jump to navigation

Menceraikan istri hamil, boleh tidak? November 4, 2010

Posted by agusdd in science.
trackback

Hmmm….nggak tahu ada cerita apa, tiba-tiba dijalan istriku bertanya (karena abis lihat tipi). “Bi kan nggak boleh ya menceraikan istri yang sedang hamil?”

“Boleh” jawabku sekenanya tanpa menjelaskan apa dasar hukumnya dan malah langsung balik nanya kenapa kok tanyanya begituan.

Lalu istriku jawab ini itu dan berargumen lagi bahwa menurut agama hukum menceraikan istri hamil kan setelah ia melahirkan, baru boleh dicerai.

“oh tidak. Kalau itu namanya masa idah (menunggu bagi istri yang dicerai untuk sampai waktunya boleh menikah lagi).” Aku bilang ma istriku bahwa aku lupa hadisnya, tapi setahuku bahwa suami itu boleh menceraikan istri kapan saja, kecuali saat datang masa haid. Kalau memang penjelasannya ada yang nyebut seperti istriku bilang, aku malah baru tahu.

Karena penasaran, lalu aku browsing-browing. Nah ketemu deh blognya si nining (niningdwie.multiply.com/journal/item/348/HUKUM_MENCERAIKAN_ISTERI_HAMIL).

Pertanyaan

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Bolehkah menceraikan isteri yang sedang hamil?

Jawaban

Boleh menceraikan isteri yang hamil. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda kepada Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma tatkala ia menceraikan isterinya ketika haid.

“Artinya : rujuklah kepda isterimu kemudian tangguhkanlah sampai ia suci kemudian haid kemudian suci kemudian ceraikanlah jika kamu mau ketika ia dalam keadaa suci sebelum kamu menyentuhnya atau dalam keadaan hamil ”

[Kitab Fatawa Da’wah Syaikh Ibn Baz, Juz II/239]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah lil Mar’atil Muslimah, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Penerjemah Zaenal Abidin Syamsudin Lc, Penerbit Darul Haq]

About these ads

Comments»

1. umi rafif - November 5, 2010

komen pertama bukan dari nonton TV, tapi diskusi sama dokter kandungan yang pasiennya diceraikan ketika hamil 3 bulan..

tp tetep gak manusiawi ah, wong lagi butuh ketenangan, si suami dengan enaknya menambah masalah dan beban pikiran hehe…

komen kedua, buat yang baca..ini cuma diskusi ya..hahaha..insyaalah di masa kehamilan umi yang kedua aman2 aja, gak ada kata2 begituan sampai dipanggil Yang Maha Kuasa..heheh..

komen ketiga, makasi atas ilmunya ya baby..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 90 other followers

%d bloggers like this: