jump to navigation

Gas Pencekik ada di Atmosfer September 28, 2007

Posted by agusdd in lingkungan, science.
trackback

Phosgene dapat menyebabkan iritasi dan paling fatal menyebabkan kematian

Ilmuwan kini tengah menyelidiki bagaimana sifat udara semenjak pemanasan global mulai ramai dibicarakan. Tujuan penyelidikan ini adalah untuk mengungkap sampai seberapa besar pencampuran udara diatmosfer terpengaruhi akibat pemanasan suhu. Mungkin bukan suatu hal yang akan berdampak besar bagi masyarakat, tapi temuan yang didapatkan sungguh sangat mengejutkan.

Sebuah senyawa yang dikatakan sebagai senjata perang diketemukan dalam pencampuran tersebut. Senyawa yang pernah diketahui sebagai senjata kimia pada perang dunia pertama ini kini tengah mulai di bahas. Jumlahnya memang sangat kecil dan bisa di abaikan, akan tetapi senyawa yang dikenal dengan sebutan phosgene tersebut sangat mematikan.

Setelah perang dunia kedua usai, phosgene, yang menjadi senjata kimia berbahaya ini memang masih tersimpan dengan sangat baik di gudang penyimpanan senjata. Lain halnya dengan yang ada di atmosfere. Tim peneliti yang diketuai oleh Professor Peter Bernath, dari Department of Chemistry dari University of York menyebutkan mungkin saja itu berasal dari efek pemanasan global. Dalam tim juga masuk para peneliti ahli yang berasal dari Universities of Waterloo dan Toronto dari Kanada, NASA’s Jet Propulsion Laboratory dan New Mexico Institute of Mining and Technology dari Amerika.

Sebelumnya penyelidikan tentang peningkatan kandungan atmosfer udara ini telah dilakukan tahun 2004-2006. Tim menggunakan satelit Canadian Atmospheric Chemistry Experiment (ACE) untuk memprediksi seberapa besar gas yang ada dialam. Peneliti menemukan bahwa konsentrasi udara pling tinggi berada di daerah lintang tinggi.

”Di ekuator jumlah gas phosgene ada tapi dalam jumlah kecil dan dapat diabaikan,” kata Bernath. Keberadaan gas ini adalah penyebab lain yang juga menjadi pemicu menipisnya lapisan ozon.

Ga sini muncul dialam, disebabkan karena suatu faktor. Bernath mengatakan bahwa phosgene tidak mungkin terjadi di alam dengan sendirinya. Secara teori bahwa chlorinasi hidrokarbon tidak akan terjadi tetapi klorinasi terjadi dalam campuran yang disebabkan oleh industri. ”Karena masa waktunya pendek, selanjutnya akan pecah, dan pecahannya itu menjadi phosgene,” kata bernath.

Phosegen ini banyak terjadi pada industri farmasi, penyediaan obat rumput, insektisida, pembuatan busa, resin, polimer dan beberapa industri lain. Seiring dengan penurunan jumlah tersebut digunakan dalm industri, kandungan phosgene dialam kini juga semakin menurun.

Phosgene adalah senyawa yang sangat beracun dan berbahaya bagi tubuh. Dalam konsentrasi yang kecil, orang yang menghirupnya dapat merasa kekeringan di saluran udara dan seperti tercekik yang dapat berakibat kematian. Pelarangan penggunaanya di dindustri mulai dilarang dengan Protocol Montreal dan terus semakin menurun. Karena dari penyelidikan yang dilakukan, meski phosgene dapat hilang dengan sendirinya melalui penyinaran ultraviolet akan tetapi hal tersebut karena bereaksi dengan ozon.

”Jadi ketika kamu memanasi planet ini, maka kamu sebenarnya juga meningkatkan kadar campuran dalam udara,” kata Benjamin Santer, peneliti dari Lawrence Livermore National Laboratory’s yang melakukan modeling perubahan iklim dengan Intercomparison. Ia menemukan bahwa sejak dipanasi, atmosfer bumi kini uap airnya telah meningkat 0,41 kilogram per meter kuadrat. Secara alami sejak 1988, variabilitas seperti hasil penelitian tersebut tidak bisa dijelaskan. Faktor kemungkinan paling besar yang bisa menyumbangkan perubahan paling besar tersebut adalah karena aktivitas manusia.

Identifikasi udara tersebut menurut Santer adalah bukti kuat dalam peningkatan senyawa lain. Hal tersebut terjadi karena ada suatu mekanisme yang disebut ” feedback mechanism”. Terjadi karena semakinbanyak karbon dioskida, methana, nitrogen oksida, chlorofluorocarbon dan campuran lain yang meningkat. Penyebabnya adalah karena pembakaran bahan bakar fosil. ”Kini peningkatan diprediksi telah mencapai 6-7,5 persen dari setiap derajat Celsius peningkatan suhu,” kata Shanter.

Komentar»

1. Online Degrees - September 28, 2007

i need to get you . but the language used here is too difficult . so i cant . plz write it in english .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: