jump to navigation

Makhluk 100 Ribu Tahun Lalu Hidup Lagi Agustus 14, 2007

Posted by agusdd in science.
trackback

Di laboratorium peneliti berhasil menghidupkan mikrobia Antartika yang telah tidur ribuan tahun lalu

Percaya atau tidak peneliti Rusia pada Mei 2007 lalu menemukan mammoth yang merupakan binatang mamalia mirip gajah hidup sejak jutaan tahun lalu. Diprediksi mulai 700 hingga 300 ribu tahun lalu, hewan ini mulau punah karena suhu bumi yang dingin. Penemuan fosil betina ini diyakini masih menyimpan DNA yang cukup baik. Sehingga untuk dipelajari di laboratorium masih memungkinkan. Apakah binatang ini akan hidup lagi dengan teknologi reproduksi genetika sekarang?

Awal minggu lalu di beritakan sebuah kabar yang sangat mengejutkan. Peneliti berhasil menghidupkan mikrobia yang tidur 100 ribu tahun lalu. Peneliti pun tidak menyangka jika percobaan mereka akan berhasil. Namun bukti pertumbuhan sel bakteri tersebut di laboratorium kini memberi gambaran baru seperti apa sebuah kehidupan itu.

Sebelumnya, mikrobia ini selama 100 tahun terkunci dalam padat dan dinginnya es Antartika. Tak ada tanda-tanda kehidupan, apalagi suplai nutrisi untuk bereproduksi. Enzim, protein, DNA, gen, badan golgi dan bagian-bagian sel lain seluruhnya nonaktif tanpa ada tanda kehidupan. Oleh peneliti kondisi demikian disebut sebagai dormansi atau tidur sementara.

Proses ini terjadi akibat dinginnya suhu yang ada di kutub. Metabolisme sel menjadi sangat lambat dan bahkan terhenti. Dimasa sekarang, dormansi juga menjadi teknik baru yang rencananya akan dibuat menjadi pendukung ilmu bioteknologi. Caranya yaitu dengan membuat lemari penyimpanan berbahan nitrogen cair. Penyimpanan dilakukan untuk organ tubuh, termasuk sperma dan sel telur untuk keperluan masa depan.

”Kami tidak tahu apa yang kami temukan,” ujar Kay Bidle, peneliti dari Rutgers University yang mengembangkan mikrobia tersebut. Katanya, bakteri yang ia tumbuhkan adalah bakteri yang umurnya lebih mudah dari temuan yang pernah ditemukan. Bakteri tersebut menurut data hasil analisa sampel es yang ditemukan berumur paling tua. Sementara bakteri yang umurnya paling tua dari yang ia temukan pada lapisan es tua tersebut pertumbuhannya sangat lambat dan butuh satu tahun untuk menunggunya.

”Mikrobia dari lapisan es yang paling tua tidak tumbuh dengan baik,” kata Bidle. Lapisan tersebut disebut sebagai inti es, sementara gen yang didapatkannya disebut popsicle. Percobaan yang dilakukan dalam media kultur bakteri ditemukan beberapa bakteri masih terdapat disekitar lapisan kutub. Bakteri tersebut antara lain firmicutes, proteobacteria dan actinobacteria.

Bidle menyebutkan, kumpulan bakteri yang berhasil ia tumbuhkan tersebut adalah mikroorganisme yang hanya hidup pada masa lampau. “Data yang dibandingkan belum pernah ada yang melihat seperti ini sebelumnya,” Ujar Bidle.

Perbandingan yang ada terlihat DNA bakteri muncul dan terpisah kurang lebih pada 1,1 juta tahun yang llau. Dia menerangkan bahwa setelah 1,1 juta tahun tersebut ukuran DNA menjadi terpotong setengahnya. Normalnya DNA bakteri rata-rata adalah sekitar 3 juta unit, sedangkan pada lapisan es tertua yang ditemukan kumpulan bakteri tersebut hanya mencapai 210 unit.

Ilmu pengetahuan hingga saat ini masih terus memburuh fakta apa yang dapat dicari dari temuannnya tersebut. Apakah fakta karena perbedaan kondisi atau karena evolusi masih menjadikan pertanyaan yang belum dapat dijawabnya.

Petunjuk untuk menjawab fakta baru tersebut, kata Bidle, adalah dengan menemukan kehidupan lain diluar Bumi. Dengan cara membandingkan mikroorganisme seperti di Mars yang kondisi geologi dan fisiknya berbeda, jawaban DNA, kondisi dingin, beres dan bersalju akan memberikan gambaran yang jelas.

Kesimpulan yang dapat diinformasikan dari percobaanya adalah kehidupan di bumi terdapat diseluruh bagian baik itu di laut dalam, gunung berapi, dataran rendah hingga ke permukaan dan lapisan es terdalam. Kehidupan yang patut dipertanyakan adalah jika memang bakteri tersebut dapat dihidupkan dalam suasana laboratorium, apakah karena pemanasan global bakteri di lapisan es kemudian akan hidup lagi atau tidak, hal tersebut masih menjadi teka-teki.

Komentar»

1. D’Antiks - Benua Antartika « Antartika13’s Blog - Januari 2, 2009

[…] Sebelumnya, mikrobia ini selama 100 tahun terkunci dalam padat dan dinginnya es Antartika. Tak ada tanda-tanda kehidupan, apalagi suplai nutrisi untuk bereproduksi. Enzim, protein, DNA, gen, badan golgi dan bagian-bagian sel lain seluruhnya nonaktif tanpa ada tanda kehidupan. Oleh peneliti kondisi demikian disebut sebagai dormansi atau tidur sementara. (info : https://agusdd.wordpress.com) […]

2. m,iman tauhid - Januari 18, 2011

pleas masuk kan jenis web wilayah teritorial benua australia karna ini sangat penting di sekolah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: