Tak Perlu Tambah Angin, Melaju dengan Kecepatan 80 Km/Jam
Keluarga Edy Chandra; Penemu Sepeda Motor Bertenaga Angin
Pontianak,- Sepeda motor berbahan bakar bensin sudah umum. Pun pula bertenaga listrik, atau baru-baru ini ada yang berbahan bakar air, banyak yang sudah tahu. Lalu, bagaimana jika sepeda motor itu bertenaga angin?
Efprizan, Pontianak
MOTOR Honda C-6 , 110 cc itu tak lagi berbentuk asli. Tangkinya telah berganti menjadi sebuah tabung. Benda itu diambil dari tabung klakson angin mobil. Di bawahnya ada sebuah picu. Di situlah tempat untuk menyalurkan udara yang diperoleh dari kompresor berkekuatan besar.
Tabung itu masih ditambah dengan pipa besi yang biasa digunakan oleh pandai besi untuk membuat pagar. Pipa itu sekaligus menjadi rangka untuk jok motor itu. Di dalam pipa itu juga tersimpan angin. Total tekanan angin di dalam tabung dan pipa itu mencapai ±300 psi.
Ya, tangki yang biasanya tempat menyimpan bensin sebagai bahan bakar utama menggerakkan mesin motor kini berubah total. Semuanya telah terisi angin. Sebagai sumber utama untuk menggerakkan mesin motor itu.
Mesinnya juga berubah total. Di atas blok motor masih tersimpan lagi sebuah tabung kecil. Kalau di motor normal tersimpan kaburator sebagai tempat keluar masuknya bensin. Nah di motor ini, fungsi tersebut tergantikan oleh tabung kecil itu. Tabung kecil dengan sistem kran dan selang itu berfungsi sebagai pengatur tekanan udara.
Selang udara itu masuk ke rongga blok, di mana di motor normal terdapat sebuah busi untuk pengapian. Walaupun tidak berknalpot, motor aneh itu masih menggunakan oli untuk pelumasan mesin-mesinnya.
Tabung motor ini harus berisi tekanan udara ±300 psi untuk menjalankannya. Ada panel khusus untuk mengetahui tekanan udara yang masuk. Panel itu diletakkan di atas stang, sebagai pengganti speedometer.
Jika tabung hanya terisi angin kurang dari tekanan maksimal itu, motor tak akan bertahan lama jalannya. Tekanan angin maksimal itu didapatkan dari kompresor besar.
Jika angin sudah terisi, motor itu cukup digeber gasnya. Motor angin itu pun langsung meluncur di jalanan. Sirkulasi udara yang terjadi membuat motor itu tidak perlu lagi di isi dengan udara baru. Kecuali jika terjadi kebocoran tabung atau selang. Jika kelebihan tekanan, ada alat khusus yang akan membuang kelebihan udara. Total maksimal lajunya motor itu bisa mencapai 80 km/jam.
Keluarga Edy Chandra (Cen Siong Kiun) yang menemukan motor ramah lingkungan tersebut. Dalam pengerjaannya, pria kelahiran Batang Tarang 52 tahun yang lalu ini dibantu oleh lima putranya masing-masing; Budi Chandra, Yuniarto Chandra, Suryadi Chandra, Hadianto Chandra, dan Agustono Chandra.
Pria yang beralamat di Jalan Sungai Raya Dalam, Komplek Pesona Alam Nomor E-6 Pontianak ini kesehariannya membuka bengkel mobil dan tampal ban di Nanga Pinoh Kabupaten Melawi. Masyarakat di sana lebih mengenal bengkel itu dengan sebutan Bengkel Simpang Tiga.
Menurut Edy Chandra atau biasa disapa Akiun ini, untuk merancang motor bertenaga udara tersebut memerlukan waktu tiga bulan. “Motor ini masih kasar. Kami akan terus menyempurnakannya,” katanya.
Ia tengah merancang agar sistem motor ini bisa menyerupai kinerja motor matik. “Nanti dibuatkan kontak seperti mobil. Sekali distarter langsung nyala,” katanya. Melalui rekannya, dia juga akan mematenkan temuannya ini.
Sementara Budi Chandra menambahkan, sebelumnya mereka memang tidak menyangka bisa membuat kendaraan ini. “Setiap hari kami memang selalu berdebat untuk merakit motor ini. Memang awalnya ini ide yang tak masuk akal. Banyak kawan-kawan yang sangsi juga. Mereka menyebutnya dengan motor ‘minyak angin’ (dalam istilah keseharian masyarakat Melayu, berarti bohong). Tapi setelah melihat langsung, geleng-geleng juga mereka,” ceritanya.
Budi atau karib dipanggil Asang ini mengatakan, ide awal pembuatan motor ini terinspirasi dari kekuatan angin pada ban mobil yang biasa mengangkat berat hingga belasan ton.
“Ke depan, mungkin kendaraan ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat. Selain ramah lingkungan juga tidak menggunakan BBM yang harganya semakin tinggi,” ujarnya.
Gemar Modifikasi
Keluarga Edy Chandra memang terkenal jago eksperimen kendaraan. Tak hanya motor angin, keluarga ini juga berhasil memodifikasi kendaraan rongsokan menjadi berdaya guna.
Buktinya saja, genset dan mesin potong rumput diubah oleh mereka menjadi motor kecil dengan model hard top. Bahkan limbah dari mobil Suzuki pick up ST 20, 550 cc, rakitan tahun 1982, ‘dikawinkannya’ dengan RX King dan Yamaha Force I menjadi motor gede (Moge). Oleh Edy, moge berwarna merah Ferari ini disebutnya dengan otomotor.
Perkawinan antara mobil dengan motor ini menjadi kendaraan yang khas. Otomotor ini bisa mengangkut tiga orang dewasa. Untuk mesin, masih mengandalkan kepunyaan mobil Suzuki pick up tersebut dengan beberapa bagian komponen mobil yang dihilangkan seperti suspensi depan, sistem pengereman dan lainnya.
Sistem pengereman belakang masih menggunakan tromol sedangkan bagian depan menggunakan pengereman cakram. “Untuk menjalankannya menggunakan gas tangan, sedangkan perseneling masih menggunakan tangan, sama seperti mobil,” jelasnya.
Untuk roda, Edy menggunakan ban mobil taft dengan dua knalpot. Otomotor yang dikerjakan selama tujuh bulan ini, menghabiskan biaya sekitar Rp20 jutaan.

hebat…….. pak edy ,salut saya mengetahui penemuan bapak ,tapi tolong donk pak di jelaskan cara kerjanya lebih detail.thx
By: EZRALDO on July 16, 2008
at 4:20 pm
Bagaimana kalau kita coba membangun sendiri sepeda motor itu dengan cara action dan tukar fikiran disini.
itukan dasarnya adalah bagaimana mendorong torak naik didorong angin dari bawah (intake) dan torak turun didorong angin dari atas (lubang busi) dan padawaktu diantaranya dibuatkan katup mandiri sehingga bisa membagi angin ke intake dan lubang busi
By: kariman on July 24, 2008
at 11:12 pm
salut buat keluarga edy candra…dari tahun 1999 kami sudah pernah mencoba buat motor tenaga angin seperti tsb tapi masih tidak sesempurna yg di ceritakan…awalnya juga hampir sama yaitu dr bengkel tambal ban kami dimana saat itu kami membuat sketboar dari mesin pemotong rumput bertenaga angin juga..smoga temuan pak edy tsb bisa bermanfaat…dulu yang kami takutkan adalah kalo pertamina bangkrut bos n tau sdiri gmn pemerintah kita?????????????skali lagi saluuuuuut buat pak edy candra..
By: clundut on April 21, 2009
at 4:36 pm
he55555………komentarku blm lengkap boss…sbenernya kami skarang malah berfikir membuat pesawat kecil tenaga angin khusus untuk satu atau dua orang yang ga ribet malah kalo bisa seperti roketnya robo cop….nih kami lagi bareng2 ngerakitnya..ntar kalo dah jd kami posting deh..lengkap ama gambar,kontruksi n cara kerjae bos..salam dari anak2 GIYOXS Unlimeted
By: clundut on April 21, 2009
at 4:51 pm
kalau motor tenaga kentut ada ngak ya? he…,he…,he…
By: hasan on July 12, 2009
at 7:26 am
salut bnget pak
saya boleh tw detail n spesifikasinya plus gmbar..
thq bgd pak
By: bondan on September 2, 2009
at 1:41 pm
menarik banget tu salut buat mas candranya, tpi gimana ya cara udara bisa balik ketabung padahal tekanan udara yang keluar sama or lbih kecil kok bisa masuk lagi ya ketabung????
By: mahrus ali on September 21, 2009
at 11:57 am
top bgt aku dah lama pengen buat motor angin dah 3 tahun experimen, malah keduluan yang 3 bulan…salut
By: budi on October 8, 2009
at 8:33 am
waow…………………………….! TOB BGT, makan telor asin diminta sama bang kampret, motor angin top banget!!!! he2….bcnd! TERUS BERKARYA TANPA HENTI MAS! HIDUP BUKAN UNTUK DIKENAL TAPI UNTUK DIKENANG
By: tyo on October 15, 2009
at 3:23 am
T O P B G T,,,
DE KREN BNGET,,,!!!! ^_^
SALAM INDOGOOO.COM
THNX
By: iank"kk on October 31, 2009
at 2:46 pm