trackback

Masjid Yeni Cami yang berlokasi di pusat bisnis ibu kota Istanbul dikenal sebagai tempat paling ramai karena paling banyak dikunjugi jemaah, terutama pada bulan-bulan Ramadhan. Inisial nama masjid ini telah lama dikenal oleh masyarakat sekitar dengan nama “Queen Mather” di seluruh kota di Asia. Setelah berganti nama dengan sebutan “The New Mosque (Yeni Cami), nama ini kini mengalahkan queen mother sebelumnya”.

Menurut catatan dan pembangunan masjid sejak kali pertama dimulai, masjid ini adalah yang paling lama berdiri di Istanbul. Pembangunannya selama 66 tahun (1597-1663), jauh lebih awal dari masjid terbesar The Blue Mosque yang baru dibangun pada tahun 1609-1616. Selama pembangunan Masjid Yeni ini sempat beberap akali terkatung-katung apakah akan dilanjutkan atau tidak. Namun masjid yang berlokasi di kota Eminonu, Turki dengan gaya Ottoman ini diakui sebagai bagian tertua kota ini.

Selama pembangunan konstruksi masjid mengalami tiga kali pergantian pemimpin asrsitek. Paling pertama pembangunan di pimpin oleh arsitek Davut Pasha yang memulai pembangunan atas perintah Safiye Sultan, Ibu dari Mehmet III. Selanjutnya konstruksi diperluas oleh Sultan Selim II. Arsitek kedua adalah Dalgic Ahmet Cavus dan Kasim Agha. Mereka ini adalah arsitek yang menyelesaikan konstruksi selama Sultan Mehmet IV memimpin, setelah arsitek pertama Davut Pasha meninggal.

Begitu lamanya pembangunan masjid ini terjadi akibat banyaknya rintangan alam selain faktor finansial. Pertama kali dibangun masalah muncul karena ketinggian air laut yang berada kurang lebih 3 meter dari jarak podium dimana masjid didirikan. Tidak hanya para ahli pemerintahan pada waktu itu yang bingung, akan tetapi para ahli teknik pun merasa ragu dengan pembangunan konstruksi bangunan.

Alasan kedua yang membuat bangunan sempat dihentikan adalah gempa bumi dan kebakaran yang sempat terjadi beberapa kali sehingga membuat masalah finansial pembangunan masjid lebih membengkak. Hal tersebut menjadi tantangan bagi para insinyur untuk membangun masjid dengan pendanaan dan bahan fisik bangunan terbatas.

Namun begitu dengan kesederhanaan, masjid yeni ini berhasil berdiri dengan beragam fasilitas. Selain tempat ibadah para insiyur juga berhasil membuat fasilitas tambahan berupa paviliun untuk Sultan, lapangan, sekolah dasar dan jalan-jalan dengan bangunan pintu gerbang yang menarik. Pada bagian luar masjid berhasil diperluas dengan tambahan 24 kubah yang terbangun dalam beberapa tempat.totalnya dengan lengkung kubah seluruh masjid mencapai 66 buah. Tinggi kubah masjid utama 36 meter dengan diameter 17,5 meter.

Komentar»

1. Anonim - November 21, 2007

Allahu Akbar, seandainya bangunan masjid ini aku yang merancang sungguh tidak dapat aku ungkapkan dengan kata-kata betapa bahagianya aku telah dapat mengagungkan kebesaran Allah SWT. yang maha memiliki alam beserta isinya. teruslah berkarya wahai kaum baginda nabi Muhammad SAW, tegaklah agama Allah

2. tyo - Oktober 15, 2009

subnlah, kapan bisa kesana!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: